Minggu, 13 Mei 2018

Quality Time bersama Mentor Andalan




Hari itu tanggal 4 Mei 2018, hari sebelum aku menuju kampungku di Kota. Iya kampung tempat kelahiran yang berada di Kota Bandarlampung. Mba Farah tiba-tiba chat bertanya kabar dan menanyai kapan aku pulang ke Bandarlampung? Dan itu moment yang tepat, tatkala memang besoknya aku berangkat ke Bandarlampung. Sudah waktunya pulang untuk satu bulan sekali. Mba Farah menanayaiku apakah kami bisa bertemu? Kemudian aku bertanya apakah aku ajak Mas Irawan sebagai mentor teamku untuk ikut serta? Atau aku harus membawa teman yang nantinya bisa di jadikan prospek berbisnis bersama? Kemudian mbak Farah berkata... “Boleh gak, aku sama kamu aja berdua?” Wah baik. Aku justru senang, tapi ini beda. Lain daripada lain. Tumben sekali mbak Farah mengajak aku mengobrol berdua. Biasanya kami selalu membahas sesuatu mengenai bisnis dalam team.
dok. pribadi. aku dan mentrorku (Mba Farah Noviastri)

            Akhirnya setelah kami mencari dan menyesuaikan waktu karena kesibukan kami maka di dapatlah pada hari minggu malam habis magrib kita bertemu di Perut Bulat Cafe. Tempat andalan bagi kami dan team berdiskusi. Selain makanan disana enak. Minumannya segar, enjoy dan sejuk hmmm  pemiliknya juga punya mesin kangen water. Keren.

            Tanggal 6 Mei 2018 saat itu berasa full banget agendanya, padahal ga terlalu kamana-mana juga sih. Karena yang tadinya aku dan Lele mau Penyuluhan di depa pasien rumah singgah Sedekah Rombongan jadi di tunda dulu karena ga ada LCD, ga bawa speaker. Materi belum fix, waktu mepet, dll. Kebetulan hari itu aku dan lele berencana mendatangi Aqiqahannya anaknya Sevinda dan Mas Fajar, si Abdurrahman Al Ayyubi. Pukul setengah 11 kami sampai di komplek Perumahan Permata Biru sesuai di undangan. Kami menemui si adik bayi.. menggendong dan berfoto, makan memberi kado kemudian pulang. Lalu si Lele benar-benar terburu-buru karena harus jaga sore jam 2 itu. Jadilah Lele membiarkanku di kontrakannya dan aku naik gojek aja hehe, kemudian aku ke rumah Mbak iin dan Mas Irawan, kebetulan Mas Irawan lagi ada agenda di Pahawang. Jadilah aku mengobrol banyak sama mbak Iin, bermain dengan anaknya, Naya dan Fira juga. Finally aku pesan botol-botol kemasan untuk calon wadah air ku nanti. Kemudian pulang ke rumah naik Go-car.
dok. rinta. persiapan botol-botol

            Sampai rumah sekitar jam 5 lewat banyak. Rumah kosong. Kemudian aku santai sejenak, menghitung botol dan lainnya. Baru mandi lalu ke Perut Bulat caffe menemui  mentorku. Ah janji yang harusnya habis magrib jadi cukup ngaret yaa. Ternyata mba Farah sudah ada di lokasi sebelum magrib, padahal sebelumnya ia menjadi pemateri yang padat di unila hari ini. Salut dengan beliau. Ah awalnya aku dengan mba Farah agak canggung. Maklum karena jarang komunikasi face to face hanya sering bertemu dalam sebuah team. Kali ini berbeda. Dan aku bersiap kosongkan gelas di kepala....
            Sampai lokasi Mba Farah baru saja selesai makan, sedangkan aku yang belum makan ini harus makan dulu, sembari Mba Farah sholat magrib, karena aku sedang tidak sholat. Aku makan setenang dan lebih cepat, supaya ketika Mbak Farah selesai sholat, aku juga selesai makan. Jadi langsung bisa kami mulai diskusi malam itu. Aku sebenarnya sangat penasaran dengan apa yang hendak di sampaikan oleh mbak Farah. Akan seperti apakah diskusi kami malam ini? Apakah akan menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi diri ku sendiri?  atau akan penuh kecanggungan? Karena ini perdana. Mba Farah, mentornya banyak orang dan sekarang telah menduduki jalur 6A. Jalur yang tidak banyak orang miliki dan dengan penghasilan yang mumpuni banget di jalur itu, 60 juta perbulan mungkin sudah jadi hal biasa baginya. Sedangkan aku? Masih Nol A sekarang :”)
dok. rinta. siap-siap quality time with mentor. siapkan gelas karet nan kosongg

            Malam itu Mba Farah mengajakku untuk berpikir lebih dalam dan mengubah mindset ku dalam pemikiran bersama bisnis ini. Mba Farah mengarahkan ku, apa yang aku cari di bisnis ini? Apa yang membuatmu tertarik dengan seminar perdana yang ku ikuti di hotel citi hub waktu itu? Jujur.. aku memang mendatangi seminar di hotel Citi Hub Bandarlampung perdana karena tertarik dengan temanya, yaitu bagaimana menghasilkan uang 20 juta perbulan. Ya, itu. Kemudian aku mengikuti seminarnya, kemudian tertarik dengan kinerja bisnis nya, walau di awal aku agak meremehkan bisnis ini. Karena ini bisnis mengenai sesuatu yang memang sudah ku tahu, ah kangen water! namun ada hal yang membuatku lebih tertarik dengan bisnis ini ialah dengan sistem kerjanya yang kurasa jelas, dan menguntungkan.
            Aku harus memahami alur kinerja di bisnis ini. Bisnis ini dia awali oleh semua orang dengan berat, berairmata, ada sedih dan tawa dalam memulai bisnis ini. Susahnya, bisnis ini hanya bisa di pantau dan di lakukan oleh kita sendiri, di bisnis ini tidak ada bosnya! Bosnya adalah diri sendiri! Makanya ini menjadi sulit. Bisnis ini juga jauh dari kebiasaan orang Indonesia pada umumnya. Umumnya orang Indonesia pasti setelah bekerja terpaut sama upah. Habis kerja di upah. Kerja di upah. Sedangkan di bisnis ini sangat berbeda, kita membangun sistem. Yang mana itu tidak selalu habis bekerja di upah. Melainkan membangun sistemnya dulu. Sehingga hasil akan dinikmati lumayan setelah kita berhasil membangun dan mempertahankan, serta menjalankan bisnisnya. Ini kerja team.  Namun ini perkara berat. Berat. Yang berat adalah ketika kita bekerja dengan pantauan diri kita sendiri, dimana terkadang kita semena-mena dengan diri sendiri, lebih ingin merasakan enaknya saja di banding membiarkan diri bersusah payah sementara. Ah. Mba Farah juga memberikan berbagai contoh yang biasa terjadi di timnya mengenai bagaimana seorang pemula melakukan kinerja di bisnis ini.
dok. rinta. salah satu makanan yang paling sering aku pesan jika di perut bulat caffe :)

            Siklus, untuk seorang pemula di bisnis enagic ini, adalah mengetahui siklus perputaran sebagai pemula. Yaitu 1. Buat janji... 2. Edifikasi... 3. Follow up.. Arahkan dengan sistem yang di 501 system Indonesia yaitu ada Resolution Day, Home Sharing, Vision Day dan lain sebagainya. Sehingga barulah mengeluarkan keputusan untuk Closing atau tidaknya.
            Bisnis di Enagic ini adalah bisnis penolakan. Kita harus mempersiapkan hati yang lapang dan ikhlas, berpikir Lempeng. Jika kita di tolak. Di hati kita akan berkata.. ah kasian banget dia, ga mau melihat peluang usaha sebesar ini. Justru dia yang kasian, bukan kita yang sedih jika di closing. Jadi siapkan diri dan no baper untuk ini.  Kapal kita ada di Enagic, dan penunjangnya adalah 501 System Indonesia. Sekolah bisnis ini.. kita tidak di tuntut membayar SPP untuk sekolah ini. Melainkan ikut kelasnya saja, kelas bisnisnya dan sekedar memberikan uang sebagai tiket acara. Jika memang serius datanglah ke sekolah bisnisnya dan tidak untuk bolos dan bermain-main.
            Kita hadir di bisnis ini untuk menjadi Network Builder. Pembangun sistem bisnisnya. Dan yang mengkoordinasikannya adalah diri sendiri. Dan ini yang suliit. “Rin, kita harus punya sense of urgency dalam jalani bisnis ini.. apa tujuan kita yang  membuat kita harus segera mungkin melakukan bisnis ini.. misal ada salah satu teamku. Dreamnya adalah ingin mengajak sekeluarga menginap di hotel. Karena dia belum pernah.. nah ternyata itu yang menjadi power dia, sense of urgency. Setelah itu tercapai kita makin punya power melanjutkannya..” tutur mba Farah.
            Jalani bisnis ini berat. Namun titik berat untuk lancarnya bisnis ini menitik beratkan pada MIMPI. “PR kamu rin, buat list mimpi sebanyak 101. Di bagi ke jangka pendek. Menengah, dan panjang. 95% power dan bahan bakar kita ada di mimpi. 5% nya baru yang lain-lain”. Jadi semua yang terjadi di diri kita ini adalah biasa saja, semua tergantung bagaimana caranya kita memaknai dan menghadapi masalah itu, sesuai prasangka kita aja pokoknya...” ungkap Mba Farah.
            “Kamu itu seperti saya, di 5 tahun lalu. Waktu itu yang punya mesin kangen water hanya 6 orang di Lampung, termasuk saya. Dan dari semua itu tidak ada yang jalani bisnisnya. Ketika saya ingin belajar, saya harus pergi ke Jakarta untuk menyerap materi dari Mas Joko dll di bisnis ini. Teman saya ada yang saya kenal dan saya ajak dia untuk ikut bisnis ini, nemu dia masih berpikir.. terus berpikir.. tapi saya gak nunggu dia begitu saja. Bayangkan jika waktu itu saya hanya berpatokan dengan dia untuk join di bisnis ini, mungkin saya ga akan 6A hari ini Rin...” ucap Mba Farah.
dok. rinta. Terimakasih banyak sharing ilmunya mbak Faraaaah. Terimkasih banyak atas doanya mbaa :)

            Saya pernah ke Lampung Barat.. bulak-balik kesana.. tapi ga dapet apa-apa... jadi ya memang apa yang kita lakukan di Enagic ini tidak harus langsung menghasilkan melainkan kita membangun, membangun psikologi dan mindset kita. Dan Allah Maha Tahu, saya ga dapet apa-apa di Lampung Barat tapi di berbagai titik di Indonesia banyak yang closing. Ya Allah emang ga mau hambanya mengharap ke selain Allah. Makanya Allah punya rencana begitu...” ungkap Mba Farah lagi.
            Sekarang semua sudah ada wahanannya, kita tinggal buat janji, edifikasi, lalu follow up dan kenalkan dengan berbagai sistem kita. Sebagai orang yang baru kita hanya menggiring teman kita untuk mengikuti meetingnya, ya kita berlaku untuk buat janji dan edifikasi tentang pematerinya. Utnuk ngajaknya ga bisa sembarangan.. ada triknya yaitu.. ada pada singkatan ini.. T.A.O.P (The Art Of Prospecting) seni dalam memberikan prospect ke orang lain. Yaitu ada di dalam singkatan FORM untuk memulai mengajak orang menuju tujuan kita.. F yaitu FAMILY orang sangat senang jika kita menanyai keluarganya.. ya tentang orangtua, adik, kakak, atau anak maupun istri.. karena ketika kita menanyai tentang keluaraganya kita sama saja bertanya mengenai suatu hal yang sudah pasi di kuasai oleh penjawab pertanyaan kita itu.
            O yaitu Ocupation (Pekerjaan), bertanya tentang pekerjaan membuat kita tahu apa pekerjaan seseorang itu, dan mendengar apa keluhannya dalam kerjaan.. ‘Wah kamu asik ya, udah kerja di perusahaan A, gajinya gede...’ terus dia jawab begini misal ‘saya ini udah 5 tahun kerja di perusahaan A, tapi belum juga ada kabar kenaikan gaji...’. jadi kita mengetahui apa yang menjadi problem orang tersebut. M yakni Message/ Money... berikan pesan kepada nya pesan jika kamu ingin lebih baik atau ingin sesuatu yang lebih menantang dengan tanpa menghamburkan waktumu untuk bekerja rutinitas itu.. kasih pesan solusi ke dia... Solusi keuangan juga bisa.. itulah FORM. Jika dia memang tak merespon dan enggan... tak masalah berarti dia tidak menerima peluang yang sudah kita paparkan dan kasian di dia untuk menolak peluang ini. No Baper untuk kita, karena kita harus bersyukur sudah bisa berbagi dengan orang lain, berbagi peluang.. jika ia menolak no problem untuk kita :D
            “Rin, kamu lahir tanggal bulan tahun berapa?” Tanya Mba Farah. “19 Juni 1993 mbak...” kemudian mba Farah menhitung-hitung di kertas coretan.. “Kamu orang Feeling Rin, You Born as a Leader...” tuturnya... “Coba kamu lihat mas Indra, Mas Joko, Ima... mereka itu orang Feeling.. mereka memimpin.., kamu tinggal temukan ritme mu.. cari angka 10 mu di keahlianmu.. dan ketika kamu sudah menemukannya, kamu akan nikmati ritme mu itu.. temukanlah sesegera mungkin.. menjadi orang baru merupakan hal besar, di sana ada air mata, sedih, tawa, sebel dan lain-lain.. tapi itu mengasah kita.. gak sia-sia.. dan ketika kamu sudah menjadi 4A, kamu akan merasakan enaknya menjalankan bisnis ini. Kamu menemukan pola yang sesuai sama diri kamu sendiri sehingga jadi enak banget joged nya, sesuai kata Mas Rama waktu itu.
dok rinta. captured instagram rinta

            Ahya, jangan lupa ada suatu. Kamu harus memahami hukum bilangan ini. Semua prospect mu, ini berlaku.. dari 10 orang yang amu ajak, kemungkinan dia mau datang adalah 1 orang saja. Jadi kalau kamu ingin mendatangkan 3 orang.. kamu harus ajak 30 orang. Dengan perhitungan 3 orang yang akan hadir di agenda yang kamu rencanakan itu. Intinya selama ini aku memulai dan menjalankan sesuatu yang ternyata belum benar caranya.
            Kendala jarak menjadi suatu hal yang memperberat sekaligus tantangan. Di Bungamayang hanya sendiri pemilik mesin yang menjadlankan bisnisnya, sedangkan mertuanya mentorku yang di sini hanya untuk menikmati airnya sendiri tidak untuk menjalankan bisnisnya. Ini tantangan, sesuai dengan MINDSET DAN KETETAPAN HATI KAMU. YA, ITU.

            Big Thanks to Mbak Farah Noviastri yang sudah mengilhami tulisan di blog ini. Terimakasih banyak atas ilmu yang telah di beri. Beliau satu-satunya 6A Lampung, jalur cemerlang yang membuat dia justru harus lebih bekerja dan berpikir ekstra untuk meneruskan tonggak networking di jalurnya, termasuk aku yang sedang dibelajari olehnya. Hehe Terimakasih atas segala kesabaran menerima dan menjawab pertanyaan serta keluh kesah ku. Ah doakan aku agar bisa melaksanakannya dengan cepat, tepat dan cerdas. Aamiin. Aku akan selalu ingat kata-kata mba Farah.. “Rin, You Born as a Leader...” :”) aamiin. Kita semua adalah leader ya mbak, semoga bisa jadi leader untuk diri sendiri dulu dengan baik, kemudian memimpin lainnya. Aamiin.
           
Di Ruang Perawatan,
Puskesmas Tulang Bawang Baru
10 Mei 2018
Rinta Wulandari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah menbaca tulisan saya, silakan tinggalkan komentar mari bersilaturahim :)