Sabtu, 21 Mei 2016

Lagi, Korban Kecelakaan di Pulau Sebatik




dok. pribadi. jalan mulus di Pulau Sebatik :)

            Sore yang aman di UGD Puskesmas tiba-tiba ada mobil bak terbuka membawa seseorang yang tergeletak di dalamnya. Keluarganya ramai menemani dengan wajah yang khawatir dan berair mata. Kami, petugas Puskesmas segera hambur keluar menyambut pasien yang datang dengan membawakan tandu. Kerah belakang bapak itu penuh dengan darah yang melebar. Kondisi si bapak lemas dan lemah anak-anaknya (yang sudah dewasa) menangisi si bapak yang dalam keadaan berlumur darah.
            Aku segera menyiapkan perawalatan yang dibutuhkan. Dr.Astri juga langsung melihat pasien. Aku menggunting baju lengan panjang si Bapak takutnya ada yang patah. Ternyata si bapak di tabrak anak muda yang bawa motor dengan kecepatan tinggi. Baruuu saja si bapak keluar dari rumahnya, ternyata langsung di tabrak sama orang yang bawa motor dengan kecepatan tinggi.
            Ternyata daerah terparah adalah luka bagian belakang kepala. Sedangkan dugaan adanya tangan yang patah tidak ada. Lalu setelah di periksa lukanya.. luka di Kepala adalah luka yang menyebabkan perdarahan paling banyak. Di balik rambut yang tebal bapak usia 59 tahu itu, di kepala belakang bagian kiri terdapat luka robek tidak beraturan. Memar di wajah yang cukup besar.  Ada 3 titik dan hematom di wilayah kepala tersebut. Kemudian di beberapa bagian lain ada luka lecet-lecet serta jejas di pundak kanan dan kiri.
            Pukul 6 sore itu kami semua berpacu dengan merahnya darah. Aku dan Ka Nawir adalah perawat sore itu.. kami menggunting terlebih dahulu rambut bapak yang tebal itu.. lalu membersihkan dengan cairan NaCl 0,9% bagian kepala yang luka dan ada pasirnya. Setelah rambut pendek, bagian luka kami anestesi lokal dengan lidocain injeksi... lalu kami bersihkan kembali rambut pendek itu dengan pencukur kumis, agar luka benar-benar terlihat dan si bapak tidak merasakan sakit di cukur dengan silet cukur.
dok. pribadi. salah satu jalan di Desa Sungai Limau Sebatik Tengah
            Kemudian aku menjahit bagian yang robek tak beraturan itu, sedangkan ka Nawir melakukan deep jika terjadi perdarahan pada area yang robek. Ada 13 jahitan di kepala.. dengan titik yang berbeda. 6cm, 3 cm, 4cm. Anaknya menangis sesenggukan melihat kondisi ayahnya yang sedang di jahit kepalanya. Selesai dijahit, dengan aku yang bercucuran keringat.. *aku nyaris hipoglikemi, baru buka puasa air putih seteguk :’) tapi tetap harus selesaikan menunduk dan melihat silaunya darah yang menetes..
            Selesai kami jahit luka si bapak.. lalu kami balut bekas jahitan, bapak itu masih merasakan lemas dan pusing. Lalu dokter mengintruksikan untuk pasang infus RL dengan kecepatan 20 Tpm. Pasien dilakukan observasi.. setelah observasi diruangan selama 2 jam.. Ternyata pusingnya bapak masih belum berkurang. Maka si Bapak harus mendapatkan perawatan. Maka Bapak ini dibawa ke belakang untuk masuk ruang perawatan.
            Pukul 21.00 keluarga pasien mengetuk pintu UGD kembali dan bilang ada darah merembes dari kepala si bapak. Aku dan Ka Nawir melihat keadaannya.. darah banyak merembes keluar. Keluarganya bilang mungkin karena ia tidurnya menimpa kepala yang luka. Aku buka perbannya kembali.. ternyata darah merembes, dan ada juga darah yang memancur.. nah.. ini kena pembulu arteri nih.. darahnya beneran lurus mengucur tinggi. Segera aku minta agar dokter segera datang dan Ka Nawir ambil kembali alat-alat jahit. Terutama benang  jahit dalam.
dok. pribadi

            Dokter datang, dan kami sudah pegang klem. Dokter Astri, Ka Nawir, aku, dibantu Kiki (bidan) dan Roy (analis kesehatan) nusantarasehat. Melakukan penghentian darah itu.. kami buka satu jahitan diawal. Dan mencari titik perdarahan. Darah terus merembes. Ada juga yang mengucur. Kasa tak henti di deep untuk menambal kucuran darah. Di ruang perawatan yang panas dan pengap kami melakukan tindakan dengan lampu sorot kuning yang menyilaukan. Kami melihat bagian yang berdenyut.. lalu melakukan klem pada bagian yang berdenyut itu. Sedangkan dokter Astri melakukan jahitan ikat pada bagian yang perdarahan. Kemudian klem di lepas. Ada lagi perdarahan... kami cari lagi bagian berdenyut.. kami klem kembali.. di jahit lagi.. lalu masiih ada juga yang perdarahan mengalir. Begitu seterusnya.. sampai ada 6 jahitan dalam yang sangat menguras emosi. Bayangin; ruangan panas, pengap, dilihatin keluarga pasien yang 1 RT itu, lalu berisik cucu si pasien yang nangis, belum lagi keluarga pasien yang menangis karena sedih melihat kondisi bapaknya.
            Akhirnya pukul 10 malam kami selesai menghentikan perdarahan.. setelah tadi 3 klem terpasang dibeberapa titik perdarahan dan berhasil di jahit.. kemudian kami tinggal menjahit kembali bagian luar kepala si bapak.  Oh ya sejak tadi kami terus loading cairan RL. Karena perdarahan yang memang banyak.. teruus kami loading hingga plabot ke 3 terpasang.  Si bapak mengigau.. tapi masih kooperatif menjawab pertanyaan. Dan tangis anak-anaknya makin kencang. Si bapak kami rapikan kembali dengan balutan di kepalanya. Kami rapikan segala yang  kental, stosel yang memenuhi bagian bawah rambutnya.
            Haah hari ini satu pasien cukup menguraas energi. Tapi Alhamdulillah semua sudah terselesaikan. Dan pasien juga stabil. Kaan siapa sangka jalan yang mulus beraspal membuat angka kecelakaan sedikit? Sayangnya banyak yang menganggap jalan mulus nan sepi di wilayah Sebatik ini jadi arena balap bagi anak-anak muda. Malah balapan tanpa lawan. Karena dia sendiri yang ngebut. Padahal di jalan yang sepi itu seringnya menipu. Dikira aman ternyata di pengkolan ada truk bawa air. Di kira aman, eh ada anak kecil yang mau nyeberang, dikira aman, eh ada kakek yang mau nyeberang. Kan begini jadinya.. si penabrak juga sudah datang ke UGD, ia hanya lecet-lecet dan ia setuju kalau kasus ini di bawa dan lapor ke kepolisian setempat.
            Nah semoga jadi pelajaran, buat aku... buat kita yang baca yah.. aamiin : )
Ditulis:
Desa Aji Kuning, Pulau Sebatik, Kalimantan Utara
Kamis, 19 Mei 2016 
dok. pribadi. jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas yaaah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah menbaca tulisan saya, silakan tinggalkan komentar mari bersilaturahim :)