Minggu, 05 Februari 2017

Setelah 2 Tahun Nusantara Sehat....




ditulis pada tahun 2015 saat pembekalan semi militer nusantarasehat dan akan dibaca 2 tahun setelahnya.. hmmm

            Jadi sejak sore tadi, grup sejawat.. grup perawat Nusantara Sehat sedang membicarakan banyak hal. Dan kali ini konsen dengan kelanjutan Nusantara Sehat yang menurut kami masih belum ada kejelasan akan arahnya. Yang kami tahu, hal terburuk adalah.. kami selesai dalam kontrak dan selesai. Kembali ke rutinitas lagi, dan menjalani hal baru lagi, dengan melamar pekerjaan ditempat yang baru. Sedih? Iya sedih. Seharusnya kami bisa mendapatkan pekerjaan lanjutan tapi hanya stuck dua tahun dan kami akan kembali menjadi pengangguran. Padahal banyak diantara kami yang sebelumnya sudah mantap dan mapan di posisi pekerjaan sebelumnya. Namun karena berpikir tentang naungan Kementrian Kesehatan dan yang dipikirkan pasti sudah menjamin. Akhirnya memilih resign dari pekerjaan sebelumnya. Beberapa di antara kami banyak yang sudah berusia matang, dan jenjang kerjanya pun sudah baik. Namun memang ada beberapa yang baru 1 tahunan bekerja di RS atau di puskesmas daerah masing-masing.
dok. pribadi. 2015. kami sudah tersebar dari sabang sampai merauke di DTPK nusantarasehat 2. kompi B1
            Yang kami pikirkan adalah tentang angka pengangguran. Yak. Angka pengangguran akan meningkat sesuai jumlah pemuda Nusantara Sehat yang purna. Itu jika kemugkinan terburuk terjadi ya. Sedangkan kami menggali informasi tentang Nusantara Sehat angkatan 1 yang akan purna bulan Mei nanti, mereka bilang bahwa belum ada kabar. Masih kabar yang sebelumnya, bahwa memang tak akan ada apa-apa setelah Nusantara Sehat. Kembali ke Planning masing-masing. Seperti yang disampaikan oleh tim Kementrian Kesehatan yang menyadarkan kami: “Masa depan kalian ada di tangan kalian, bukan di tangan orang lain, apalagi di Tangan Kementrian Kesehatan..” Ya. hal ini cukup membuat kami mengangguk bahwa itu adalah jawaban sangat umum yang semua orang bisa katakan. Dan itu memang Lumrah kok. Karena kita adalah sesuai usaha kita sendiri. Paham.
            Kemudian setelah pertemuan itu masing masing kami mulai ambil strategi memanfaatkan waktu tersisa. Mulai melakukan hal-hal seperti persiapan program LPDP, beasiswa, atau rencana ingin melamar pekerjaan lagi, lebih tertib menabung untuk buka usaha lagi mungkin. Haaah. Ada yang mau memulai belajar bahasa inggris online, dan lain sebagainya.. atau ada yang bersiap akan jadi ibu rumah tangga saja setelah menikah hehe.
dok. pribadi. penempatan Kalimantan Utara. Kabupaten Nunukan.. termasuk Pulau Sebatik, tempatku. Perbatasan Indonesia-Malaysia

            Seorang terman sesama perawat berkata.. kala itu saat sinyal disana sedang baik, jadi kami bisa mengobrol via telpon. Dia bertanya bagaimana kabar-kabar kita setelah 2 tahun? Aku jawab seadanya, bahwa segalanya belum pasti baru wacana dan wacana. Kemudian dia berkata.. “Kasian orangtua gue dirumah ceu.., mereka udah berharap banyak sama aku. Kirain udah aman. Ternyata anaknya ini.. udah kerja jauh-jauh, harus cari kerja lagi di Depok setelah kerjaan yang ini abis kontrak....” aku hanya bisa tersenyum dan menyatakan nasip yang sama bagi aku dan dia. Siapa yang salah? Engga. Engga ada yang salah, ini hanya sekedar harapan. Toh memang tidak ada di janjikan apapun tentang ini. Dan mengambil nusantara Sehat sebagai lahan mengabdi adalah pilihan kami. Kami hanya yaa agak shock aja, karena wacana-wacana yang “katanya” saat itu sedang proses diindikasi tak jadi. Dan memilih Nusantara Sehat adalah Pilihan. YA. PILIHAN. Jadi baik-buruknya kelak, menjadi konsekuensi kami. Karena memang ini sudah menjadi pilihan kami.
dok. pribadi. Pilihan. dan harus dijalankan dengan sebaik mungkin :)
            Kemarin ada salah satu teman baru mengikuti Nusantara Sehat tahap yang sekarang sudah diujikan, akan maju tahap 2. Lalu dia bertanya tentang kelanjutan nusantara sehat setelah purna. Dulu aku selalu bilang basa-basi tentang wacana A sampai Z. Tapi kini aku sudah cukup paham dan memberi tahu seadanya.. kemudian dia balas line lagi dan bilang.. “Oke gue tanya babe dulu ya...” terakhir dia memberi info bahwa dia ga jadi ambil Nusantara Sehat alasannya... “Daripada gue jadi pengangguran lagi....” balik lagi, ini adalah pilihan ya guys. Ga ada paksaan untuk kamu. Mau ambil potongan kue mengabdimu untuk pengalaman selamanya dihidupmu atau engga.
dok. pribadi. Desa Lourdes. jadi kembali aku tegaskan. PILIHAN ada di tanganmu. tapi kesempatan ini, segera di ambil lah. kapan lagi kamu mengabdi sama negeri kalau gak saat muda? ya sekarang! rezeki sudah ada yg mengatur, Sob!

            Balik lagi. Gini deh. Tulisan-tulisan aku kayaknya udah terlalu banyak di laptop. Tentang kegiatan, dll. Dan rada susah untuk di upload ke blog. Jadi kalo banyak pembaca yang tanya, mana nih.. tulisannya gak update-update? Maklum yaa. Kalo sekedar foto dan caption tentang kegiatan.. lumayan update adalah di Instagramku (@rintwaulandari) disana agak lumayan lengkap updatenya via hp hehe. InsyaAllah kali ini bisa di upload. Tulisan ini bukan untuk mengkritisi, hanya ungkapan aja ya. ungkapan tentang kelanjutan. Aku ingat sama ucapan Bu Diah malam itu, di gedung NKRI Rindam Jaya saat pembekalan semi militer, ketika ditanya kelanjutan kami di Nusantara Sehat.. bu Diah menjawab.. “Tahapan kalian itu, dari 1 ke 2, dari 2 ke tiga, dari tiga ke empat dulu. Bukan dari 1 langsung ke 10. Jadi nikmatilah proses yang ada di depan kalian. Ada masa depan cerah di mata kalian!” dan itu membuat semangat kami makin menggebu. Bu Diah benar. Terimakasih ya Bu. By the way bu, aku kagum sama Bu Diah. Jadi setiap Bu Diah yang kasih materi, baik selama pelatihan militer di Rindam Jaya maupun saat seminar di Jakarta kala itu.. saat Bu Diah memberi materi adalah yang aku tunggu-tunggu. Karena ibu selalu berkata hal yang real dan membangkitkan semangat. makasih ya Bu.. : )
dok. pribadi. team Pkm Aji Kuning dan pendamping dari kemenkes RI. muka kamii masih kucel banget. setelah pelatihan semi militer haha :")
 
dok. pribadi. foto diambil si hari terakhir sebelum pelepasan ke penempatan. saat semi militer
UGD PUSKESMAS AJI KUNING
04 FEBRUARI 2017

Senin, 09 Januari 2017

TRIP DAY 1 :Terpesona Pandangan Pertama di Pulau Derawan


dok. pribadi. kapal yang membawa kami menuju pulau derawan

TRIP 16-18 Desember 2016.

            LIBURAN. Hal ini menjadi sesuatu yang aku tunggu secara pribadi dan bagi semua orang. Liburan.. keluar dari rutinitas, dan melaksanakan kegiatan yang menyenangkan, memberikan vitamin bagi mata akan pemandangan Alam ciptaan Allah. Jumat, 16 Desember 2016 sesuai jadwal kami akan melakukan trip ke kepulauan Derawan Kalimantan Timur. Tidak hanya itu saja, kami juga akan menjelajahi beberapa pulau. Tak terbayang serunya akan seperti apa.
            Jadi sejak pagi pukul 7 kami sudah berangkat melakukan perjalanan darat menuju Mantikas. Sebuah daerah tempat berlabuhnya kapal, speedboat sebagai alat transportasi menuju pulau lainnya. Karena kami berada di kepulauan. Nah, satu jam perjalanan akhirnya kami sampai di Mantikas. Menggunakan taksi (mobil pribadi) yang dijadikan alat angkutan. Perorang dikenakan tarif Rp. 50 Ribu. Sampai sana, kami menunggu agency trip liburan menjemput kami. Speed yang kami naiki berukuran sedang. Biasanya bisa di tumpangi oleh 25 orang. Namun karena yang mengikuti Trip hanya berjumlah belasan, jadi kami dapat bonus: kelegaan dalam duduk dan menikmati perjalanan. Hehe
dok. pribadi. Alhamdulillah sampai di Pulau Derawan nan indoah. im fallin In Love here

            Ombak bergelombang. Kami di hempas-hempas. Namun speed mesin yang kami tumpangi cukup tangguh untuk tetap maju. Walau tak heran penumpang didalamnya memang dibanting-banting karena kolaborasi gelombang dan angin. Lautan saat itu memiliki warna sama: coklat. YA. ntah mengapa perairan di sekitar Kalimantan Utara air lautnya berwarna keruh, coklat. Maka tak heran untuk wisata laut masih kurang. Walau begitu deburan ombak dan cerahnya angin tetap menyenangkan hati kami. 3 jam perjalanan menuju Kota Tarakan. Kami akan transit sejenak. Karena akan sholat jumat dahulu para lelakinya. Kemudian pukul 2 siang kami lanjut lagi perjalanan menuju pulau Derawan.
            Makin dijalan.. aku mendapati perubahan warna air. YA.. mungkin sudah memasuki kawasan Kalimantan Timur. Warna laut menjadi lebih biru. Dan biru tua.. menandakan kedalaman lautnya. Jika pembaca membayangkan pulau Kalimantan, yang agak mirip dengan rupa wajah orang dari samping.. maka kita dapat membayangkan lokasinya. Dari Pulau Sebatik (tempatku) menuju Pulau Derawan. Itu jaraknya seolah-olah Pulau Sebatik berada di mata Pulau Kalimantan. Sedangkan Pulau Derawan berada tepat di depan hidungnya Pulau Kalimantan. Ya, kepulauan yang banyak. Namun berjarak. Dan memiliki keindahan sendiri-sendiri.
            Jadi perjalanan kami memakan waktu sekitar 6 jam. Dari Sebatik-Derawan belum termasuk waktu transit yaa. Sebenarnya waktu perjalanan tergantung pengemudi nahkoda yang membawa kami kesana. Dan tergantung gelombang laut juga. Kalau kami kemarin, gelombang air masih bisa dikendalikan. Alias tak terlalu besar, dan dapat diatasu. Menjelang sampai di Pulau Derawan, kita bisa lihat warna air yang biru tua dan biru muda.. yang terpenting, airnya jernih sekali, hingga isi daratanpun terlihat dengan mata telanjang. Tembus hingga bawah. Keindahan yang luarbiasa. Di sisi lain.. banyaknya cottage yang berjajar di pinggir pulau. Cottagenya pun sebagian berada di atas air laut yang agak lebih dangkal. Ini menjadi pesona dan pilihan tersendiri bagi turis dalam dan luar negeri untuk kesini. Cottage diatas Laut misalnya.. itu lebih di minati. Namun dengan harga yang sesuai pula. Baru datang, kami sudah disuguhi keindahan ini. Jujur, aku langsung jatuh hati di tempat ini!!
dok. pribadi. Alhamdulillah sampaai

            Disamping-samping cottage juga ada rumah warga yang tinggal disana. Warga ramah-ramah. Sebagian warga yang tinggal di daerah itu juga turut menjadi karyawan atau pembuat makanan untuk para tamu yang menginap di cottage. Atau bisa jadi kepala rumah tangganya seorang nahkoda speed maupun guide untuk turis asing. Sampai di Derawan puku 17.00 WITA. Kami menaruh pakaian terlebih dahulu di dalam cottage. Kebetulan kami memilih cottage di atas laut. Cottage dengan fasilitas lengkap dan cukup memuaskan. Permalam seharga Rp. 500 ribu. Namun itu sudah dihitung keseluruhan oleh Trip yang membawa kami. Jadi kami tinggal masuk dan bersantai di dalam ruangan.
            Nah, sore itu kami tidak menyiakan. Walau lelah sih. Tapi moso mau tidur dengan pemandangan seindah iniiiii. Jadi selesai sholat Ashar, kami berfoto dipinggiran penginapan. Lalu berenang di lautan pinggiran tangga. Airnya bening sekali, bersih, dan jernih. Dasar laut pun bisa kami nikmati dari atas, nah saat itu kami ditawari untuk naik Banana Boat! Wuaaah. Kebetulan. Aku pikir tak ada permainan Banana boat disini hehe. 
dok. pribadi. cobain banana boatnya niih


            Kalo fasilitas permainan, ini ditanggung masing-masing peserta yang ingin main. Kami diajak dan aku senangg. Banana boat ini akan memutari Pulau Derawan.  Seharga Rp. 200 ribu untuk permainan ini. Permainan ini bisa ditumpangi oleh 6 orang. Jadi kalau dihitung-hitung, ga masalah deh, kan bayarnya gotong royong sama yang lain. YAAK. Sore itu kami menikmati gelombang laut yang makin meninggi kemudian anginnya dan airnya yang membiru. Tidak terasa Banana Boat ini sudah mengitari Pulau Derawan. Tidak seperti permainan Banana Boat ditempat lain, yang biasanya setelah permainan para peserta akan di tumpahkan di lautan. Namun ini, tidak Bapaknya baik.. kami ga ditumpahkan hehe. Kami disandarkan dengan baik hingga tangga naik keatas.hehe
            Malamnya kami istirahat. Sebagian ada yang duduk menikmati rembulan, asebagian lagi ada yang jalan-jalan keliling derawan. Nah kami salah satunya yang menikmati derawan malam hari. Menyewa sepeda. Sepeda di sewa seharga 20-50 ribu/ 3jam. Harga disesuaikan dengan jenis sepeda yang dipakai. Kami ke Puskesmas Pulau Derawan. Bertemu sejawat Nusantara Sehat 3 yang mendapat penempatan Pulau Derawan. Kemudian membeli sedikit oleh-oleh yang berada di Pulau. Nyicil belinya hehe. Berjejer juga disini pernak-pernik khas Derawan. Harganya memang rada lebih mahal dari tempat lain. Kalau sekedar gantungan kunci atau lainnya, mungkin karena akses tempat pembuatan pernak pernik yang cukup jauh kali ya. ohya ada juga disini cincin/gelang/kalung liontin dengan sisik/kulit penyu. Kian malam, kami selesai pinjam sepeda, dan pulang ke penginapan.. mempersiapkan tenaga untuk hari esok. Kami akan jelajah pulau. Dan pasti keseruan akan makiiiin seruuuu. Hehe. Doakan Lancaaar :D



dok. pribadi. sunset di Derawan

Jumat, 16 Desember 2016

Minggu, 01 Januari 2017

Ya Allah, Kenapa Harus Jilbab Syar'i?


01 Januari 2016

            PAGI ini saat sedang jaga UGD aku di BBM salah seorang teman semasa kuliah dulu. Agak heran, kok tumben. Biasanya banyak teman yang lama dan kemudian menghubungiku lagi karena ingin tanya-tanya tentang Nusantara Sehat, karena ingin mendaftar juga. Kali ini pertanyaannya beda. Dia tanya tentang Jilbab. Dia ingin tau ceritaku, bagaimana bisa memutuskan memakai jilbab yang besar (lumayan syar’i) hehe.
            Karena ia merasa, bahwa memakai jilbab pertama kali adalah dia. Tapi kenapa seorang Rinta yang memakai jilbab lebih baru, justru sudah memutuskan memakai jilbab Syar’i ?? seakan si Rinta lah yang pakai jilbab lebih dulu. Teman ku ini sebut saja namanya Nia (bukan nama samaran). Mengenakan jilbab sejak pertama masuk kuliah. Sedangkan seorang Rinta.. pakai jilbab saat semester 2 kuliah. Tepatnya setelah peresmian pakai seragam putih-putih di keperawatan (Capping Day).
            Jadi namanya orang yang baru pakai jilbab kan ya... jadi masih pakai jilbab yang pendek dulu. Masih pakai celana jeans. Masih jilbab yang tembus pandang. Tipisss. Sampai akhirnya waktu berlalu. Semasa aku baru mengenakan jilbab aku juga ikut kajian di masjid kampus. Entah itu sama kakak kelas (liqo) atau sama Ummi dari instansi lain (liqo) juga. Semua kajian yang aku ikuti jelas untuk menganjurkan mengenakan jilbab sesuai syariat islam. Tapi namanya kajian kan ya.. dan yang mendengar juga anak muda.. jadi kadang yang disampaikan itu hanya sekedar lewat. Ndak juga ada perubahan di diri ini. Belum. Sampai akhirnya proses.. proses itu berjalan.
            Mulai aku rutin pakai kaos kaki kemana-mana. Tapi masih pakai jilbab biasa. Yang dililit itu, jeans juga masih pakai. Ketat. Tapi aku selalu pakai kaos atau atasan yang menutupi pinggul kebawah.  Teman-teman se-per-liqo-an pun sama, berproses seperti itu. Memang ada teman yang sudah mulai berubah pakaiannya. Jilbabnya jadi tidak dililit lagi,jadi di urai.. dsb..

            Kemudian aku mengikuti salah satu organisasi kepenulisan. Sesuai hobiku. Forum Lingkar Pena. Di Forum Lingkar Pena ini.. sebagian besar, malah hampir keseluruhan anggota yang perempuan memakai pakaian Syar’i. Semua Syar’i. Laki-lakinya pun sesuai sunnah Rosul semua dari cara berpakaiannya. Saat itu aku ingat hanya beberapa yang masih pakai jilbab dan pakaian tidak syar’i. Kami sering bercengkrama.. mengikuti kelas menulis.. bahkan setelah selesai sholat berjamaah dengan anggota FLP, obrolan yang mereka bahas adalah harga-harga jilbab Syar’i. Tidak membicarakan hal-hal kosong yang tanpa sadar jadi pancing dosa. Mereka membicarakan hal yang berbeda. Kemudian aku sambil memperhatikan mereka.. cara berpakaiannya..
            Tiap bulan kami ada pertemuan. Kelas menulis juga. Nah makin kesini aku merasa minder sendiri nih dengan penampilanku yang berbeda. Padahal mereka gak ada yang menggubris penampilanku yang tak syar’i. Lambat laun.. aku lebih sering mengenakan rok daripada celana.. saat bersama mereka.. kemudian jilbab yang tadinya aku lilit kebelakang.. kini aku urai kedepan menutupi dada. Lalu lama-lama jika aku mencoba pakai jilbab yang dua lapis.. agar tak tembus panjang dan bisa menjadi besar. Perubahan aku pelan-pelan itu disambut baik oleh mereka. “Alhamdulillah Rinta.., semoga istiqomah ya dek..” tutur mereka. Nah tadinya penampilan aku seperti diatas adalah saat berkumpul dengan FLP Lampung saja. Saat ada kelas menulis saja. Saati diluar. Atau sama teman lain penampilanku kembali biasa lagi yang ala kadarnya itu.
            Sampai suatu ketika aku berpikir begini.... “Nanti kalau ketemu salah satu anggota FLP Lampung.. di luar.. terus mereka melihat penampilanku yang beda.. pasti aku malu banget...” ungkapku dalam hati. Lalu aku mulai berubah mengenakan rok dan jilbab yang cukup lebar. Mulai dari situ sih. Walaupun salah kalau aku malunya saat itu sama anggota FLP. Seharusnya aku malu sama Allah ya.. Malu. Karena udah dikasih banyak nikmat.. kok nurutin perintah-NYA dengan berjilbab syar’i aja susah! Padahal fungsinya juga untuk melindungi loh! Namun ndak apa.. mungkin itu adalah perantara.. FLP sebagai perantara perubahanku.. hijrahku.. setelah itu.. ketika pakaian mulai Syar’i.... kok sikap juga harus berubah ya? pikirku begitu. “Ya malu dong.. masa berjilbab syar’i tapi pergaulannya gak di batasin.. Ya malu dong.. masa jilbab Syar’i punya pacar??” itu pemikiranku. Dan memang itu berdampak juga dengan sikapku.. cara bergaul ku.. karena pakaian yang sudah seperti ini. Maka ga habis pikir deh sama orang yang bilang.. “Jilbabin hati dulu.. baru jilbabin kepala...” lah atuh menurutku sebaliknya.. jilbabin dulu kepalamu.. nanti sikap juga jadi berubah karena itu : )

            Coba duluu saat aku sedang jalan kaki.. tanpa jilbab, atau dengan jilbab yang pendek.. celana jeans yang ketat..  ada aja lelaki yang godain.. “Cewe.. mau kemanaa..?”. lalu saat aku sudah mengenakan jilbab Syar’i.. godainnya jadi berubah.. “Assalamualaikum ibu haji...” iya kan? Tinggal jawab dalam hati, lalu Aamiin-kan doanya. Siapa tau terwujud? :D
            Keluargaku bukanlah keluarga yang agamis. Jadi ketika aku berubah.. perubahan pakai rok longgar, pakai jilbab besar.. orangtua ku sempat pangling sama anaknya.. “Kok kamu jadi begini? Ikut aliran apa sih, Nak??” . atau kata adik ku yang bilang.. “Duh lo kaya emak-emak deh. Mau ke supermarket aja bajunya kaya gitu..”. Sakit sebenernya.. wkwk..jelasin aja pelan-pelan. “lagi belajar jadi lebih baik, Ma..” jawab gitu. Atau jawab adik dengan.. “Ya biarin sih.. kan ntar juga jadi emak-emak...” jawab begitu ke adik yang songong. Wkwk.
            Jadi intinya.. PERGAULAN. Pergaulan yang membuat kita berproses lebih baik. Ketika kamu berada di lingkaran orang-orang yang taat pada-Nya dan berpakaian sesuai syariatNYA, niscaya kamu akan mengikuti mereka. Sedangkan ketika kamu bergaul dengan orang-orang yang tidak taat dan masa bodoh dengan aturanNYA.. maka akan begitulah kamu : )

            Alhamdulillah, aku memiliki banyak teman dengan berbagai karakter. Termasuk teman-teman yang tidak pakai pakaian syar’i. Ndak apa kok berteman memang harus dengan orang yang mengerti kita. Apalagi teman lama kan. Namun alangkah baiknya memiliki teman melingkar dalam belajar mengenai agama islam. Sering interaksi dengan mereka. Banyak belajar. Toh kini makin dewasa. Kita yang memilih apa yang terbaik untuk diri kita. Bukankah jika kita berteman dengan penjual parfum, kita akan kena wanginya? Sedangkan jika berteman dengan tukang besi, kita yang kena percikan panas besinya?
            Lalu kata Rosul pun.. jika kita ingin mengetahui kepribadian seseorang.. maka lihatlah teman-temannya. Lihat ia bergaul dengan siapa... niscaya itu sudah cukup menunjukkan sikap dan kebiasaan seseorang itu.. dan kenapa masih ragu? Bukankah perintah berjilbab syar’i memang sudah tertuang di Al-Quran. Tidak main-main, langsung Wahyu dari Allah SWT sendiri. Masih ragu?? Nikmat Allah begitu banyak kawan. Turutilah perintah-Nya :) 
.
Ya Allah, kenapa harus jilbab Syar'i?
Karena kita diciptakan dari Allah untuk beribadah pada Allah.. :)

Artinya: Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab: 59)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. An Nur: 31)

“Dari Aisyah r.a.: Sesungguhnya Asma’i binti Abu Bakar datang kepada Rasulullah SAW dan dipakainya pakaian yang tipis, maka Rasulullah SAW menyegahnya dan berkata:  Wahai Asma’i, sesungguhnya wanita itu bila sudah datang masa haid tidak pantas terlihat tubuhnya kecuali ini dan ini. Beliau sambil menunjukkan muka dan kedua telapak tangannya.” (H.R. Abu Dawud dari Aisyah r.a.)


Wassalam
Semoga bermanfaat : )