Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Utara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juli 2016

Rahma Tri Yuniastuti Perawat ‘ngeselin’ Pelosok Kalimantan



Rabu, 20 Juli 2016
 
dok. pribadi. sebelum keberangkatan Rahma ke Long Bawan, Kalimantan Utara. duh agak blur yak :")
            Terimakasih atas postingan mengandung unsur SARA nya yaa.. ibu Perawat Rahma Tri Yuniastuti. Oke berikut akan saya konfirmasi ulang atas segala kebohongan yang tertulis di blog Nona Perawat yang lahir di Jakarta tapi bukan orang Jakarta, orang Depok tapi sebentar lagi jadi warga tetap kecamatan Krayan, Desa Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
.
            Jadi Blog yang berjudul “RintaWulandari Esemele” ini mungkin adalah wujud kasih sayang dari Nona Perawat yang sebentar lagi ucap salam perpisahan dengan ‘sinyal internet’ dan akan kembali kehabitatnya di pedalaman Kalimantan Utara, di balik lembah yang hanya bisa dilalui melalui pesawat kecil berawak bisa juga dengan menggunakan pesawat Susi Air yang harus di booking jauh hari. Jadi dari judul aja udah buat terkaget-kaget dan pasang wajah curiga. Ya beneran, kecurigaan ini terbaca juga haha. Aku paham itu bentuk kekaguman kamu ke aku *wkwk
            Jadi kebohongan yang ada di blog itu adalah.. pertama kami mengobrol bukan di gedung Gatot Subroto. Salah satu aula yang menjadi kelas kami, tim Nusantarasehat yang menjadi tempat paling nyaman dan dicari saat materi. Karena bisa rebahan , ngadem dan tidur saat materi.. lalu di pergokin Pak Siallagan dan di kerjain Tentara mantan Kopassus itu. haha. Pertama ketemu dan kenal si Rahma ini saat jaga malam. Bukan jaga malam di Rumah Sakit, apalagi di KSA Rindam Jaya *duh toloong*
dok. pribadi. Rindam jaya tak akan ku lupaaa

            Jadi saat jaga barak. Barak kami itu menyimpan semacam berlian yang tiap jamnya harus di jagain. Penjaganya juga harus berganti-ganti orang. Iyaa, disana tidur warga kompi kami. Para wanita perkasa di barak 1 dan 2 yang akan meningkatkan kesehatan di pinggiran Indonesia. Itu luarbiasa banget kan manfaatnya. Jadi malam itu kebetulan shift kami sama. Jaga barak di waktu yang sama. Mungkin itu pukul 2 pagi. Dengan kantuk yang berat namun tetap dilawan. Jadi saat itu ada wanita berbehel yang duduk di pinggir gardu jaga dan tegor-tegor aku. Ia berdalih memulai pembicaraan tentang Uswah. Iya, tulisan di Kompasiana tentang test tahap 2 di Nusantarasehat itu jadi jalan kenalnya kami.
dok.pribadi. ini yang ditengah kami inilah yang Namanya Uswatulhaq Asolah Robaniyah, teman seperjuangan aku di Nusantarasehat, selama test gadis bandung penempatan di Maluku Barat daya. kalau yang jilbab Abu bau otu partner in crime yang dibahas di blog ini. Rahma, Perawat penempatan Desa Long Bawan Kalimantan Utara

            Jadi setelah percakapan tentang tulisan itu, dan cerita tentang Uswah yang ada di samping tempat tidurnya. Akhirnya aku tahu bahwa ia juga perawat. Yaaa namanya juga sesama perawat dan ketemu kan.. jadinya gitu.. banyak percakapan tentang keperawatan, Rumah Sakit yang pernah menjadi tempat bekerja, penyakit yang sering dihadapi di Rumah Sakit. Awalnya agak excited saat dengar pengalaman dia bekerja di Rumah Sakit. Waaah pindah-pindah muluuuu! Di Rumah Sakit A, B, C, D dan itu cuma berjalan bulanan. Lalu ia pindah lagi ke Rumah Sakit lainnya, ini aku yang bingung antara orangnya yang ga betah-an, apa karena orangnya yang sering bikin ulah di RS makannya di suruh ganti-ganti RS mulu hahaha. >.<
dok.pribadi. rahmaa kamu dimaana? kok ga keliatan?wkwk

            Yaa. Menjelang penutupan pembekalan Nusantarasehat. Kami jadi lebih saling mengenal. Apalagi saat tahu bahwa kami berada di Kabupaten yang sama, Nunukan. Kemudian saat pembekalan juga kami sering diajak untuk berkolaborasi dengan kelompoknya Rahma tentang program yang akan dilakukan. Selama perjalanan juga saat pertemuan kami sering diskusi tentang wilayah calon tempat penugasan kami. Membanding-bandingkan dan lain-lain.
            Aku bukan tipe orang yang cepat dekat dengan orang. Terkadang aku terlihat pendiam diawal. Jika sama prang yang baru dikenal. Itu adalah tanda bahwa aku sedang membaca situasi dan mengenal sifat orang yang baru dikenal dengan tingkahnya. Tapi biasanya kalau sudah cukup kenal dengan orang baru tersebut, mungkin yang terjadi adalah aku yang lebih banyak ga bisa diemnya, alias keliatan aslinya haha. Jadi saat menganalisa sifat dan karakter si Rahma yang baru aku kenal via Kompasiana dan via Rindam Jaya ini.... gatau kenapa ya mengaliir aja. Semua pembicaraan nyambung dan pemikirannya lebih sering sepakat. Jarang ada perbedaan. Ini jodoh?
.

            Jadi setelah pembekalan usai. Dan kami berangkat ke penempatan masing-masing. Ternyata silaturahim masih tetap berjalan walaupun via telpon. Via internet yang kadang-kadang. Dan via email yang katanya 2 minggu baru akan sampai ketujuan. *mending pake merpati post aja daah* sinyal di lingkungan penugasannya memang tragis. Kalau diceritakan getir banget. Karena disana sinyal hilang timbul. Kalau mau dapat Wifi harus jalan jauh ke area PLN. Perjalanan tandus dan becek. Banyak warga yang sibuk dengan pekerjaan mereka bertani dari pagi ke pagi lagi. Alhamdulillah masih ada sinyal telpon.YA, itulah Krayan... Desa Long Bawan, Kalimantan Utara.. daerah terpencil, pelosok dan perbatasan. Lengkap.
.
            Tentang RSCM. Hmm awalnya agak terkesima, ternyata kamu mantan perawat di RSCM ma. Walaupun baru lulus training tiga bulan lalu keluar karena Nusantarasehat. Hebat ya kamu ma, perawat di RSCM...(dalam hati). RSCM... kalau menurut aku jelas semua perawat dan tenaga medis lainnya mau banget kerja disana. lingkungan yang nyaman, peralatan lengkap, tim tenaga medis yang memadai, dan berbagai kasus medis yang aneh-aneh se-Indonesia pasti ada di RSCM. Rumah sakit rujukan terakhir se-Indonesia loh, tipe A.  Apalagi pas lihat gedung dan dalamnya saat pembekalan nusantaraasehat lalu di RSCM. Huwaaaah. Kereen. Tapi yaa keinginan jadi perawat disana baru sekedar keinginan kok. Setelah mendengar kesaksian dari kamu.. yaudah nanti aja jadi perawat di RSCM nya. Kerjain yang di depan dulu jadi perawat di Nusantarasehat. Kita kan ‘Tak Kemana-mana’ yah haha :D
dok.pribadi. akhirnya satu persatu darikita di pisahkan dalam penugasan masing masing :")

             Nah biasanya, untuk mengisi kebosanan dirumah dinas, saat sedang istirahat, aku sering mendaftar TM ON. Telpon sepuasnya dengan harga tertentu. Setelah menelpon orangtua, ialah telpon ke teman-teman dibelahan Indonesia lainnya. Kadang juga kecantol telpon berjam-jam dengan si Rahma. Pembicaraan kami walau sampai kuping panas entah-kenapa-ga-ada-bosennya. Ga ada hening semenitpun. Adaaa aja yang dibicarain. Mulai dari perbicangan tentang lingkungan kerja, perbandingan dengan rumah sakit, membicarakan kasus keperawatan, membicarakan tentang kondisi rumahtangga di penempatan, tentang psikologis, hingga pembicaraan tentang perasaan. Kalau tentang perasaan ini.. yang sering Baper keliatan doong siapaaa. Si Rahma, yang keseringan Galau karena pemuda Krayan asal Sebatik yang ada di lingkungan kerjanya. Nah lo. Berbagai hal yang terjadi antara mereka complicated. Tapi si Rahma beruntung. Ada aku. Biasanya aku yang sering jadi informan nya kalau si pemuda disana pulang kampung ke Sebatik. Hmmm. Iyalaaah, satu puskesmas kayaknya keluarga pemuda Krayan itu semuaaa.
            Aku akui, Sebatik. Namanya juga kepulauan kecil. Maka ga heran kalau sepertinya satu puskesmas adalah saudara bagi pegawai puskesmas yang lain. Entah karena pertalian sepupu-keponakan atau ipar. Jadi semua seperti berhubungan. Yang satu adalah saudara bagi yang lain. Ia sih kan saudara sesama muslim juga hehe. Atau ada yang suami A adalah mantan pacar B dan C di satu tempat kerja. Baiklah, jadi tentang hubungan kalian, gausah dibahas panjang lebar disini yah. Yang jelas gimana yang terbaik. Gimana baiknya, dan yang jalani kalian berdua.. kendala suku? Ooh Bugis-Solo? Ga masalah ah. Tapi dikondisikan dengan keluarga masing-masing yah.
            Blog ini bukan untuk bales dendam kok hahaha aku tu orangnya sangat cinta damai loh. Walaupun kamu senakal apapun ke aku, nyebelin atau sering banget ngeselin. Asal kamu tau ya ma, aku gak akan berhenti kirim foto kegiatan disini. Kalau ada kegiatan tentang nusantarasehat, atau dengan para pemuda dari Sebatik pasti aku akan kirim ke kamu. Seperti kamu yang kirim ke BBM aku tentang “share location” saat kamu udah sampai di Jakarta. Secara ga langsung kamu udah ajak anak perbatasan berantem, karena itu share location bikin envy bangeet. Eh aku mudik bulan depan loh, Agustus. Nanti aku share location ke kamu juga ya? Eh di Krayan ga ada sinyal internet yah? Duh :”)
.
dok. pribadi. masa masa akhir pembekalan. udah agak legaa boleh bawa hapeee :D
            Well. Terimakasih sudah hadir. Terimakasih atas pemikiran hebatnya walaupun baru dipikirin. Haha tapi aku yakin semua pemikiran itu akan kejadian juga. Sukses untuk proyek kita kedepannya ya.. you-know-what buruan di susunnn! :3. Sukses jadi perawat di batas negeri yah. Sukses untuk segala program yang penuh tantangan disana. Terimakasih udah jadi sosok yang ‘beda’ aku semacam kenal dengan kepribadian aku sendiri kalo lagi ngobrol sama kamu. Banyak kesamaan. Tapi aku orangnya ga seceplos kamu kok wkwk. Kurangi kata-kata “gataulah... liat aja nanti...” karena itu bikin baper orang yang lagi nunggu kepastian hahaha :p
            ohya, terimakasih juga atas rasa “ketemu teman lama” kalau lagi ngobrol seperti ga ada sekat lagi. Apaaa aja dibahas. Sampe lupa kalau baru saat di barak rindam jaya. Atau beberapa bulan lalu ternyata kita baru kenal. Tapi sama rasanya seperti aku ngobrol sama sahabat dari zaman SMP ku di Lampung. Tentu kamu bukan teman SMP ku dong? Apa iya? jangan-jangan kamu teman SMP ku yang tertukar? *eh
            Salam dari Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan-Kalimantan Utara. Perbatasan Indonesia-Malaysia. Salam kangen rindu, doakan perjumaan kita lagi ya, stay tune Tangga –Tak Kemana-mana- *loh 
dok. pribadi. yang blur versus yang gelap. ga ada yang beres emangg kita ini  :")

Selasa, 29 Maret 2016

Kelas Inspirasi: "Ketika Perawat jadi Wartawan" (2)



 
dok.pribadi. sebelum berangkat ke SDN 002 Sebatik Tengah
Ini adalah tulisan lanjutan dari kelas Inspirasi (1) ditulisan aku sebelum tulisan ini. selamat Bacaa :)
Oke, apaboleh buat. Akhirnya aku berubah wujud. Dari seorang perawat, berubah jadi seorang wartawan. Aku masuk kelas dengan jaket Nusantarasehat. Aku masuk ruang kelas 3. Langsung disambut nyanyian.. “Selamat datang kakak, selamat datang kakak. Selamat datang kami ucapkan. Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama. Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama...” nyanyian serentak yang dilakukan anak-anak dengan suka cita.
            “Assalamualaikum wr wb. Selamat Pagi!”
            “Waalaikumsalam wr wb.  Pagi-pagi-pagi luarbiasaa!” jawab mereka.
            Kemudian aku mengenalkan diri. Dan menjelaskan tentang profesi sekarang. Aku mengenalan jaket, dan menggantung kamera digital, dan pakai topi. Mereka mengira aku sebagai tukang foto. Walaah, mengira aku sebagai perawat. Hehe sekarang engga lagi. Karena sekarang profesi yang akan aku jelaskan kepada mereka adalah Wartawan. Jadilah aku mengisi kelas Inspirasi tentang  jurnalistik deeh :”) 
dok.pribadi

            Karena engga ada bahan materi. Jadi aku mengingat saja waktu kelas menulis di Forum Lingkar Pena. Saat mengisi kelas jurnalistik di SMA boarding School Miftahul Jannah. Pada anak-anak SD ini aku memberikan ilmu mengenai berita. Tentang 5W 1H yang ada dalam berita dan lainnya. Aku menunjukkan kepada mereka bagaimana seorang reporter menyampaikan liputan atau laporan langsung dari tempat kejadian dengan bahasa sehari-hari. Kemudian aku juga memberi gambaran pada mereka bagaimana seorang wartawan mewawancarai seorang narasumber, misalnya ada artis yang datang atau seorang presiden yang datang ke sekolah mereka. Bagaimana sikap wartawan yang baik ketika akan mewawancarai seorang narasumber dan lain sebagainnya.
 Terakhir aku memberikan tugas kepada mereka untuk menulis diatas kertas satu lembar. Walaupun tema nya jurnalistik, namun untuk tugas yang aku berikan tidak harus tentang yang aku bahas. Setidaknya mereka bisa menuliskan apapun yang ada di pikiran mereka. Aku memberikan mereka tugas untuk menulis bebas mengenai apasaja.
“Keluarkan kertas, pena atau pensil.. ada tugas untuk adik-adik.. tugasnya adalah.. tulislah hal apapun. Sembarang.. tulis tentang pantun kah.. puisi kah.. diary kah.. tentang cita-cita kah.. sembarang yah.. yang penting jangan terlalu pendek, karena akan dibacakan di depan kelas. Waktunya hanya 10 menit. Oke?” ucapku, mengikuti bahasa mereka sehari-hari.
dok.pribadi. anak-anak yang sedang serius dengan tulisannya :)

            Aku melihat sekitar. Berputar... mereka menuliskan berbagai hal. Yang banyak mereka tulis adalah pantun. Mungkin karena terpengaruh serial upin-ipin, atau tokoh jarjit yang suka berpantun yah.. pantunnya lucu-lucu. Setelah 5 menit berlalu.. anak-anak yang selesai menuliskan ceritanya maju kedepan satu-satu sambil membaca karyanya. Bagiku, hmm ini bisa jadi cara mereka juga agar bisa percaya diri berbicara di depan kelas kan. Kadang ada pantun atau cerita mereka yang aneh, atau hanya dua baris saja.. namun aku berusaha tak menutunkan rasa percaya diri mereka, tetap bilang.. “Oke, Pantunnya bagus... siapa lagi yang mau majuu?” mereka berebut maju ke depan kelas. Aku memandang kening-kening itu, kening-kening mungil yang memiliki asa yang tinggi. Anak-anak Indonesia, penerus bangsa. Ah malunya aku pada mereka, seumuran mereka aku dulu sering lalai dan lebih banyak bermain-main sedangkan mereka? selalu berjuang dengan keadaan diri, keadaan sekolahnya yang lumayan jauhnya.
            Kelas-kelas selanjutnya aku selalu memberikan hal yang berbeda. Kadang aku mengajak mereka nyanyi bersama-sama.. menyanyi laskar pelangi dan lain sebagainya.. agar mereka tidak mengantuk dan tetap bersemangat. Sampai akhirnya... ada 6 kelas yang ku ajar. Perkenalan mengenai profesi. Medis dan wartawan. Pengenalan profesi medis walau hanya 2 kelas, lalu 4 kelas pengenalan mengenai jurnalistik aku tetap senang. Dan lebih bahagia karena semangat anak-anak ini. 
dok.pribadi. mengejar waktuu baca karya sendiri :)
 
dok.pribadi. "Cita-cita ku sebagai Pemadam Kebakaran" :)
            Lalu sekitar pukul 12 lewat, Bus sekolah sudah datang menjeput mereka. namun karena masih ada satu materi lagi, mereka di tinggal bus. Dan akhirnya banyak anak yang harus jalan kaki cukup jauh apalagi siang itu sangaat terik dan debunya banyak sekali. Sepulang makan siang bersama staff guru serta narasumber lain. Kami pulang. Karena dokter Eka yang mengisi kelas Inspirasi di Desa Lourdes sudah datang. Lalu beberapa anak memegang tanganku, ingin bicara sesuatu.. “Kak Rinta, bolehkah kita menumpang mobilnya?” tuturnya, karena kami pulang dengan mobil puskesmas.
“Boleh, Dimana rumah kalian?” tanyaku.
“Aji Kuning kak...”
“Oh iya.. ayo bareng saja.. satu arah juga kan..”
Akhirnya adik-adik itu ikut kami pulang ke arah Desa Aji Kuning, meninggalkan Desa Maspul sekolah mereka ini. Ada 3 orang yang ikut kami. Lalu menengok ke belakang.. ternyata masih banyak anak yang jalan kaki bersama-sama.. Tekena hembusan debu dari belakang mobil. “Wah masih banyak juga teman-teman mu yang jalan kaki dibelakang?”
dok.pribadi. say cheese!
 
dok.pribadi
“Iya kak. Ketinggalan bis tadi kan.., jauh mereka punya rumah..” tutur salah satu anak yang ikut di mobil kami. mereka bertiga ini tadi pagi yang menari Tarian Borneo dan Tari Saman : )
Perjalanan memang cukup jauh dari Desa Maspul ke Desa Aji Kuning. Apalagi medannya yang sangat terjal.. jalan-jalan disana masih berupa kerikil, akan ada pembangunan jalan sepertinnya melihat banyaknya bahan pembuatan aspal di sisi jalan. Di Desa Maspul ini juga paling sering terjadi kecelakaan, jika pengendara motor atau mobil tak hati-hati. Dan jika terjadi kecelakaan, luka yang ditimbulkan biasanya lumayan parah, karena kondisi jalan yang masih krikil.
dok.pribadi. para pengajar kelas Inspirasi hari itu :)

HARI INI AKU BELAJAR. Lagi-lagi.. aku belajar banyak dengan mereka, anak-anak SDN 002 Sebatik Tengah, di Desa Maspul. tentang cita-cita anak-anak perbatasan yang sangaaaat ingin meneruskan sekolahnya. Ada ketakutan dalam dada mereka... takut jika orangtuanya kelak.. setelah SD usai menyuruh mereka bekerja membantu orangtuanya ke kebun. Ada rasa takut jika asa mereka tak sampai, kerena tuntutan ekonomi.. sedangkan cita-cita jadi dokter, polisi, TNI, pemadam kebakaran, atau jadi guru itu sudah terpatri di benak mereka. SEMANGAT, ada titik dimana semangat mereka ini sangat menggebu dan berkobar, mereka tak takut dengan apa yang kelak akan mereka hadapi. Yang mereka tahu sekarang adalah, belajar segiat yang mereka bisa, membaca sekuat yang mereka mampu dan berusaha mendapatkan nilai tebaik dalam buku raport nya nanti. Serta jujur dengan apa yang mereka kerjakan. Itulah pemikiran mereka, anak-anak polos dari perbatasan negaraku, Indonesia.
 
dok.pribadi. mading di tembok sekolah mereka, ada juga tulisan mereka mengenai cita-cita
dok.pribadi. pohon impiaaan :)
 
dok.pribadi. semangat tempel impian setinggi yang mereka bisa :)
 
dok.pribadi
 
dok.pribadi. aku gak sedih jika semua siswa gak ada yang berminat jadi perawat. toh, mereka berhak memilih cita-cita yang tinggi kan? dari medis. masih profesi DOKTER lah yangmenjadi primadona, semoga kalian selalu jaga mimpi-mimpi kalian. lalu mewujudkannya yah :)
 
dok.pribadi
dok.pribadi. makasih Syukri kelas 5 SD yang sudah mengutarakan perasaannya :")

Ditulis di Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah.. Kalimantan Utara, Indonesia.

Jumat, 12 Februari 2016

Mahar Untuk Gadis Daerah




 
dok.google.co.id.. salah satu bentuk mahar yang unik
            Tim Nusantara Sehat yang berada di wilayah Desa Aji Kuning, untuk Puskesmas Aji Kuning terdiri dari lima orang. Dengan berbagai latar belakang, suku, budaya dan kebiasaan. Mulai dari profesi Perawat, bidan, Analis, kesehatan lingkungan, serta kesehatan masyarakat. kami ada yang berasal dari NTT (2 orang), Lampung, Jawa, serta Jakarta. Sudah satu bulan lebih 1 hari kami tugas disini, kami sudah mengenal banyak pegawai pueskesmas, banyak mengobrol dan belajar. Tak terkecuali bercanda.. kadang dalam obrolan, kita mampu mengenal banyak hal, mengetahui lebih banyak dan mendapatkan pengetahuan baru.
            Tadi siang, saat pasien di UGD belum ada, kami mengobrol dengan Pak Kahar salah satu perawat yang cukup senior di Puskesmas Aji Kuning. Beliau senang mengobrol dan bercanda. Termasuk menjodoh-jodohkan aku sama Kak Ading. Wuuh. Jadi Pak Kahar tanya sama teman kami yang berasal dari NTT. “Berapa biasanya, mahar kalau ada orang mau lamar kau?” tanya Pak Kahar dengan logat khas Bugisnya.
            “Kalau di NTT tu cukup mahal Pak. Biasanya paling murah tuh 100 juta. Bisa lebih.. belum lagi seserahannya..”
            “Mak! Mahalnya.. “ Ucap Pak Kahar diikuti perawat lain yang sedang duduk disana. “Aku bayangkan.. kalau aku cinta sama kau, aku lamar lah kau dengan gadaikan SK PNS ku 10 tahun.. seratus juta.. kita bahagia 3 bulan aja, selebihnya kita berhutang...hahaha” ungkap Pak Kahar sambil ngakan dengan suara khas.
            “Ah ku kira orang bugis aja’ yang mahalnya itu mahar. Ternyata NTT lebih mahal. Kalau orang Bugis tu paling murah 20 juta.. belum lagi seserahannya.. ada juga yang seserahannya lemari empat pintu dan harus dipenuh barang-barang kebutuhan, mana harus bermerek pula.. kalau sarung tu.. harus sarung merk gajah duduk.. mahal kan tu..” Ucap Kak Mhia menambahi.
            Pak Kahar melihatku yang memoerhatikan mereka dengan seksama sambil tersenyum-senyum geli. Hahaha gimana gak senyum geli, orang Bugis itu ya.. logatnya unik banget.. jadi ngomong hal yang lucu dikit.. humornya bikin ngakak hehehe.
            “Hei kau Rinta.. gimana kah kalau orang Lampung? Berapakah maharnya?” tanya Pak Kahar.
            “Kalau aku sih.. hati yang besar, iman yang kuat dan bertanggungjawab itu udah cukup, Pak...”
            BUKAN!hahaha aku gak jawab itu ke Pak Kahar. Bisa habis diketawain aku, haha. Walaupun sebenarnya itulah keinginan hati yak.
            “Hmm kalau Lampung.. gak ada ketentuan sih pak.. yang jelas kesepakatan keluarga besar aja Pak..”
            “Jadi kau 5 juta aja sudah bisa dong? Hai pergilah kau Ading, lamar Rinta, 5 Juta maharnya..hahaha” ucap Pak Kahar bercanda.
            “Wiiih, ndaklah Pak.. keluargaku yang tak terima Pak..hahaha”, jawabku sambil bercanda.
            Lalu seorang pegawai puskesmas mengatakan kalau di Jawa mahar itu tidak dipermasalahkan. Yang penting ke KUA, syah. Lalu melakukan pesta pernikahan sendiri-sendiri, tanggungjawab orangtua.. lalu pisah dengan orangtua dan hidup mandiri. “Nah.. sebenarnya itu yang bagusnya ya Pak.. itu sunahnya.. hehe..” ucapku.
dok.google.co.id.. salah satu bentuk mahar masa kini..

            “Tapi ya cam mana.. orangtua tu pasti tekankan tradisi.. mau mahar besar ujungnya habis juga’ untuk biaya pesta..” ucap Kak Mhia menambahkan.
            Well.. pembicaraan tentang mahar yang kami lakukan, InsyaAllah bukanlah obrolan kosong. Karena disela bercanda itu ada pengetahuan yang dapat aku cerna.  Bahwa, tiap daerah memiliki banyak cara untuk mewujudkan hari bahagia, hari pernikahan, hari bersatunya separuh Dien, hari yang menggetarkan langit, hari yang terdengar suara seorang perkasa calon pemimpin rumah tangga dalam ijab. Hari yang sakral.
            Namun dalam islam.. untuk seorang calon istri sebaik-baiknya mahar adalah yang tidak memberatkan si suami. Sedangkan untuk  si calon suami sebaik-baiknya mahar adalah hal yang terbaik yang ia miliki dan ia sanggupi. Karena prosesi sekali setahun itu adalah sakral.. hal yang lebih penting adalah.. ketika kamu dan aku menjadi “kita”.. lalu keluarga aku dan kamu menjadi “satu”, dan bahagia dalam sakinnah mawaddah warrahmah. Aamiin.   Selamat berbahagia bagi yang baru menikaah :D

Ditulis pada: 13 Januari 2016
Di malam hari, ruang tengah rumah dinas sederhana.
Di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan-Kalimantan Utara. Indonesia.