Tampilkan postingan dengan label 212 Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 212 Movie. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Mei 2018

Wajah Islam di Film 212 The Power of Love




            Berawal dari perseteruan kecil antara Rachmat dan Adhin mengenai konteks tulisan yang menurut Adhin sangat bertolak belakang dan tidak mendukung agama sendiri. Perseteruan antara jurnalis dan fotografer ini terdengar hingga meja pemimpin redaksi majalah Republik, tempat kerja mereka. Si Bos kekeuh tidak lagi menayangkan tulisan Rachmat yang sangat menilai sinis aksi yang di lakukan umat islam, Rachmat berspekulasi bahwa hal ini bukan perkara penistaan agama saja, melainkan sudah ditunggangi politisasi. Merasa pemikirannya tidak di dukung, Rachmat memgancam ingin keluar dari tempat kerjanya itu, sedangkan pemimpin redaksi tidak rela kalau jurnalis terbaik lulusan Harvard ini pergi begitu saja,
dok. 212 movie

            Hingga suatu ketika Rachmat di telpon oleh keluarganya di Ciamis. Rachmat segera meninggalkan pekerjaannya dan masuk ke mobil bersama Adhin.  Ibunya Rachmat meninggal, sedangkan sudah sejak 10 tahun ia tak juga pulang. Selama di perjalanan Rachmat mengingat masa kecilnya, tentang dirinya dan keluarga sedang berada di dalam mobil, menyusuri jalan beraspal yang berkelok. Kemudian mobil oleng dan terjadi tabrakan. Hal itu membuat Rachmat menangis. Nah di scene ini penonton di buat bertanya-tanya tentang adegan kecelakaan ini, yang akhirnya terjawab di pertengahan film.