![]() |
| dok. pribadi. jalan mulus di Pulau Sebatik :) |
Sore yang aman di UGD Puskesmas
tiba-tiba ada mobil bak terbuka membawa seseorang yang tergeletak di dalamnya.
Keluarganya ramai menemani dengan wajah yang khawatir dan berair mata. Kami,
petugas Puskesmas segera hambur keluar menyambut pasien yang datang dengan
membawakan tandu. Kerah belakang bapak itu penuh dengan darah yang melebar.
Kondisi si bapak lemas dan lemah anak-anaknya (yang sudah dewasa) menangisi si
bapak yang dalam keadaan berlumur darah.
Aku segera menyiapkan perawalatan
yang dibutuhkan. Dr.Astri juga langsung melihat pasien. Aku menggunting baju
lengan panjang si Bapak takutnya ada yang patah. Ternyata si bapak di tabrak
anak muda yang bawa motor dengan kecepatan tinggi. Baruuu saja si bapak keluar
dari rumahnya, ternyata langsung di tabrak sama orang yang bawa motor dengan
kecepatan tinggi.
Ternyata daerah terparah adalah luka
bagian belakang kepala. Sedangkan dugaan adanya tangan yang patah tidak ada. Lalu
setelah di periksa lukanya.. luka di Kepala adalah luka yang menyebabkan
perdarahan paling banyak. Di balik rambut yang tebal bapak usia 59 tahu itu, di
kepala belakang bagian kiri terdapat luka robek tidak beraturan. Memar di wajah
yang cukup besar. Ada 3 titik dan
hematom di wilayah kepala tersebut. Kemudian di beberapa bagian lain ada luka
lecet-lecet serta jejas di pundak kanan dan kiri.
Pukul 6 sore itu kami semua berpacu
dengan merahnya darah. Aku dan Ka Nawir adalah perawat sore itu.. kami menggunting
terlebih dahulu rambut bapak yang tebal itu.. lalu membersihkan dengan cairan
NaCl 0,9% bagian kepala yang luka dan ada pasirnya. Setelah rambut pendek,
bagian luka kami anestesi lokal dengan lidocain injeksi... lalu kami bersihkan
kembali rambut pendek itu dengan pencukur kumis, agar luka benar-benar terlihat
dan si bapak tidak merasakan sakit di cukur dengan silet cukur.
![]() |
| dok. pribadi. salah satu jalan di Desa Sungai Limau Sebatik Tengah |
Kemudian aku menjahit bagian yang
robek tak beraturan itu, sedangkan ka Nawir melakukan deep jika terjadi
perdarahan pada area yang robek. Ada 13 jahitan di kepala.. dengan titik yang
berbeda. 6cm, 3 cm, 4cm. Anaknya menangis sesenggukan melihat kondisi ayahnya
yang sedang di jahit kepalanya. Selesai dijahit, dengan aku yang bercucuran
keringat.. *aku nyaris hipoglikemi, baru buka puasa air putih seteguk :’) tapi
tetap harus selesaikan menunduk dan melihat silaunya darah yang menetes..
Selesai kami jahit luka si bapak..
lalu kami balut bekas jahitan, bapak itu masih merasakan lemas dan pusing. Lalu
dokter mengintruksikan untuk pasang infus RL dengan kecepatan 20 Tpm. Pasien
dilakukan observasi.. setelah observasi diruangan selama 2 jam.. Ternyata pusingnya
bapak masih belum berkurang. Maka si Bapak harus mendapatkan perawatan. Maka
Bapak ini dibawa ke belakang untuk masuk ruang perawatan.
Pukul 21.00 keluarga pasien mengetuk
pintu UGD kembali dan bilang ada darah merembes dari kepala si bapak. Aku dan Ka
Nawir melihat keadaannya.. darah banyak merembes keluar. Keluarganya bilang
mungkin karena ia tidurnya menimpa kepala yang luka. Aku buka perbannya
kembali.. ternyata darah merembes, dan ada juga darah yang memancur.. nah.. ini
kena pembulu arteri nih.. darahnya beneran lurus mengucur tinggi. Segera aku
minta agar dokter segera datang dan Ka Nawir ambil kembali alat-alat jahit.
Terutama benang jahit dalam.
![]() |
| dok. pribadi |
Dokter datang, dan kami sudah pegang
klem. Dokter Astri, Ka Nawir, aku, dibantu Kiki (bidan) dan Roy (analis
kesehatan) nusantarasehat. Melakukan penghentian darah itu.. kami buka satu
jahitan diawal. Dan mencari titik perdarahan. Darah terus merembes. Ada juga
yang mengucur. Kasa tak henti di deep untuk menambal kucuran darah. Di ruang
perawatan yang panas dan pengap kami melakukan tindakan dengan lampu sorot
kuning yang menyilaukan. Kami melihat bagian yang berdenyut.. lalu melakukan
klem pada bagian yang berdenyut itu. Sedangkan dokter Astri melakukan jahitan
ikat pada bagian yang perdarahan. Kemudian klem di lepas. Ada lagi perdarahan...
kami cari lagi bagian berdenyut.. kami klem kembali.. di jahit lagi.. lalu
masiih ada juga yang perdarahan mengalir. Begitu seterusnya.. sampai ada 6 jahitan
dalam yang sangat menguras emosi. Bayangin; ruangan panas, pengap, dilihatin
keluarga pasien yang 1 RT itu, lalu berisik cucu si pasien yang nangis, belum
lagi keluarga pasien yang menangis karena sedih melihat kondisi bapaknya.
Akhirnya pukul 10 malam kami selesai
menghentikan perdarahan.. setelah tadi 3 klem terpasang dibeberapa titik
perdarahan dan berhasil di jahit.. kemudian kami tinggal menjahit kembali
bagian luar kepala si bapak. Oh ya sejak
tadi kami terus loading cairan RL.
Karena perdarahan yang memang banyak.. teruus kami loading hingga plabot ke 3 terpasang. Si bapak mengigau.. tapi masih kooperatif
menjawab pertanyaan. Dan tangis anak-anaknya makin kencang. Si bapak kami
rapikan kembali dengan balutan di kepalanya. Kami rapikan segala yang kental, stosel yang memenuhi bagian bawah
rambutnya.
Haah hari ini satu pasien cukup
menguraas energi. Tapi Alhamdulillah semua sudah terselesaikan. Dan pasien juga
stabil. Kaan siapa sangka jalan yang mulus beraspal membuat angka kecelakaan
sedikit? Sayangnya banyak yang menganggap jalan mulus nan sepi di wilayah Sebatik
ini jadi arena balap bagi anak-anak muda. Malah balapan tanpa lawan. Karena dia
sendiri yang ngebut. Padahal di jalan yang sepi itu seringnya menipu. Dikira
aman ternyata di pengkolan ada truk bawa air. Di kira aman, eh ada anak kecil
yang mau nyeberang, dikira aman, eh ada kakek yang mau nyeberang. Kan begini
jadinya.. si penabrak juga sudah datang ke UGD, ia hanya lecet-lecet dan ia
setuju kalau kasus ini di bawa dan lapor ke kepolisian setempat.
Nah semoga jadi pelajaran, buat
aku... buat kita yang baca yah.. aamiin : )
Ditulis:
Desa
Aji Kuning, Pulau Sebatik, Kalimantan Utara
Kamis,
19 Mei 2016
![]() |
| dok. pribadi. jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas yaaah :) |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah menbaca tulisan saya, silakan tinggalkan komentar mari bersilaturahim :)