Tampilkan postingan dengan label Cerita Malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Malam. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2019

Mengawali Tulisan Awal Tahun 2019

Senin, 14 Januari 2019

Agak telat jika aku baru saja mengisi Blog lagi di awal tahun 2019 ini. Yah daripada enggak sama sekali kan.. Well domain ini jug sudah di bayar dan di perpanjang lagi untuk tahun ini hehe, Maaf sekali jika tidak banyak mengisi di tahun 2018 kemarin... mengecewakan. Sungguh bukann mau ku. tapi tetap juga salahku. Karena sesungguhnya aku tetap rutin menulis walau tidak terpost-kan.


Cukup banyak juga yang bertanya kenapa blog ku jarang banget update tulisan lagi. Padahal memang iya, Sebenarnya pabrik tulisanku sudah banyak. File menumpuk namun tak terposting. Tiap ada moment ada saja yang ku tulis, walau ga sesering saat aku masih sebagai mahasiswa keperawatan. Terkadang kendala memang datang, saat ada moment tepat dan aku sudah meulis sebuah tulisan... jaringan di Desa tempat ku bertugas ya tidak kuat, WIFI yang roboh lah, atau jaringan memang sedang eror parah, sehingga aku pilih untuk menunda memposting sebuah tulisan. Giliran diri ini sudah berada di Kota yang notabene sinyal a,an lancar. Malah aku pilih untuk tunda posting, dengan alasan... Ah tentang ini sudah gak hangat lagi. Udah beralu jauuuh kejadiannya. Maafkan aku ya. Banyak alasan. Aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya bagi para pembaca. karena gak heran masih ramainya yang DM via Instagram tanya sesuatu yang informasinya bersumber dari blog pribadi ku ini :)

Senin, 04 Juni 2018

si AL: Teman Main ku!

dpk. pribadi. Berlari, menggapai mimpi ya AL


            AL aku mengenalnya. Adalah anak kecil berusia 3,5 tahun. Dia merupakan anak salah satu perawat di tempat kerjaku. Pertama kali bertemu, ya seperti anak lain pada umumnya. Diam saja menunjukkan ekspresi belum kenal. Kemudian menjadi kenal karena aku menunjukkan vidio upin ipin kepadanya. Sesederhana itu lah yang membuat dia kenal dan mau bermain bersama. Setelah menonton Vidio Upin dan Ipin membuat dia selalu ingin meminjam hp ku. Untuk nonton vidionya. Awalnya memang bukan karena aku dia ingin dekat, namun karena vidio upin-ipin yang ada di HP ku. Well, sederhana.
dok. pribadi. Nyari capung hehe

            But, selanjutnya dia mencari aku terus dan mulai akrab. Mulai mengenal nama.. “Ini tante Rinta”, kemudian aku ajak kerumah untuk sekedar makan siang bersama ibunya saat itu, karena kebetulan kantin puskesmas di depan rumah dinas yang ku tempat. Ketika dibawa lagi oleh ibunya ia dengan sendirinya datang kerumah dan mengajak main, walaupun awalnya minta nonton Upin-Ipin aja. Hehe, selanjutnya seiring bertambahnya waktu dan hari, trend permainan anak sekarang berubah, mungkin megikuti trend yang terjadi di teman sepermainan di rumahnya.

Memahami Tipe Kepribadian diri sendiri, Untuk Memahami Kamu


            Hari itu agendaku berburu stiker di toko stiker dan berburu kotak untuk produk air yang akan di produksi. Toko yang berada di pinggiran jalan bypass tepat bersebelahan dengan kampus swasta itu ternyata memiliki berbagai hal untuk perlengkapan mesin airku. Mesin air dari Jepang yang baru saka di instalasikan di rumah. InsyaAllah proses nya akan di segerakan dan bisa preorder yaa. Hehe. Pukul satu lewat sepuluh siang. Aku sempat berpikir apakah aku harus pulang dulu untuk kemudian datang lagi ke Perut Bulat Caffe untuk mengikuti pertemuan yang sudah di rencanakan. Acara mulai jam setengah dua. Hmm lebih baik aku langsung saja ke lokasi pertemuan, mengingat jalanan tidak bisa di prediksi, akan lancar atau macet. Mengingat kembali ada underpass yang sedang dalam pembangunan di sebelah caffe. Jadi aku ga  mau ambil resiko untuk terlambat. Tanpa malu menyincing perbelanjaan ku tadi yang isinya serba serbi stiker dan para kotak untuk beauty water dll.
dok. pribadi

            Sampai perut bulat caffe sekitar pukul setengah dua lewat. Aku melihat mba Farah yang baru saja sampai di caffe dengan berbagai barang bawaannya. Laptop, air minum kangen water, karton, spidol serta peralatan lainnya. Di waktu yang sama ada mba Hafiza dan Kiki juga yang baru saja datang. Kebetulan. Lalu kami membantu Mba Farah mengangkut semua perlengkapan mengajarnya ke lantai atas. Ya, lantai atas menjadi lantai favorite kami untuk bertemu sharing. Dan meeting. Bukan hanya karena sangat nyaman tapi juga faktor kenal.. pemilik caffe ini juga peilik tekhnologi Jepang yang sama dengan kami. Jadi selama pemilik ada seperti instingh untuk saling membantu hehe.
            Judul besar dari slide pertama power point pemateri kami. Yakni Mba Farah Novoastri adalah “HOW TO UNDERSTAND OTHERS  BY UNDERSTANDING YOUR SELF”. Bagaimana cara memahami oranglain dengan memahami diri sendiri. Mba Farah mulai menggiring materi dengan pertanyaan-pertanyaan santai yang biasanya sangat sering terjadi pada audiens yang datang. Berbagai sifat manusia yang ada. Dan kadang suka menyebalkan itu benar terjadi, adalah kadang kita di buat kesal sendiri. Setelah memancing materi dengan pertanyaan, mba Farah juga memberikan kami semacam kertas ujian test. Disana terdapat berbagai pertanyaan tentang diri pribadi. 20 soal pertama menyangkut kelemahan. Sedangkan 20 soal selanjutnya tentang point kekuatan. Tidak ada yang benar dan salah. Yang ada hanyalah pilih yang sesuai dengan kita banget. Tidak boleh untuk tidak memilih. Semua soal harus terjawab, tutur mba Farah. Kami mengerjakamya dengan serius. Walau beberapa ada yang membingungkan, beberapa soal keseluruhan enggak gue banget tapi mau gak mau harus dipilih salah satu, yang agak ke kita banget hehe.
dok. pribadi. lagi serius niih :D

Rabu, 30 Mei 2018

Wajah Islam di Film 212 The Power of Love




            Berawal dari perseteruan kecil antara Rachmat dan Adhin mengenai konteks tulisan yang menurut Adhin sangat bertolak belakang dan tidak mendukung agama sendiri. Perseteruan antara jurnalis dan fotografer ini terdengar hingga meja pemimpin redaksi majalah Republik, tempat kerja mereka. Si Bos kekeuh tidak lagi menayangkan tulisan Rachmat yang sangat menilai sinis aksi yang di lakukan umat islam, Rachmat berspekulasi bahwa hal ini bukan perkara penistaan agama saja, melainkan sudah ditunggangi politisasi. Merasa pemikirannya tidak di dukung, Rachmat memgancam ingin keluar dari tempat kerjanya itu, sedangkan pemimpin redaksi tidak rela kalau jurnalis terbaik lulusan Harvard ini pergi begitu saja,
dok. 212 movie

            Hingga suatu ketika Rachmat di telpon oleh keluarganya di Ciamis. Rachmat segera meninggalkan pekerjaannya dan masuk ke mobil bersama Adhin.  Ibunya Rachmat meninggal, sedangkan sudah sejak 10 tahun ia tak juga pulang. Selama di perjalanan Rachmat mengingat masa kecilnya, tentang dirinya dan keluarga sedang berada di dalam mobil, menyusuri jalan beraspal yang berkelok. Kemudian mobil oleng dan terjadi tabrakan. Hal itu membuat Rachmat menangis. Nah di scene ini penonton di buat bertanya-tanya tentang adegan kecelakaan ini, yang akhirnya terjawab di pertengahan film.

Terpasang Mesin yang Ngangenin di Rumah!




HAPPY.  New Machine Kangen Water instaled at my home! Yap, Alhamdulillah. Pada 7 Mei 2018 siang hari itu mesin sudah terpasang oleh mentorku, Mas Irawan. Awalnya merasa wah takut ga sempet nih, karena siang ini aku sudah harus kembali ke tempat penugasan di Bunga Mayang. Pagi hari aku berniat mengurus kartu ATM ku yang terblokir pada saat hari pertama menjejak tanah kelahiran, Kota Bandarlampung ini. Lalu di senin, aku menuju Bank BRI Cabang terdekat, dan ternyata gak bisa di aktivasi kalau gak bawa buku tabungan. Dan yaa walhasil memang gak bisa di aktifin, dan aku harus bertahan dengan uang seadanya. Karena gak bisa narik di ATM gaji tersebut. Jadinya ATM Mandiri tempat tabunganku lah yang menjadi sasaran. Dipakai dulu untuk menutupi semua kebutuhan di Bandarlampung.
dok. pribadi. Our Machine, Kangen water here :)

Pada pukul 1 siang, Mas Irawan datang untuk instalasi mesin kangen water ku, Leveluk Jr II namanya. Sudah sejak dua bulan lalu mesin itu ada di rumah, tapi belum di instalasi. Melihat banyaknya peralatan di kotaknya membuat ku berpikir, jangan-jangan harus di rakit dan lain sebagainya yang hanya bisa di lakukan pada yang expert sadja. Ternyata saat Mas Ir datang, ia hanya memasang pompa air, mencolok listrik.. lalu memencet tombol kangen water... maka jadilah air kangen itu! Saat itu yang menjadi air yang akan di proses adalah air galon di rumah. Air Aqua. Karena Air yang harus di ubah harus yang ber-PH 7 supaya mesinnya juga ga cepet capek mengolah air yang banyak kumannya, selain Aqua. Hehe

Minggu, 13 Mei 2018

Quality Time bersama Mentor Andalan




Hari itu tanggal 4 Mei 2018, hari sebelum aku menuju kampungku di Kota. Iya kampung tempat kelahiran yang berada di Kota Bandarlampung. Mba Farah tiba-tiba chat bertanya kabar dan menanyai kapan aku pulang ke Bandarlampung? Dan itu moment yang tepat, tatkala memang besoknya aku berangkat ke Bandarlampung. Sudah waktunya pulang untuk satu bulan sekali. Mba Farah menanayaiku apakah kami bisa bertemu? Kemudian aku bertanya apakah aku ajak Mas Irawan sebagai mentor teamku untuk ikut serta? Atau aku harus membawa teman yang nantinya bisa di jadikan prospek berbisnis bersama? Kemudian mbak Farah berkata... “Boleh gak, aku sama kamu aja berdua?” Wah baik. Aku justru senang, tapi ini beda. Lain daripada lain. Tumben sekali mbak Farah mengajak aku mengobrol berdua. Biasanya kami selalu membahas sesuatu mengenai bisnis dalam team.
dok. pribadi. aku dan mentrorku (Mba Farah Noviastri)

            Akhirnya setelah kami mencari dan menyesuaikan waktu karena kesibukan kami maka di dapatlah pada hari minggu malam habis magrib kita bertemu di Perut Bulat Cafe. Tempat andalan bagi kami dan team berdiskusi. Selain makanan disana enak. Minumannya segar, enjoy dan sejuk hmmm  pemiliknya juga punya mesin kangen water. Keren.

Jumat, 24 November 2017

MPR RI Ajak Netizen Gencarkan Informasi 4 Pilar MPR di Sosial Media


dok. Tapis Bloger. bapak Zulkifli Hasan dalam sambutannya

Minggu, 19 November 2017
            Kegiatan soreku hari ini. Akan menjadi seru, dan bikin penasaran. Ya. Karena ini adalah kali perdana aku mengikuti kegiatan di Komunitas Tapis Bloger, dan kegiatan keduaku bincang bersama MPR RI. Tentu kali ini akan terasa beda, karena bincangnya lebih berisi ku yakin. Perdana ku mengikuti bincang 4 pilar kebangsaan bersama MPR RI ini adalah saat sekolah, zaman SMA. Sekitar tahun 2009 atau 2010, saat itu ketua MPR adalah Bapak Taufik Kiemas. Kami dikumpulkan di lapangan sekolah (SMA Negeri 2 Bandarlampung), terpasang tenda panjang di seluruh lapangan sekolah, saat itu di paparkan 4 pilar NKRI dan bincang pada ketua MPR RI. Dan kami tiap orang mendapatkan buku setebal bantal. Yang, tidak janji untuk dibaca oleh para anak SMA pada umumnya. Hehe.
            Kali ini bincang MPR itu ada lagi di Lampung. Dengan lebih fresh, dan audiens tak membludak, dan akan lebih friendly. Kegiatan dengan tema “Netizen Gathering”. Dengan judul asik, “Netizens Lampung, Ngobrol Bareng MPR RI”. Dan anggota Tapis Bloger merupakan satu-satunya komunitas yang diundang di kegiatan ini. Suatu kehormatan bagi komunitas Tapis Bloger pada umumnya, dan suatu kesyukuran bagi aku yang masih baru menjadi anggota Tapis Bloger. Setelah 2 tahun yang lalu tak bergelut dengan komunitas atau organisasi kepenulisan karena tugas kerja di pelosok Kalimantan.
            Audiens yang datang diperkirakan berjumlah 60an orang. Acara di jadwalkan pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB. Setelah regitrasi, sholat magrib berjamaah dan makan malam. Kami menunggu sebentar di ruang pertemuan Krui Swiss Bell hotel, sambil mengikuti arahan panitia acara. Kami para netizen Lampung yang sudah hampir bergelut dengan smartphone yang kami bawa untuk memposting segala hal tentang acara ini di sosial media kami. Dengan target trending topic twitter! Yak, para netizen yang datang saat itu mengupayakan agar hastag yang menjadi trending topic twitter adalah hal-hal yang berfaedah. Seperti kegiatan ini yang akan dilaksanakan ini.
dok. anggota Tapis bloger. Point penjelasan Sekjen MPR RI. Pak Ma'ruf Cahyono

            Acara dimulai, di depan sana sudah ada Bapak Ma’ruf Cahyono, SH, MA  selaku Sekjen MPR RI. Kemudian ada Ibu Siti Fauziah, SE, MM selaku Sekjen Humas MPR RI. Acara ngobrol bareng MPR bersama netizen ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, sudah keliling berbagai daerah di Indonesia, seperti di Bandung, Surabaya, Makassar, Manado, Semarang, dan lain-lain. Dengan tema yang sama yakni mensosialisasikan 4 pilar Kebangsaan pada masyarakat. “Ada hal penting yang harus di sosialisasikan. Yakni mengenai 4 pilar MPR RI yakni Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Supaya apa yang sudah dibuat sedemikian bagusnya ini, jangan sampai hilang. Artinya kita adalah pewaris, tugasnya merawat Ideologi, Konstitusi, NKRI, serta sistem yang baik, Bhineka Tunggal Ika”. Tutur Sekjen MPR RI, Pak Ma’ruf Cahyono.
dok. Rinta Wulandari

Minggu, 13 Agustus 2017

Penyakit Wajib Perantau: “HOMESICK”


Dok. pribadi. orangtuaku. Sehat selalu kesayangankuu

            Pernah merasakan rasa ini?
            Perasaan ini biasa dirasakan oleh para perantau, para mahasiswa yang merantau, dan setiap anak yang meninggalkan orangtua di kampung halaman dalam waktu yang lama. Ketika mereka teramat sangat rindu dengan keluarga, namun apa daya tidak bisa pulang karena perkara tetentu. Dan hanya bisa dulampiaskan dengan komunikasi. Namun ga jarang bikin sakit. Sakit di badan dan buat tubuh drop, namun sembuh saat pulang kerumah. Kita sering menyebutknya HOMESICK. Atau sakit karena rumah (keluarga), rumah memang menjadi tempat kembali. Ketika teman sekitar sudah silih berganti dating dan pergi, ketika pasangan sahabat kita yang sanag dekat mungkin alpha tak memperdulikan kita, ketika semua orang tak lagi ada di sekitar kita, ada satu tempat ternyaman yang kasih sayangnya konstan dan sangat stabil. Ialah keluarga.

Susu Bearbrand Andalanku

dok. pribadi. aku dengan Susu kesayangan
            Sebagai perawat, aku dituntut untuk kerja ekstra. Dengan kerja di 3 shift, pagi-sore-malam. Pekerjaan itu ku jalani dengan penuh tanggungjawab dan dedikasi tinggi menolong sesame. Namun akibat hal itu, terkadang kondisi tubuhku tidak fit. Hal ini sering terjadi saat selepas jaga malam. Jaga malam di Rumah Sakit adalah 2 malam, kemudian libur 2 hari. Nah selepas jaga malam itulah, kondisi ku tidak sehat.. karena paginya aku selalu.. Maaf, BAB (Buang Air Besar) cair… walaupun bukan termasuk diare, tidak sampai 5-10 kali BAB cairnya. Namun cukup menyiksa deh, karena badan jadi lemas.

Senin, 04 Agustus 2014

CERITA MALAM: KEMATIAN




Sabtu, 02 Agustus 2014

            Entah kenapa tiba-tiba malam ini pingin aja posting cerita beginian. Ah aku akui, ini karena DP (Display Picture) dari seorang teman di BBM. Foto seseorang dengan kain kafan, dengan wajah putih pucat seperti warna kapur. Dengan PM (Profil Massage).. “Untuk Pelajaran Hidup”. Aku gak coba tanya lagi sama yang punya akun BBM, yang jelas yang punya akun adalah teman lelaki di kampus. Kenapa dengan DP itu? ah siapa yang gak kaget, ketika di RU (Recent Update) ada foto begituan.
            Aku hanya diam memandang foto itu, merinding. Kali ini aku beneran merinding, banyak teman yang pasang DP Pocong-pocongan untuk lawak-lawakan dengan mata pocong yang melotot dan muka cemongnya. Tapi DP yang kulihat kali ini, baru kali pertama aku lihat. Wajah berbalut kafan itu memang putih seperti kapur merata dengan mata yang menutup. Foto itu aku lihat tadi, malam ini, saat perjalanan pulang dari Rumah Nun ke kediaman kami.
            Memandang kembali lekat, kemudian menutup Handphone dan memandang jalan sekitar. Pikiranku mengawang. Berkhayal, pertanyaan terbang kemana-mana. Si Ninda yang sesekali mengajak bicara, tak ku tanggapi. Aku hanya diam. Masih dengan pikiranku sendiri. Bagaimana dengan aku? Jika sudah saatnya kafan itu membalut wajahku? Menutupi tubuhku? Aah sial. Kenapa jadi berairmata beneran gini :’)
            Tadi aku membayangi, dan memikirkan, ketika sang pemutus nikmat itu menghampiriku. Bagaimana sakitnya? Bahkan Rasul Allah saja tak tahan dengan sakitnya saat malaikat mencabut nyawa beliau, padahal Rosulullah di cabut nyawa oleh malaikat dengan selembut-lembutnya. Itupun masih sakit bak di cabut kulitnya. Lalu, bagaimana dengan aku? Umat yang sangaaat jauuuh kurang dalam hal apapun. Lalai dan berlumur dosa. Ah :’)
            Bagaimana cara malaikat pencabut nyawa mencabut nyawaku dari ubun-ubun? Atau mencabut dari pangkal kaki? Akan sangat sakitkah? Bagaimana setelahnya? Aku akan melihat tubuhku dimandikan oleh kerabatku, kemudian melihat diri ini di kafani, kemudian diikat rapi. Di istirahatkan di tengah ruangan dengan kain, kerabat ramai berdatangan, ah apakah akan ramai? Aku harap. Aku harap kelak tak ada musuh diantara aku dan kawan-kawan. Lalu selanjutnya.. aku akan dibawa ke pusara. Tanah merah, ya.. menjadi tempat terakhir jasadku istirahat. Setelah Allah memberikan berbagai kenikmatan di dunia dengan sangat berlimpah, kemudian terputuslah.. terputuslah nikmat itu...  setelah datangnya kematian.

            Lalu, bagaimana dengan perbekalan itu? apakah perbekalan sudah kusiapkan? Ya Robb. Aku sangat takut dengan siksa-Mu. Takut. Aku menyadari, bahwa kematian tak mengenal tua, muda, kaya, miskin, pangkat, atau apapun. Kematian bisa datang kapan saja. Engkau Maha Pemberi Pembelajaran ya Robb. Tatkala ada beberapa kejadian di tahun ini, tentang wafatnya beberapa teman yang masih muda tentunya, dengan sangat mendadak. Seorang kakak kelas di SMA tiba-tiba di kabarkan meninggal karena tersengat listrik, adik tingkat berbeda jurusan, masih sangat muda tiba-tiba kecelakaan kemudian meninggal di tempat. Guru di SMA yang meninggal secara mendadak karena sakit jantungnya setelah mengajar, beberapa minggu kemudian guru SMA ku kembali meninggal mendadak setelah lari paginya.
            Pembelajaran yang sangat mahal, bagi kaum yang mau mengambil pelajaran dan hikmah dari tiap kejadian. Yang pasti adalah kematian, tak selalu mengincar orang yang sudah tua, namun banyak pula yang muda sudah pantas menuju kematian. Ini kembali tentang bagaiamana individu menyikapi diri, mawas diri, dan berbenah. Sebagaimana beberapa hadis atau buku yang pernah ku baca, bahwa ketika sudah mencapai alam kematian, sudah tak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri, perbaikan iman. Sudah terlambat seutuhnya. Karena para manusia yang mendapat siksa kubur, selalu memohon agar dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki diri mereka. mereka berjanji akan beriman seutuhnya pada Allah jika diberi kesempatan hidup di dunia kembali. Tapi tak mempan, gak ngaruh. Manusia tersebut tak akan pernah kembali hidup ke dunia. Ia akan merasakan apa yang telah mereka kerjakan baik-buruk sebesar debu pun akan dihitung dan dibalas seadil-adilnya.
            *Ssshh Zzzt* ah ngebayang lagi foto nya. Merinding lagi. Ingat lagi. Kematian. Kamu bernafas? Setiap orang akan merasakan itu, mati. Bahkan saat tidur malam yang sebentar lagi aku alami, merupakan salah satu yang serupa dengan kematian. Oleh karenanya kita dianjurkan berdoa sebaik-baiknya sebelum tidur, karena tak ada yang menjamin untuk bangun di esok hari. Allah lah yang memberikan kita kesempatan untuk terus merasakan nikmatnya yang tak terhingga.
            Mati. Semoga Allah berikan rahmat pada kita semua, semoga kita mati dalam keadaan islam yang kaffah, islam yang khusnul khotimah. Aamiin. Pembaca, mari kita berusaha menggapainya :’)
            Ya Allah, aku adalah hamba Mu yang sangat penakut akan siksamu. Aku adalah Penakut ya Robb. Bimbinglah hamba, tetapkan cahaya-Mu pada hidup dan kubur kami semua kelak. Aamiin :’)
           
23.42 WIB *galau yang mendalam*

Sabtu, 30 November 2013

Postingan pertama inii.. saya postingan tentang cerita anak yang pupus, tidak jadi dikirim karena waktu pengiriman sudah habi. miris ya?ah gakpapa, yang penting nulisss! selamat membaca! Ohya, ini blog perdana hasil dari pelatihan menulis blog hari inii :D



Brownies dan Semut

Oleh: Rinta Wulandari




Aku sebal sekali siang ini. Brownies cokelat kesukaan ku habis. Padahal roti brownies buatan bunda sangat lezat. Kalau kue kesukaanmu habis karena dimakan oranglain, mungkin aku akan menemui si pemakan rotiku. Akan aku marahi, dan kuminta agar ia membuatkan kembali brownies senikmatan buatan bunda. Tapi.. bagaimana caranya aku memarahinya? Mereka sangat ramai, mereka sangat menyebalkan, dan mereka bertaring! Apakah aku harus menginjak mereka? Hei semut! Tega sekali kau memakan brownies kesukaanku, hingga menyisakan potongan kecil saja, itupun rakyatmu mulai menggontongnya kembali.

Hm... mungkin memang salahku, lupa menutup wadah bekalku, memang sih, itu brownies terakhir di kotak bekal, tapi tetap saja yang terakhir justru menyisakan kenikmatan terdalam, sengaja ku jadikan urutan terakhir bagi cream brownies tertebal. Eh.. malah dimakan dan digotong oleh sekumpulan semut itu.. uh! Apa jadinya kalau aku berebut dengan kawanan semut itu?

“Hei Fira, apa yang kau lihat?” sambil melihat kearah pandang mataku.
Tiba-tiba temanku Lala menghamburkan pikiranku yang sedang tertuju pada sekumpulan semut dibawah kaki ku.
“Oh semut.. mereka contoh hewan pekerjasama terbaik di dunia Fir, coba deh kamu lihat, bongkahan roti sebesar itu bisa mereka bawa dengan baik, pasti kue itu akan dibawa ke sarangnya, dan dibagikan untuk rakyat semut lainnya...”
“He.. eh.. iyaya, mereka pekerja yang baik, walaupun ukuran mereka kecil, tapi mereka bisa membawa roti sebesar itu, mungkin bagi mereka itu roti raksasan ya La...” tuturku mencoba tersenyum pada Lala. Uh.. Lala mana tahu perasaanku, ia tak tahu kalau bongkahan roti itu adalah roti terakhir buatan Bunda yang ada di kotak bekalku.
“Oh iya Fir, nanti sepulang sekolah kita akan mengerjakan PR bersama di pondokan taman kan?” Lala mengingatkan janji mereka.
“Ah.. iya, aku hampir lupa. Tentu La, aku ingat. Aku juga agak kesulitan dengan PR matematika tadi..” jawab Fira.
***
“Bun, kue brownies buatan bunda masih ada?”
“Wah sudah habis, Nak.. kan di kotak bekalmu adalah beberapa potongan terakhir brownies buatan Bunda.. bagaimana?nikmat kan?”
“Nikmat Bun... tapi aku tak bisa merasakan potongan paling terakhir... potongan itu tewas Bun..”
“Hah?tewas? ada-ada saja kamu, Nak.. “
“Iya Bun.. brownies-nya lenyap di gotong sekumpulan semut, kalau ku ambil paksa, pasti kuenya akan kotor Bun..”
Tiba-tiba ibu tertawa cekikikan..
“Kenapa Bunda tertawa?”
“Ah tidak, Bunda hanya membayangkan kamu rebutan sama para semut demi roti brownies itu.. Semut juga kan ciptaan Allah... berbagi sedikit dengan semut kan tak apa..”
“Tapi Bun..”
“Seingat Bunda, tadi pasgi Bunda meletakkan 6 potong brownies ke kotak bekalmu.. kalau itu adalah brownies terakhir, pasti kamu seudah makan 5 brownies lainnya kan?”
“I.. iya sih Bun.. tapi brownies terakhir itu dengan cream yang super tebal, Bun.. tebaal banget cream cokelatnya..”
“Hahaha ya sudah.. lain kali Bunda buatkan lagi brownies yang dua kali lipat tebalnya ya..”
***
Siang ini Lala sudah di pondokan taman, Lala terlihat sedang duduk manis menunggu Fira datang untuk mengerjakan PR bersama, kemudian berangkat mengaji bersama. Rumah Lala dan Fira berdekatan. Dari rumah, Lala memang sudah membawa dua gelas minuman cokelat dingin buatan mamanya. Lumayan, dihari terik seperti ini, menikmati cokelat dingin sangat terasa nikmatnya.
Gelas cokelat itu diletakkan Lala disebelah tempatnya duduk, gelas itu untuk Fira. Dan segelas cokelat dingin lagi, ada di tangan Lala untuk ia nikmati. Cukup lama Lala menunggu, hampir 15 menit.. akhirnya Fira datang juga..
“Lama sekali kamu Fir.. aku hampir menyelesaikan soal nomor 5 PR Matematika kita nih..”
“Hehehe, maafkan aku La.. tadi aku membantu Bunda buat kue dulu.. lalu aku mandi dulu karena kita akan langsung ngaji sore ini..”
“Ah kamu.. yasudah, ayo kita kerjakan PR nya, hari semakin sore..” Tak lama Lala baru teringat sesuatu.. “Eh iya, hampir lupa, itu ada cokelat dingin dari mama, mungkin sudah tak dingin lagi Fir, karena kamu datangnya agak lama.. itu disudut sana Fir..” tutur Lala sambil menunjukkan letak gelas cokelatnya.
“Yaaah Lala.. cokelat dinginnya semutan.. banyak sekali semut....”
“Waah, apakah masih bisa diselamatkan Fir, cokelatnya?”
“Semutnya terlalu banyak La...” tutur Fira bersedih. Hilang lagi kesempatannya untuk mengecap minuman cokelat dingin dibawah cuaca yang makin terik. Fira meminggirkan gelas berisi cokelat, kemudian Fira memukul-mukul semut yang berada di sekitar gelas dengan buku cetak matematikanya yang super teba;. “Uh, gara-gara semut.. hilang sudah kesempatanku menikmati minuman cokelat kegemaranku! Dasar semut nakal! Semut jelek! Nih matilah kau!” tutur Fira sambil terus memukuli para semut.
“Hei apa yang kamu lakukan? Sudah - sudah jangan dipermsalahkan Fir, jangan dipukul semut-semutnya.. nanti ku minta mama membuatkannya lagi untukmu...” ucap Lala sambil meanahan pergerakan tangan Fira.
Akhirnya Fira menceritakan kejengkelannya sejak tadi pagi dengan sekelompok semut pada Lala. Fira mengatakan semut itu pencuri yang semena-mena, mereka tanpa permisi mengambil makanan atau minuman manisnya. Lala menenangkan Fira, akhirnya Fira bisa tenang dan kembali menulis PR.
Hari semakin sore, sudah adzan Ashar, Fira dan Lala bergegas ke masjid hendak sholat ashar. Setelah sholat mereka akan mengaji bersama di masjid. Fira dan Lala sangat senang mengaji di sore hari. Selain mendapatkan pelajaran mengenai baca Al-Quran yang baik, dan mengetahui berbagai kisah nabi melalui yang selalu diceritakan sebelum mulai mengaji Abi Boim. Abi Boim masih muda, masih 24 tahun usianya, tapi ia masih menyempatkan waktu untuk mengajarkan anak-anak ligkungannya untuk mengaji.

Sore ini Abi Boim menceritakan kisah Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman adalah Raja yang tangguh dan bijaksana, selain itu Nabi Sulaiman juga Rosul Allah. Nabi Sulaiman diberi mukjizat untuk berbicara dengan hewan serta dapat mendengar apa yang pada hewan katakan.

“Suatu kita rombongan Nabi Sulaiman hendak melintasi suatu jalan.. kemudian Nabi Sulaiman mendengar semut komando memerintahkan anak buahnya untuk masuk ke kandang, karena Nabi Sulaiman akan lewat.. mendengar hal itu, Nabi Sulaiman memerintahkan pasukannya untuk menahan diri melangkah, karena para semut belum masuk ke sarangnya.. malah Nabi Sulaiman mengawasi langsung para semut memasuki rumah mereka.
Kemudian saat itu kekeringan, Nabi Sulaiman beserta rombongan akan datang ke lapangan untuk berdoa pada Allah agar diberikan hujan, namun ditengah perjalanan Nabi Sulaiman mendengar semut berdoa dengan tulus agar Allah memberikan hujan ditengah kekeringan. Nabi Sulaiman dan rombongan menghentikan langkah, karena doa semut telah dikabulkan oleh Allah. Jadi, nabi saja penyayang bintang, dan tidak pernah membunuh binatang walau sekecil semut pun. Ayo siapa yang hari ini menginjak semut, atau memukul semut?” pertanyaan Abi Boim seakan menjurus pada Fira. Semua terdiam, sedangkan Lala melirik Fira yang sejak tadi menunduk.
“Jadi, kita tidak boleh membunuh binatang ya?walaupun hanya semut sekalipun, karena binatang juga ciptaan Allah SWT. Kita harus sayang dan berbagi pada semua bintang, toh pencipta kita kan sama, siapa pencipta kita?” tanya Abi Noim semangat.
“Allah Subhana huwata’ala” jawab para murid serempak. Kemudian mereka melanjutkan mengaji bersama.
***
Sepulang mengaji, Fira segera menemui Bunda di dapur. Ternyata bunda sedang menghias brownies yang dibuatnya dengan cream coklat.
“Bun, ada brownies yang sudah bisa dimakan?” tanya Fira.
“Ada, itu di meja, Nak..”
Fira segera menuju meja, mengambil sepotong brownies. Fira tak langsung melahap brownies ditangannya. Sepotong brownies masih ditangannya, Fira menuju taman dan sudut teras rumah. Fira mencari lubang semut! Fira jadi malu dan merasa bersalah karena sempat membunuh semut tadi siang, Fira juga malu sempat mendumal karena semut memakan brownies-nya di sekolah. Kali ini Fira akan meminta maaf pada para semut, Fira meletakkan bongkahan demi bongkahan brownies yang telah dipotongnya. Diletakkannya potongan brownies itu disetiap lubang semut yang ada di taman dan teras rumahnya. Fira janji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.

Keesokkan paginya, Fira kembali menengok bongkahan brownies yang ia letakkan kemarin sore. Potongan brownies itu sudah tak ada, pasti sudah dibawa masuk oleh sang semut. Fira melihat lubang-lubang semut dengan seksama, seekor semut mengeluarkan kepalanya.. terlihat kumis di wajah semut bergoyang. “Hei semut, maafkan kesalahanku kemarin ya! Kamu boleh menikmati brownies ternikmat buatan Bundaku..” bisik Fira pada sang semut.