Tampilkan postingan dengan label Nusantara Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara Sehat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 September 2018

Liburan Ceria di Palembang Bird Park


 
dok. pribadi. Senyum gagah nya si Binarrr, ponakankuuu
            Salah satu tempat yang baik dan nyaman bagi masyarakat Palembang maupun wisatawan local dan luar negeri salah satunya ialah Palembang Bird Park. Salah satu tempat wisata piihan untuk merefreshkan pikiran dengan bertemu para hewan-hewan lucu nan imut. Palembang Bird Park beralamat di jalan Gubernur H.A. Bastari, komplek OPI Mall, Jakabaring, Palembang (Sebelah waterfun). Disini ada lumayan banyak aneka ragam hewan yang instagramable untuk kita berfoto dan bercengkrama langsung dengan para hewan disini.
dok. pribadi di dalam taman burung jalak nih

            Masuk Palembang Bird Park kita membayar sebesar 50 ribu/ orang.

Selasa, 04 September 2018

Idul Adha di Perantauan (lagi)


Tulang Bawang Baru, 22 Agustus 2018
10 Dzulhijah 1439 Hijriah
 
dok. pribadi. Foto bersama keluarga baru di perantauan
            Alhamdulillah bertemu kembali di idul Adha. Hari Raya nya umat muslim setelah Idul Fitri. Kali ini aku lagi-lagi memilih untuk berlebaran di tanah rantau, padahal sudah hampir sebulanan ini ga pulang ke rumah di Bandarlampung. Dengan segala pertimbangan. Yang sebelumnya agak galau antara memilih untuk pulang atau stay di rumah dinas. Akhirnya, aku memilih untuk stay saja dulu di rumah dinas menikmati lebaran di tanah rantau lagi. Alhamdulillah nya lagi kini teman serumah memangga ada yang mudik, hanya dua orang dari anak Nusantara sehat yang laki-lakinya memilih berlebaran di kampung halaman masing-masing. Palembang dan Jogjakarta...
            Namun tetap berasa lengkap karena serumah dinas, aku, Ka Fatma, dan Ka Rina memilih untuk berlebaran di rumah dinas. Yeeey. Pagi hari kami bangun pukul 5 jelang setengah . mulai antri mandi walau awalnya air tidak nyala.. kami menunggu dan pukul 6 pagi air baru nyala. Barulah kami bersiap-siap untuk shoat Ied hari ini. Berangkat ke masjid terdekat bersama Teh Ayit dan Neng, anaknya Teh Ayit. Kami berjalan kaki menuju masjid terdekat. Alhamdulillah sholat berlangsung khusyu, walau jumlah jamaah yang sholat dihari ini lebih sedikit daripada sholat iedul fitri waktu lalu, ntahlah. Yang jelas jamaah lelaki ga full penuh, begitupun jamaah perempuan.. hanya sebatas teras masjid nya saja.. tidak meluber seperti saat idul fitri.
dok. pribadi. setelah sholat ied adha

            Setelah sholat Ied, Alhamdulillah kami tidak langsung pecah makan, hanya minum saja. Karena akami sudah berencana untuk berkeliling silatuhrahmi ke para pegawai puskesmas lainnya. Sudah banyak yang mengundang untuk datang ke rumah para pegawai puskesmas lain. Pertama kami mendatangi rumah dokter Yanti di sebelah rumah kami, karena dia juga akan pergi. Jadi kami langsung ke rumah dokter Yanti bersama Teteh, Babe Horas, dan Mbak Las tentu aku dan dua teman NS ku di rumah. Menyerbu rumah Doter Yanti kami di sajikan pempek, segubal (makanan khas lampung) yang dimakan bersama tape putih yang di bungkus dengan daun jambu. Kemudian kami menikmati camilan yang tersedia di rumahnya. 
dok. pribadi. di rumah babe Bambang

            Jeda sebentar.. ohya Alhamdulillahnya hari ini aku libur jaga UGD nya jadi bisa full keliling rumah para petugas puskesmas yang lainnya.  Jeda.. kami menunggu yang lain datang karena kami mau beramai-ramai menuju rumah ke rumah. Menunggu kak Sari dan Kak Mala beserta rombongan. Setelah semuanya berkumpul.. kami menghubungi Babe Horas untuk membawa mobil menuju rumah ke rumah. Rumah pertama yang kami datangi adalah rumahnya Babe Bambang yang sudah jauh hari mengajak ke rumahnya untuk menikmati segubal, dan sajian nikmat yang sudah di buat oleh istrinya. Kebetulan kami belum makan berat alias belum makan ketupat atau nasi dan semacamnya jadi kebetulan perut memang masih kosong. Sehingga.. ketika di sajikan menu lebaran kami serombongan langsung serbu menu yang ada... ketupat atau nasi..  beserta menu khas lebaran banget. Karena Babe Bambang orang Lampung asli banget, makanaya idul adha nya seperti idul fitri jadi masak besar juga. Ada menu rendang ayam kampung yang pas banget rasanya, dagingnya pun lembut banget, kemudian ada sambal annas yang disukai semua orang bahkan anak-anak, lalu ada ayam dengan menu lain, sebelah sana lagi ada menu sop ayam berserta kuahnya yang gurih. Di santap bersama, dan itu nikmat. Bahkan Babe Horas sampai nambah dua kali. Ternyata istrinya Babe Bambang sangat jago masak, dan buat kue. Jadilah semua suka dengan masakan yang beliau buat. Lalu kami berfoto bersama sebelum akhirnya berpamitan dan menuju rumah selanjutnya..
            Rumah selanjutnya sesuai rute kami akan menuju kediaman dokter Dyah. Kami melewati perkebunan tebu yang memang sudah agak kering dan di selimuti oleh tanah merah akibat tanah yang menghempas, dan mengering. Seharusnya kami bisa melewati gerbang perusahaan gula, namun di tutup tidak muat untuk di lalui mobil. Akhirnya kami memutar.. sekalian jalan-jalan daah. Si Gina anaknya Kak Mala yang super lincah dan aktif banget. Sepanjang perjalanan si Gina tahan banget untuk cerita macem-macem.. sampe dia pernah nyanyi tentang lagu putus cinta yang buat kami semua nengok ke dia. Pas diliatin dia malah terkikik maluuuu sambil ketawa. Hehe.
dok. pribadi. foto bersama di rumah dokter Dyah

            Sampai di rumah dokter Dyah yang berada di komplek perumahan PTPN 7 Gula tebu Bunga Mayang, kami masuk dan semua orang sudah pada start untuk menikmati pempek di rumah dokter Dyah. Kami menikmati pempek dokter Dyah yang asli dari Palembang (karena kami yang bawain itu pempek dari Palembang) hehe. Kemudian kami mengobrol kecil, setelah agak kenyang kami kembali pamit menuju rumah selanjutnya. Rumah Bu Dewi. Duh sebenernya kami sudah merasa full banget perutnya, tapi ya kudu perjalanan lagi nih silatuhrahminya.. mungkin kudu di atur nih penyimpanan makanan di Lambung ini hehe. Sampai di rumah Bu Dewi kami langsung di hidangkan berbagai kue, kemduian jelang pukul 12 siang kami dipersilahkan untuk menikmati sajian lebarannya. Yang spesial ada rendang jengkol yang buat sebagian orang jadi pingin makan jengkol. Alhamdulillah tadi ga kegoda. Ambil nasi seperempat sendok, lalu ambil menu telor bulat di sambel sama kuah sayur lodeh. Terus makan deh, ga kegoda dulu sama jengkol wkwk.
dok. pribadi. kebersamaan di rumah bu Dewi sebelum pulang

dok. pribadi. nah ini lagi nunggu makan siang (lagi) wkwk

            Perut kami terasa sangat full. Sebelum pamit pulang kami berfoto bersama di teras dumah bu Dewi. Alhamdulillah sudah cukup untuk hari ini mendatangi rumah tiap rumah. Perut kami sudah kenyang, hati senang. Menambah keakraban dan kesyahduan di Idul Qurban kali ini. Alhamdulillah. Ternyata berlebaran di Penempatan ini masih asik untuk dilakoni, tapi jangan lupa untuk ingat keluarga di kampung halaman yaa. Ada waktunya untuk berlebaran di Rumah atau di penempatan, sesuai kebutuhan dan keinginan. Memupuk Rindu itu penting, apalagi mupuk rindu sama keluarg, nikmaat.

            Rinta Wulandari
            Rumah Dinas Puskesmas Tulang Bawang Baru
23.27 WIB
            Lampung Utara

Selasa, 01 Mei 2018

ISI BLOG PERDANA TAHUN INI


           
DOK. PRIBADI
            Halo! Maaf banget udah lamaaa ga isi blog. Udah injak akhir bulan Mei 2018 aja nih. Halo apakabar? Mau cerita sedikit tentang sekarang, jadi setelah selesai tugas Nusantara Sehat akhir tahun 2017 lalu, setelah tugas 2 tahun di Tanah Borneo. Alhamdulillah kini aku memperpanjang tugas di Nusantara Sehat. Jadi hal yang berbeda, karena aku mengikuti Nusantara Sehat Individu. Dan Alhamdulillah bisa memilih lokasi penempatan, dan Allah izinkan untuk mengabdi di tanah Lampung, tanah kelahiran. Alhamdulillah atas berkah dan rezki dari Allah yang mengizinkan hamba lebih dekat dari rumah di Bandarlampung, dan mengabdi di tanah kelahiran sendiri. Masih berkecimpung dengan hal yang berbau Utara penempatanku, inilah Lampung Utara : D
DOK. Pribadi. foto saat Kak Rina Milad. bersama Anak NS lain dan Petugas Puskesmas Tulang Bawang Baru

            Sebuah Puskesmas yang berada di kecamatan Bunga Mayang, untuk datang kesini kita harus melewati lika-liku perkebunan tebu yang jalannya Alhamdulillah hancur. Namun tetap bersyukur. Ohya apakabar para pembaca? Hehe kayak banyak aja yang baca yaaa wkwk. Btw, ada yang nanya gak sih kenapa aku lama banget gak nulis isi blog ini? Hmm karena akses lebih sulit dari di Sebatik brayy. Disini apalagi di rumah sinyal jelek banget, kalau di sebatik kuota 9GB atau 16 GB itu kurang sebulan, lah kalo disini kuota 9 GB itu irit masih nyisa banget sebulan, karena emang ga nikmati sinyal internet karena susahnya sinyal ituu huhu.
dok. pribadi. kanan-kiri tebu tebuaan yuhuuuu

Selasa, 18 April 2017

MERANTAU KUY! Karena......



dok. pribadi. dalam penugasan. NUSANTARA SEHAT BATCH 2

            1.   MENJELAJAH
MERASAKAN perjalanan yang beda. Untuk dirimu sendiri. Mungkin kamu gak akan pergi jauh-jauh sekeluarga. Kemana-mana.. tapi ketika kamu pergi merantau, kamu akan merasakan berbagai rasa tentang perjalanan seorang diri. Merasakan dan mengendalikan dirimu. Mengontrol waktumu.

Rabu, 22 Maret 2017

PENYULUHAN DI SEKOLAH TAPAL BATAS



dok. pribadi. sekolah Tapal Batas, di Desa Sungai Limau
Jumat, 10 Maret 2017
            Hari ini aku mendapatkan giliran untuk menjadi pendamping program Bersiku (Bersih Kuku Ku) yang merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian HKN yang harus ditunaikan. Karena melihat tangan anak-anak Sekolah Dasar sesuai pengamatan kami melakukan penyuluhan hal yang paling bisa di pastikan adalah kuku-kuku jari anak-anak ini selalu hitam penuh dengan kotoran dan kuman. Nah akhirnya ide tercetus mengenai kegiatan memotong kuku secara bersama-sama. 

Sabtu, 04 Maret 2017

Namanya Calon Muda Nusantara Sehat


            Ada yang beda kali ini. Spesial.
            Sama sebenarnya dengan lain hal.
            Ini tentang Nusantara Sehat.
            Jadi seperti biasa, karena bergulirnya waktu tiap rekrutmentnya Nusantara Sehat terus menjaring semua anak muda yang benar ingin mengabdi. Mereka semua adalah tenaga kesehatan. Namun kadang kala mereka tidak memiliki informasi yang bisa dipercaya, selain dari para anggota Nusantara Sehat itu sendiri. Anggota Nusantara Sehat itu banyak. Betebaran dari Sabang dampai Merauke. Namun karena kendala sinyal, kendala komunikasi listrik, medan dll. Menyebabkan tidak semua terkespose. Tidak semua bisa update setiap waktu selain menunggu tower yang ada di desa yang memancarkan WIFI.
            Aku? Alhamdulillah aku adalah salah satu anggota Nusantara Sehat yang beruntung. Kenapa? Karena akses listrik serta sinyal internet yang memadai aku miliki di penempatan. Ialah Puskesmas Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, perbatasan Indonesia- Malaysia. Sebenarnya ada kelebihan dan kekurangan. Kelebihan adalah kita biasa akses informasi yang update dan akurat, selain itu bisa melaporakan kegiatan di Nusantara Sehat via Sosial Media. Kekurangannya yaa agak sedikit boros sih. Karena memang hiburan kami adalah sosmed, nonton youtube dan lainnya. Kalau nonton TV biasa dilakukan di UGD. Itupun kalau UGD lagi aman dan lagi ada siaran saja.
            HAL yang tak aneh jika banyaknya para calon Nusantara Sehat yang bertanya tentang berbagai hal mengenai Nusantara Sehat. Termasuk aku.. yang sering banget jadi serbuan pertanyaan mereka. Yaa saking banyaknyaa. Dari tahun ketahun kayaknya pasti adaaa saja yang bertanya. Puncaknya adalah setelah postingan blog ku tentang tahap 2 Nusantara Sehat sudah dibaca ribuan mata. Dan ketika kamu klini Nusantara Sehat pasti yang keluar adalah Blog ku yang tips dan trik Nusantara Sehat. Tak heran mereka yang niat akan mencari si penulis blog itu.

            Jadilah karena banyaknya penanya.. aku beinisiatip membuat sebuah grup Whatsapp yang bernama “Calon Muda Nusantara Sehat”. Karena mereka adalah anak muda calon anggota di Nusantara Sehat. Selain sebagai media diskusi CMNS singkatan dari grup tersebut menjadi ranahnya bertukar fikiran, pendapat, atau perkenalan antar calon Nusantara sehat di berbagai daerah. Awalnya beranggotakan hanya 20 orang.. kemudian menjadi 40... saat itulah aku mengadakan simulasi wawancara dan FGD (Foccus Grup Discussion) yang pertama. Kemudian dalam waktu singkat meningkat anggotanya jadi 60.. lalu 80 anggota.. lalu 100.. lalu 150... dan kini ada 180an anggota! Waah aku gak nyangka banget sebenarnya hingga seramai ini. Aku sendiri sebenarnya jadi kewalahan untuk berbagi informasi dan pertanyaan dari mereka. Kemudian rekan ku anak Nusantara Sehat juga yang mendapat penempatan di Puskesmas Belakang Padang, Kepulauan Riau (Berbatasan laut dengan Singapura) kak Sri Purnamawati aku undang untuk memberikan materi mengenai wawancara dan FGD part 2 semua anggota smengikuti dengan antusias. Ohya, mereka yang ada di grup ini adalah mereka yang sudah lolos test tahap 1 Nusantara Sehat jadi sedang persiapan Nusantara Sehat tahap 2. 





            Berbagai hal sudah di sharing bersama, suka dan duka anak nusantara sehat, kesulitan, test wawancara juga sering dilakukan. Malah belakangan sering mendadak. Ohya, aku juga mengundang karibku Okti Indriana asal Bandung, anak Nusantara Sehat juga profesi ahli Gizi mendapat penempatanan Puskesmas Skou di Skouw Mabo, Papua. Perbatasan Indoensia-Papua New Guinea. Okti datang untuk memberikan materi mengenai Papua, penempatan yang biasanya sangat ditakuti atau dihindari bagi para calon nusantara sehat yang baru. Di bayangan mereka tanah papua adalah tanah yang ekstrem dan pedalaman sekali. Namun setelah Okti bercerita mengenai pengalamannya, justru anggota grup makin semangat untuk mendapatkan penempatan Papua. Mereka sedia siap untuk ditempatkan dimana saja. Keinginan mereka luhur. Ingin mengabdi untuk bangsa. Di pelosok tanah air melalui nusantara Sehat. 
kaget sendiri pas liat kontak WA udah penuh sama nomor asing yang mau join grup. wiih

            Kami juga sempat belajar bersama mengenai test psikotest gambar, bagaimana itu gambar orang, gambar pohon supaya sesuai dengan psikologi. Kemudian gambaran warteg test, gambaran mengenai psikotest dll. Jadi kalau gambar.. mereka diberi waktu menggambar dan menupload hasil gambaran mereka. Walau terkadang kendala sinyal, tapi ndak masalah. Mereka semangat dan maklum jika tiba-tiba sinyalku buruk disini. Sayangnya beberapa dari mereka ada yang tidak lanjut test tahap 2 walau sudah mengikuti simulasi di grup, ini disebabkan karena tidak diizinkan orangtua. Padahal kali ini test kesehatannya bayar, sampai beratus-ribu hampir 700ribuan loh. Tapi mereka harus berhenti dan tidak lanjut test tahap 2 karena kendala izin intern mereka sendiri: keluarga. 
terimakasih doa doanya yaaa : )

            Kini sudah ada pengumuman mengenai jadwal test tahap  2 per daerah. Kadang grup ramai dengan berbagai persiapan berkas yang harus dibawa. Tapi positifnya dengan adanya grup jadi mereka bisa bersama-bersama berangkat ke lokasi ujian jika ada anggota grup yang berasal dari daerah yang sama. Karena di grup sendiri memiliki list anggota dari awal hingga akhir. Setiap anggota baru diwajibkan mengisi list anggota grup. Well walaupun agak kerepotan aku sangat senang meladeni mereka. Berbagai watak, berbagai tingkah, beragam pertanyaan dan keuntungan yang paling tidak pernah aku pikirkan adalah.... mendapatkan beragam doa dari mereka. Alhamdulillah! Its bonus to me! To us : Kak Sri dan Okti. Setiap selesai simulasi atau selesai diskusi mereka selalu mendoakan kami. Mendoakan berbagai hal yang intinya mengucapkan terimakasih telah menghibahkan waktu untuk diskusi dengan mereka, semoga dibalas oleh Allah kebaikannya. Aamiin. Sungguh kami disini hanya share pengalaman saja kok. Tanpa bermaksud apa-apa. Hanya melatih mereka yang bersemangat ini, untuk mewujudkan diri mereka menjadi pengabdi di Indonesia. Itu saja : ) walaupun kami tahu.. mungkin setelah nusantara sehat berlalu, atau sudah selesai.. mungkin kami akan dilupkana. But thats no problem to me. Setidaknya bisa menambah pertemanan dan persaudaraan se-Nusantara ya : )
            Ada yang mulai test pada tanggal 9 Maret ini.. tanggal 10.. 11... sampai 14.. mereka semua berjuang bersama. Dengan komitemen kami dalam grup adalah.. jika memang stelah NS grup ini tidak mengganggu pribadi.. silahkan untuk ttp stay di grup untuk saling silaturahim atau diskusi. Kalau terganggu.. silahkan left dan mengucapkan dulu pamit. Jadi jika lolos atau tidak lolosnya mereka agar tak terpengaruh. Karena ini menjadi grup silaturahim antar anak muda : )
daan diluar dugaan bisa sampai 180an anggota hehe

            Well untuk kamu yang baca tulisan ini... dan kamu yang tergabung dalam grup Calon Muda Nusantara Sehat.. I Wish you luck to exercise. Give the best from your self.  Lengkapi berkasnya, kerjakan testnya, fokus, banyak berdoa dan minta sama Allah akan rejeki mu ya.
            Ohya, banyak yang tanya.. “Kak kalo penguji tanya apa pengalaman aku gimana kak? Padahal aku kan fresh graduate nih?”
 Aku: jawab aja begini...  Anak muda tidak menawarkan masalalu, Bu... Anak muda menawarkan masa depan –Anies Baswedan- :D

Salam
Rinta Wulandari
Pulau Sebatik, Kalimantan Utara
04 Maret 2017 
dok. pribadi. salah satu gambaran anggota grup

Minggu, 05 Februari 2017

Setelah 2 Tahun Nusantara Sehat....




ditulis pada tahun 2015 saat pembekalan semi militer nusantarasehat dan akan dibaca 2 tahun setelahnya.. hmmm

            Jadi sejak sore tadi, grup sejawat.. grup perawat Nusantara Sehat sedang membicarakan banyak hal. Dan kali ini konsen dengan kelanjutan Nusantara Sehat yang menurut kami masih belum ada kejelasan akan arahnya. Yang kami tahu, hal terburuk adalah.. kami selesai dalam kontrak dan selesai. Kembali ke rutinitas lagi, dan menjalani hal baru lagi, dengan melamar pekerjaan ditempat yang baru. Sedih? Iya sedih. Seharusnya kami bisa mendapatkan pekerjaan lanjutan tapi hanya stuck dua tahun dan kami akan kembali menjadi pengangguran. Padahal banyak diantara kami yang sebelumnya sudah mantap dan mapan di posisi pekerjaan sebelumnya. Namun karena berpikir tentang naungan Kementrian Kesehatan dan yang dipikirkan pasti sudah menjamin. Akhirnya memilih resign dari pekerjaan sebelumnya. Beberapa di antara kami banyak yang sudah berusia matang, dan jenjang kerjanya pun sudah baik. Namun memang ada beberapa yang baru 1 tahunan bekerja di RS atau di puskesmas daerah masing-masing.
dok. pribadi. 2015. kami sudah tersebar dari sabang sampai merauke di DTPK nusantarasehat 2. kompi B1
            Yang kami pikirkan adalah tentang angka pengangguran. Yak. Angka pengangguran akan meningkat sesuai jumlah pemuda Nusantara Sehat yang purna. Itu jika kemugkinan terburuk terjadi ya. Sedangkan kami menggali informasi tentang Nusantara Sehat angkatan 1 yang akan purna bulan Mei nanti, mereka bilang bahwa belum ada kabar. Masih kabar yang sebelumnya, bahwa memang tak akan ada apa-apa setelah Nusantara Sehat. Kembali ke Planning masing-masing. Seperti yang disampaikan oleh tim Kementrian Kesehatan yang menyadarkan kami: “Masa depan kalian ada di tangan kalian, bukan di tangan orang lain, apalagi di Tangan Kementrian Kesehatan..” Ya. hal ini cukup membuat kami mengangguk bahwa itu adalah jawaban sangat umum yang semua orang bisa katakan. Dan itu memang Lumrah kok. Karena kita adalah sesuai usaha kita sendiri. Paham.
            Kemudian setelah pertemuan itu masing masing kami mulai ambil strategi memanfaatkan waktu tersisa. Mulai melakukan hal-hal seperti persiapan program LPDP, beasiswa, atau rencana ingin melamar pekerjaan lagi, lebih tertib menabung untuk buka usaha lagi mungkin. Haaah. Ada yang mau memulai belajar bahasa inggris online, dan lain sebagainya.. atau ada yang bersiap akan jadi ibu rumah tangga saja setelah menikah hehe.
dok. pribadi. penempatan Kalimantan Utara. Kabupaten Nunukan.. termasuk Pulau Sebatik, tempatku. Perbatasan Indonesia-Malaysia

            Seorang terman sesama perawat berkata.. kala itu saat sinyal disana sedang baik, jadi kami bisa mengobrol via telpon. Dia bertanya bagaimana kabar-kabar kita setelah 2 tahun? Aku jawab seadanya, bahwa segalanya belum pasti baru wacana dan wacana. Kemudian dia berkata.. “Kasian orangtua gue dirumah ceu.., mereka udah berharap banyak sama aku. Kirain udah aman. Ternyata anaknya ini.. udah kerja jauh-jauh, harus cari kerja lagi di Depok setelah kerjaan yang ini abis kontrak....” aku hanya bisa tersenyum dan menyatakan nasip yang sama bagi aku dan dia. Siapa yang salah? Engga. Engga ada yang salah, ini hanya sekedar harapan. Toh memang tidak ada di janjikan apapun tentang ini. Dan mengambil nusantara Sehat sebagai lahan mengabdi adalah pilihan kami. Kami hanya yaa agak shock aja, karena wacana-wacana yang “katanya” saat itu sedang proses diindikasi tak jadi. Dan memilih Nusantara Sehat adalah Pilihan. YA. PILIHAN. Jadi baik-buruknya kelak, menjadi konsekuensi kami. Karena memang ini sudah menjadi pilihan kami.
dok. pribadi. Pilihan. dan harus dijalankan dengan sebaik mungkin :)
            Kemarin ada salah satu teman baru mengikuti Nusantara Sehat tahap yang sekarang sudah diujikan, akan maju tahap 2. Lalu dia bertanya tentang kelanjutan nusantara sehat setelah purna. Dulu aku selalu bilang basa-basi tentang wacana A sampai Z. Tapi kini aku sudah cukup paham dan memberi tahu seadanya.. kemudian dia balas line lagi dan bilang.. “Oke gue tanya babe dulu ya...” terakhir dia memberi info bahwa dia ga jadi ambil Nusantara Sehat alasannya... “Daripada gue jadi pengangguran lagi....” balik lagi, ini adalah pilihan ya guys. Ga ada paksaan untuk kamu. Mau ambil potongan kue mengabdimu untuk pengalaman selamanya dihidupmu atau engga.
dok. pribadi. Desa Lourdes. jadi kembali aku tegaskan. PILIHAN ada di tanganmu. tapi kesempatan ini, segera di ambil lah. kapan lagi kamu mengabdi sama negeri kalau gak saat muda? ya sekarang! rezeki sudah ada yg mengatur, Sob!

            Balik lagi. Gini deh. Tulisan-tulisan aku kayaknya udah terlalu banyak di laptop. Tentang kegiatan, dll. Dan rada susah untuk di upload ke blog. Jadi kalo banyak pembaca yang tanya, mana nih.. tulisannya gak update-update? Maklum yaa. Kalo sekedar foto dan caption tentang kegiatan.. lumayan update adalah di Instagramku (@rintwaulandari) disana agak lumayan lengkap updatenya via hp hehe. InsyaAllah kali ini bisa di upload. Tulisan ini bukan untuk mengkritisi, hanya ungkapan aja ya. ungkapan tentang kelanjutan. Aku ingat sama ucapan Bu Diah malam itu, di gedung NKRI Rindam Jaya saat pembekalan semi militer, ketika ditanya kelanjutan kami di Nusantara Sehat.. bu Diah menjawab.. “Tahapan kalian itu, dari 1 ke 2, dari 2 ke tiga, dari tiga ke empat dulu. Bukan dari 1 langsung ke 10. Jadi nikmatilah proses yang ada di depan kalian. Ada masa depan cerah di mata kalian!” dan itu membuat semangat kami makin menggebu. Bu Diah benar. Terimakasih ya Bu. By the way bu, aku kagum sama Bu Diah. Jadi setiap Bu Diah yang kasih materi, baik selama pelatihan militer di Rindam Jaya maupun saat seminar di Jakarta kala itu.. saat Bu Diah memberi materi adalah yang aku tunggu-tunggu. Karena ibu selalu berkata hal yang real dan membangkitkan semangat. makasih ya Bu.. : )
dok. pribadi. team Pkm Aji Kuning dan pendamping dari kemenkes RI. muka kamii masih kucel banget. setelah pelatihan semi militer haha :")
 
dok. pribadi. foto diambil si hari terakhir sebelum pelepasan ke penempatan. saat semi militer
UGD PUSKESMAS AJI KUNING
04 FEBRUARI 2017