Tampilkan postingan dengan label Pulau Sebatik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau Sebatik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2016

Sambut Ramadhan Perdana di Tanah Rantau



Tulisan sudah banyak, tapi postingnya ituuu butuh energi luar biasa. Berikut dan beberapa hari kedepan akan aku posting tentang kegiatan Ramadhan di tanah rantau. Sebelum Ramadhan berlaluuuu :") 
dok. pribadi. bersama anak-anak di Desa Maspul :)

Minggu, 5 Juni 2016

            Kami sudah diberitahu oleh salah satu tim Indonesia Mengajar yang mendapat penempatan di Sebatik Tengah tepatnya di Desa Maspul, Mas Mubin. Tiga hari sebelumnya aku diminta memberikan materi, tentnag apapun itu untuk mengisi acara. Walaupun tadinya agak menolak takutnya ndak pas atau tidak sesuai. Namun Mas Mubin memberitahu, bahwa ini hanya acara kecil-kecilan dan gak ada salahnya membagi sedikit ilmu.
            Oke, akhirnya pagi ini kami berempat menuju sebuah masjid yang bernama masjid Al-Jihad. Menuju Desa Maspul yang medannya lumayaan jauh dan curam. Jalan disana berbukut-bukit, belum lagi jalan yang masih krikil, pengaspalan belum selesai. Masih dalam proses pengerjaan. Untuk itulah kami Tim Nusantara sehat harus benar-benar strong melewati jalan itu. kami hanya datang berempat, semuanya perempuan. Karena satu lagi teman kami yang laki-laki beragama non muslim.
            Aku tak tahu kalau ternyata acara itu baru dimulai setelah adanya kami, alias, mereka sengaja menunggu kami datang, baru acara dimulai. Disana ada sekitar 20an anak kecil dari SD dan beberapa anak SMP yang ikut dalam kegiatan menyambut Ramadhan inni. Sebagian besar sudah aku kenal. Tak heran, tak akala aku dimulut pintu, hendak masuk.. beberapa anak sudah memanggilku dari dalam “Kak Rinta!!” aku hanya membalas lambaian tangan dan masuk ke dalam masjid. Mereka dengan semangat memperhatikan dan memulai acara. Mereka tak asing bagiku, karena memang sebagian besar adalah anak-anak dari SDN 02 Sebatik Tengah, yang mana kemarin aku pernah mengisi kelas inspirasi di enam kelas mereka, lalu kemarin tanggal 4 aku juga datang ke acara perpisahan atau pelepasan siswa SD kelas 6 disana.

            Aku senang mereka sangat semangat. Padahal banyak dari mereka yang rumahnya jauuuuh banget, lebih jauh dari perjalanan yang aku tempuh tadi. Namanya daerah peringkat 9. Di sana jauuuuh sekali tak tertandingi. Kata memang melewati beberapa bukit. Dan kalau bawa motor, lalu motor kehabisan bensin di jalan.. itu adalah suatu hal yang sangat fatal. Hiks...
            Mas Mubin membuka acara.. membuat yel jika disebut.. “Hafidz Desa Maspul!” mereka menjawab.. “Alhamdulillah! Luar biasa! Ramadhan tiba, Allahuakbar!” dengan sangat bersemangat. Ya, semoga sebagian anak-anak ini menjadi Hafidz Al-Qur’an yaah.. Aamiin. Acara dimulai dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an. Semua hening. Mendengarkan dengan seksama. Acara kembali dimulai. Yaitu acara sambung ayat. Jadi kami membacakan satu ayat lalu audiens harus menyambung ayat itu, bagi yang hapal. Dan jika berhasil melanjutkan akan mendapatkan hadiah. Tentu ayatnya tak terlalu sulit, ayat-ayat pendek sekitar juz 30 : )
dok. pribadi. setelah sambung ayat, lanjut games tebaak kataa :D

            Mereka satu persatu maju dan menyambung ayat. Ada beberapa yang malu. Namun ada juga maju berulang-ulang karena dia hapal ayat tersebut dan mendapat banyak hadiah. Hadiah kecil lucu-lucuan saja, supaya anak-anak senang dan memperhatikan kegiatan. Setelah sambung ayat, acara selanjutnya adalah game dari kami. Game yang sederhana. Tentang kebersamaan. Yakni tim laki-laki dan tim perempuan baris. Kemudian memperagakan gerakan dari depan kebelakang. Dan barisan paling akhir harus menyampaikan pesan yang sejak depan dilemparkan. Secara bersalaman, kami membuat pola angka di telapak tangan. Dan pola ini harus diikut untuk anak dibarisan selanjutnya. Hingga barisan terakhir.. mereka harus menyampaikan pesan yang dibawa dari depan. Yaah walaupun banyak yang masih salah gerakannya, atau berbeda dari awal penyampaian hingga akhir, setidaknya semangat mereka.. dapat! Buktinya di coba kembali dengan permainan yang sama namun beda caram mereka bisa.. saat melakukan gerakan salaman dengan ketukan gerakan tubuh. Mereka berhasil meniru hingga samapai pesannya ke teman paling belakang. Yang menang berhak mendapatkan hadiah yang sudah kami bawa. Kebetulan juga hadiahnya satu boxs snack, jadi bisa di makan bersama, berbagi : )
dok. pribadi. pemanasan sebelum bulan ramadhan, biar tulus puasanya hehe

            Mereka senang dapat banyak hadiah. Lanjut materi yang aku bawakan.. yakni manfaat puasa bagi kesehatan. Slide pertama mereka perhatikan. Slide kedua mati lampu. Nahlo! Akhirnya aku menjelaskan dengan lisan apa yang aku sampaikan. Walau begitu mereka tetap fokus memperhatikan materi. Semangat mereka itu yaah gak habis-habis : ) Lalu bagian menonton video. Saat itu masih mati lampu. Video yang akan aku bawakan adalah kisah tentang dua anak kembar Nabi Adam AS, yakni Habil dan Qabil. Mereka bertumpuk menatap layar laptop yang hanya satu. Mati lampu.. tak masalah. Apalagi setelah tau akan ada kuis dari menonton vidio tersebut. Mereka makin antusias. Alhamdulillah kemudian nyala, mereka menonton kembali di layar proyektor sambil menikmati snack.
dok. games dimulaai

            Kuis yang diberikan masih dalam bentuk tim. Tim perempuan dan tim laki-laki. Tim laki-laki mendapat tugas untuk mencari pesan yang terkandung di dalam video tadi. Sedangkan tim perempuan tugasnya menceritakan kembali isi dari video tersebut. Tim laki-laki berhasil memberitahu pesan dari film itu. namun tim perempuan masih malu-malu sehingga bersedia pertanyaannya di lempar kepada tim laki-laki. Akhirnya tim laki-laki jadi banyak hadiahnya deeh :D Adalah Aiman pelopor tim laki-laki, jadi smeua pada bisa menjawab semua pertanyaan.
dok.pribadi. games motorik hehe
 
dok.pribadi. Aiman lagi sambung ayat :)
            KENAPA AIMAN? Ya, sosok ini yang menjadi perhatianku. Sejak awal acara.. ia selaluuu maju. Sesi melanjutkan ayat dengan hapalan.. si Aiman bisa beberapa surah. Semua mungkin, hanya memberi kesempatan saja kepada teman yang lain, saat aku memberi materi.. tentang QS. Al-Baqarah ayat 183.. Aiman mau maju membacakan ayat tersebut dengan lantang. Lalu saat sesi setelah nonton Film.. Aiman pelopor tim laki-laki untuk memberi kan pesan serta menceritakan kembali isi cerita. Malah tatkala kami bilang “Jangan Aiman terus bah.. ganti yang lain.. Sudirman? Yuk! Zulkarnain?” akhirnya memang bukan Aiman yang cerita.. tapi temannya. Namun.. yaa teteup.. temannya itu ikutin bisikan kata –kata si Aiman juga :”)
dok. Game islami :D

            Acara berakhir dengan suka cita. Tak ada yang tak dapat hadiah, semuanya dapat. Setidaknya mencicipi hadiah atau camilan yang di dapat dari lomba. Alhamdulillah. Suka cita menyambut Ramadhan ini sangat kentara dari wajah wajah mereka yang semangat. Aku sebagai orang baru.. baru berada di Sebatik dan akan menjalankan Ramadhan dan lebaran di tanah rantau, tetap berpikir bahwa.. ini adalah fase hidup. Fase yang harus dijalani. Lembaran yang akan terus berjalan.. terus dan terus... semua menjadi pilihan yang tidak akan berujung sesal. Justru akan membahagiakan. Saatnya menikmati jadi anak rantaau : )
dok. pribadi

Sabtu, 21 Mei 2016

Lagi, Korban Kecelakaan di Pulau Sebatik




dok. pribadi. jalan mulus di Pulau Sebatik :)

            Sore yang aman di UGD Puskesmas tiba-tiba ada mobil bak terbuka membawa seseorang yang tergeletak di dalamnya. Keluarganya ramai menemani dengan wajah yang khawatir dan berair mata. Kami, petugas Puskesmas segera hambur keluar menyambut pasien yang datang dengan membawakan tandu. Kerah belakang bapak itu penuh dengan darah yang melebar. Kondisi si bapak lemas dan lemah anak-anaknya (yang sudah dewasa) menangisi si bapak yang dalam keadaan berlumur darah.
            Aku segera menyiapkan perawalatan yang dibutuhkan. Dr.Astri juga langsung melihat pasien. Aku menggunting baju lengan panjang si Bapak takutnya ada yang patah. Ternyata si bapak di tabrak anak muda yang bawa motor dengan kecepatan tinggi. Baruuu saja si bapak keluar dari rumahnya, ternyata langsung di tabrak sama orang yang bawa motor dengan kecepatan tinggi.
            Ternyata daerah terparah adalah luka bagian belakang kepala. Sedangkan dugaan adanya tangan yang patah tidak ada. Lalu setelah di periksa lukanya.. luka di Kepala adalah luka yang menyebabkan perdarahan paling banyak. Di balik rambut yang tebal bapak usia 59 tahu itu, di kepala belakang bagian kiri terdapat luka robek tidak beraturan. Memar di wajah yang cukup besar.  Ada 3 titik dan hematom di wilayah kepala tersebut. Kemudian di beberapa bagian lain ada luka lecet-lecet serta jejas di pundak kanan dan kiri.
            Pukul 6 sore itu kami semua berpacu dengan merahnya darah. Aku dan Ka Nawir adalah perawat sore itu.. kami menggunting terlebih dahulu rambut bapak yang tebal itu.. lalu membersihkan dengan cairan NaCl 0,9% bagian kepala yang luka dan ada pasirnya. Setelah rambut pendek, bagian luka kami anestesi lokal dengan lidocain injeksi... lalu kami bersihkan kembali rambut pendek itu dengan pencukur kumis, agar luka benar-benar terlihat dan si bapak tidak merasakan sakit di cukur dengan silet cukur.
dok. pribadi. salah satu jalan di Desa Sungai Limau Sebatik Tengah
            Kemudian aku menjahit bagian yang robek tak beraturan itu, sedangkan ka Nawir melakukan deep jika terjadi perdarahan pada area yang robek. Ada 13 jahitan di kepala.. dengan titik yang berbeda. 6cm, 3 cm, 4cm. Anaknya menangis sesenggukan melihat kondisi ayahnya yang sedang di jahit kepalanya. Selesai dijahit, dengan aku yang bercucuran keringat.. *aku nyaris hipoglikemi, baru buka puasa air putih seteguk :’) tapi tetap harus selesaikan menunduk dan melihat silaunya darah yang menetes..
            Selesai kami jahit luka si bapak.. lalu kami balut bekas jahitan, bapak itu masih merasakan lemas dan pusing. Lalu dokter mengintruksikan untuk pasang infus RL dengan kecepatan 20 Tpm. Pasien dilakukan observasi.. setelah observasi diruangan selama 2 jam.. Ternyata pusingnya bapak masih belum berkurang. Maka si Bapak harus mendapatkan perawatan. Maka Bapak ini dibawa ke belakang untuk masuk ruang perawatan.
            Pukul 21.00 keluarga pasien mengetuk pintu UGD kembali dan bilang ada darah merembes dari kepala si bapak. Aku dan Ka Nawir melihat keadaannya.. darah banyak merembes keluar. Keluarganya bilang mungkin karena ia tidurnya menimpa kepala yang luka. Aku buka perbannya kembali.. ternyata darah merembes, dan ada juga darah yang memancur.. nah.. ini kena pembulu arteri nih.. darahnya beneran lurus mengucur tinggi. Segera aku minta agar dokter segera datang dan Ka Nawir ambil kembali alat-alat jahit. Terutama benang  jahit dalam.
dok. pribadi

            Dokter datang, dan kami sudah pegang klem. Dokter Astri, Ka Nawir, aku, dibantu Kiki (bidan) dan Roy (analis kesehatan) nusantarasehat. Melakukan penghentian darah itu.. kami buka satu jahitan diawal. Dan mencari titik perdarahan. Darah terus merembes. Ada juga yang mengucur. Kasa tak henti di deep untuk menambal kucuran darah. Di ruang perawatan yang panas dan pengap kami melakukan tindakan dengan lampu sorot kuning yang menyilaukan. Kami melihat bagian yang berdenyut.. lalu melakukan klem pada bagian yang berdenyut itu. Sedangkan dokter Astri melakukan jahitan ikat pada bagian yang perdarahan. Kemudian klem di lepas. Ada lagi perdarahan... kami cari lagi bagian berdenyut.. kami klem kembali.. di jahit lagi.. lalu masiih ada juga yang perdarahan mengalir. Begitu seterusnya.. sampai ada 6 jahitan dalam yang sangat menguras emosi. Bayangin; ruangan panas, pengap, dilihatin keluarga pasien yang 1 RT itu, lalu berisik cucu si pasien yang nangis, belum lagi keluarga pasien yang menangis karena sedih melihat kondisi bapaknya.
            Akhirnya pukul 10 malam kami selesai menghentikan perdarahan.. setelah tadi 3 klem terpasang dibeberapa titik perdarahan dan berhasil di jahit.. kemudian kami tinggal menjahit kembali bagian luar kepala si bapak.  Oh ya sejak tadi kami terus loading cairan RL. Karena perdarahan yang memang banyak.. teruus kami loading hingga plabot ke 3 terpasang.  Si bapak mengigau.. tapi masih kooperatif menjawab pertanyaan. Dan tangis anak-anaknya makin kencang. Si bapak kami rapikan kembali dengan balutan di kepalanya. Kami rapikan segala yang  kental, stosel yang memenuhi bagian bawah rambutnya.
            Haah hari ini satu pasien cukup menguraas energi. Tapi Alhamdulillah semua sudah terselesaikan. Dan pasien juga stabil. Kaan siapa sangka jalan yang mulus beraspal membuat angka kecelakaan sedikit? Sayangnya banyak yang menganggap jalan mulus nan sepi di wilayah Sebatik ini jadi arena balap bagi anak-anak muda. Malah balapan tanpa lawan. Karena dia sendiri yang ngebut. Padahal di jalan yang sepi itu seringnya menipu. Dikira aman ternyata di pengkolan ada truk bawa air. Di kira aman, eh ada anak kecil yang mau nyeberang, dikira aman, eh ada kakek yang mau nyeberang. Kan begini jadinya.. si penabrak juga sudah datang ke UGD, ia hanya lecet-lecet dan ia setuju kalau kasus ini di bawa dan lapor ke kepolisian setempat.
            Nah semoga jadi pelajaran, buat aku... buat kita yang baca yah.. aamiin : )
Ditulis:
Desa Aji Kuning, Pulau Sebatik, Kalimantan Utara
Kamis, 19 Mei 2016 
dok. pribadi. jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas yaaah :)

Rabu, 17 Februari 2016

Arisannya Perantau




Sebatik Tengah, Desa Aji Kuning
Kalimantan Utara

            Arisan adalah suatu hal yang secara turun temurun terjadi.. di lakukan orang Indonesia utamanya. Dahulu arisan merupakan suatu ajang menabung sekaligus silaturahim. Karena lewat arisan.. kita akan berkunjung kerumah orang yang mendapat arisan, lalu makan bersama, bincang bersama dan mendapatkan keakraban. Melalui arisan juga kita bisa memiliki banyak teman. Kini arisan gak hanya diminati ibu-ibu. Namun bapak-bapak.. orang yang sudah tua hingga muda. Kini malah banyak arisan dengan berbagai jenis.. mulai daeri arisan barang perabotan, arisan daging, arisan berlian sampai yang bahaya.. arisan berondong. Wuh.. jangan yaah. Makin kesini sosialita yang hingar bingar makin mucul dan naik kepermukaan.
            Oke, malam ini aku gak akan bahas tentang arisan yang aneh-aneh. Karena sejak aku kecil hingga sekarang, aku hanya pernah mengikuti arisan uang. Dahulu.. saat SD, aku dan teman sekolah buka arisan... namanya arisan satu hari seribu. Jaman dulu kan, seribu itu lumayan... bisa beli minuman ringan plus siomay. Yang paling seru saat arisan adalah kocokan. Domana kita bersemangat menyerahkan uang.. lalu dagdigdug menanti nama yang keluar dari kocokan itu. dan.. wah bukan nama kita!hahah yaudah sabar tunggu minggu selanjutnya. Lalu dihari itu, kocokan lagi.. namaku yang keluar.. wih bahagianya seorang Rinta yang berusia 9 tahun kala itu.. pegang uang seribuan banyak..segepok! ialah ada 30 orang yang ikut.. dan dikocok tiap satu minggu. Hehe. Akhirnya uang itu pergi begitu saja dari tangan kecil itu.. entah beli ini itu.. dan tak dirasa..hiks..
from google picture

            Kini 22 tahun sudah usiaku.. Arisan kami lakukan dengan lingkungan puskesmas. Pegawai Puskesmas.. sudah memiliki gaji, dan memikirkan banyak hal yang memang harus menabung dengan berbagai cara.. menanggulang sifat boros. Akhirnya berani... ayo arisan satu bulan satu juta. Hmm lumayan ada 13 orang nih.. hehe. Aku ikut.. kami ikut. Ya tim Nusantara Sehat ikut arisan semua, kami butuh nabung... tapi agak ragu dengan kemampuan diri menabung... huhuhu. Semoga bisa jadi jembatani menanggulangi sifat boros yah.. aamiin.
            “Hei Rinta! Ayo ikut arisanku! 5 juta perbulan..” Ucap Kak Ading.
            “Besarnya.. untuk apa kak?” tanyaku.
            “Untuk tebus mahar mu..hahaha.” ucap Kak Ading bercanda sambil tertawa.
            =____=

ditulis pada 13 januari 2016

Rabu, 27 Januari 2016

Merujuk Pasien Perdana ke RSUD Nunukan





            “Rin.. berangkat merujuk ya..” Ucap Kak Kahar selepas apel siang.
            Ha? Aku mau aja, merujuk. Ke Nunukan. Kesana naik Speedboat. Asiik.
            Ah ya, pasien ini masuk pukul 9 pagi tadi. Dengan keluhan bengkak seluruh tubuh, CRT > 2detik, lemas, agak sesak, tensi tinggi dan terlihat pucat. Pakcik ini mengatakan sudah seminggu ini dia pipisnya sedikit sekali. Sementara ia bertahan saja dirumahnya, sampai akhirnya bengkak seperti sekarang ini. Dokter memeriksa. Dokter langsung menyarankan untuk di rujuk. Sebelumnya advice untuk dipasangkan infus, tetesan Asnet, IvfD NaCl 0,9 % dan injeksi Furosemide 1 ampul IV/ 8jam. Lalu pasang kateter urine. Kami agak kesulitan memasang infus, namanya juga pasien dengan oedema. Pembuluh lelaki yang harusnya besar dan jelas, kini tenggelam dengan cairan dalam tubuhnya. Akhirnya walau dengan 2 kali tusukm kakek 79 tahun ini bisa juga diinfus. Kemudian pemasangan kateter dilakukan oleh perawat laki-laki.. pertama sudah dicoba dengan kateter ukuran 18, namun tak bisa,, selang pasti keluar lagi.. kata kakak perawat, teraba prostatnya juga. Akhirnya selang kateter diganti dengan ukuran lebih kecil,, ukuran 16. Kateter bisa dipasang.. urine mengalir deras bahkan langsung 500 cc.

            Pasien dan keluarga awalnya menolak di rujuk. Sebenarnya bukan karena keluarga yang menolak.. namun si pasien yang menolak.. karena kepikiran anaknya yang harus tinggal dimana kalau ia dirawat ke Nunukan. Akhirnya saat observasi pukul 12 siang, aku beri pemahaman pada pasien dan keluarga. Apalagi tadi hasil pemeriksaan darah lengkap, ternyata HB si kakek hanya 4,2 gr/dl. Dokter juga sudah menjelaskan bahwa tindakan tranfusi hanya bisa dilakukan di RSUD Nunukan yang memiliki fasilitas pmi & bank darah. Aku memberi pemahaman pada si kakek gak perlu khawatir dengan anak-anaknya yang ikut ke Nunukan. Karena yang lebih penting adalah usaha menyembuhkan si kakek.


            Oke akhirnya sore hari keluarga pasien baru bilang setuju, dan kami siap-siap berangkat. Dokter Eka yang tadi sudah pulang, kami hubungi kembali supaya membuat surat rujukan.. untungnya staf penting puskesmas rumahnya gak jauh-jauh. Setelah persyaratan selesai, fotokopi ini itu sudah kami berangkat. Pasien dimasukkan kedalam mobil ambulance puskesmas.. lalu kami siap menuju dermaga untuk mendapatkan speedboat menuju Nunukan. Keluarga pasien bernegosiasi dengan nahkoda kapal untuk pulang perginya. Setelah speedboat sampai, kami menuju kapal cepat itu. Aku duduk di paling depan.
            Duduk di depan sebelah nahkoda,, sebelah lagi adalah keluarga pasien yang membawa balita. Langsung berhadapan langsung dengan ombak, diterjang.. dan dihantam-hantam itu speedboat. Si nahkoda juga sambil pakai helm, karena silaunya sinar mentari sore. Namun kami datang lebih cepat, karena speedboatnya memang berjalan cepat. Kami sampai.. petugas dermaga dengan sigap mengambil kursi roda untuk pasien kami yang sakit. Sebelumnya kami sudah menelpon pihan RSUD Nunukan agar menjemput kami di dermaga. Ternyata sampai sana.. supir ambulance RSUD Nunukan sudah standby menunggu kami. kami lansgung menuju RSUD Nunukan.

            Sesampainya di IGD, pasien segera disambut oleh perawat IGD. Dimasukkan kedalam ruangan dan dirapikan. Memasuki IGD saja, kami harus lepas sendal..  dan petugas didalamnya pun pakai sendala ala-ala ruang steril. Jadi kami lepas sendal.. jujur dibandingkan dengan RSUD tempat aku kerja di Lampung dulu, RSUD Nunukan lebih tertata dan bersih.. tempat administrasinya pun tertata. Pasien masuk lalu  aku dan kak Fatma selaku perawat yang mengantar pasien melakukan overan dan penjelasan kepada dokter jaga. Mengenai terapi apa saja yang sudah diberikan, TTV yang dilakukan tadi siang dan lain sebagainya, hingga kata dokternya... “Oke..” kami baru pulang : )

            Pulangnya.. sama kami diantar kembali ke dermaga oleh petugas ambulance RSUD Nunukan. Kami naik speedboat yang tadi lagi. Kali ini lebih lapang dan tak ada orang sakit didalamnya.. walaupun ada tambahan 5 orang lelaki yang terdiri dari TNI dan perawat dari wilayah lain.. setidaknya didalamnya gak ada orang sakitnya kan. Jadi bebas deh.. speedboat ini mau ngapain... kami kuat kok.. banting bantinglah hiks :”


            Lalu sampai di dermaga Sebatik Barat, kami sudah di tunggu Mas Islan supir Ambulance puskesmas kami. kami kembali pulang menjalanai perjalanan yang kece pemandangannnya. Hujan cukup deras, kabut datang. dan beberapa titik jalan tebing kami lalui perlahan, bahkan dibeberapa titik hari sudah tertutupi kabut.. malah bisa dibilang awan yang menutupi.. karenaposisi kami memang tinggi. Benar benar putih. yaa kabut. Atau awan. A kalau di sumatera ini bisa dikira kabut asap nih :”)



”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah Shallallahualaihiwassalam menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia lainnya”. (HR. Thabrani)

Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Pergilah kau kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air yang diam menjadi rusak kerana diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak kan keruh menggenang

Singa tak akan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran (Imam Syafi’i)