Senin, 17 Oktober 2016

Kangen Dang Edo.



17 Oktober 2016

            Herlando Wirawan. Kakak pertamaku. Tampan. Walau usianya tak panjang. Lillahi Ta’ala. Aku sayang padanya. Sejak aku dilahirkan. Apapun kondisinya. Lahir pada tahun 1986. Kemudian tumbuh menjadi balita yang tampan dan berisi. Hingga suatu ketika ada kesalahan tim medis, saat penyuntikan imunisasi. Ia demam, namun tetap di beri imunisasi. Saat itu orangtuaku sangat awam dan kurang informasi. Namun tak ada tuntutan saat itu. Biarlah. Keadaan makin menurun. Berbagai usaha dilakukan. Akhirnya, di ujung perjuangan hingga usianya 9 tahun. Lalu dia pergi. Meninggalkan kami. Aku, yang saat itu masih berusia 2 tahunan.
            Teringat saat kami saling berebut remote TV. Dia mau nonton Ultraman. Dan aku mengacaunya. Saat ia sedang disuapi makan. Akupun selalu bermain-main padanya. Sampai dia pernah marah, hehe, ngambek. Lalu gak lama, kami main lagi. Hehe dasar anak-anak. Lalu tiba-tiba sepi..................... saat kemudian aku harus melihatnya dimandikan oleh ayahku. Matanya terlihat terus terpejam. Tak ada suara, apalagi candaan lagi. Kemudian aku tidur di dalam kamar.. dan tak melihat prosesinya. Ya, tentulah abangku itu istirahat dengan tenang di pusaranya. Namun aku tak melihat.
            23 tahun usiaku kini. Usiamu Dang?seharusnya 30 tahun yaa sekarang. Mungkin keponakanku sudah lebih banyak yaah. Seharusnya juga aku punya kakak ipar perempuan. Hehe. Bagaimana di sana? Pastilah engkau nyam ya Dang.. hehe.
            Kadang aku tuh butuh sekali teman cerita loh Dang. Banget. Tapi yaa kamunya gak ada. Aku hanya bisa nulis di buku Diary ku yang ditulis tangan sepanjang apapun yang aku mau. Sejak Sekolah Dasar.. nulis diary di file atau orji atau buku biasa. Kemudian apes saat Wodang Nia bacain buku itu sama Mama dan Papa. Haha. Ampun deh malunya.
            Aku pernah pikir. Punya kakak cowo itu apa rasanya? Pastinya save ya. Di jagain. Kalo ada apa-apa setidaknya ada pundak tempat bersandar. Mau cerita? Ya bisa cerita aja. Walaupun cerita sama cowo biasanya jangan berharap dapat respon panjang lebar. Tapi respon simpel yang pas. Iyaa itu. Sepertinya. Kalau sepi, butuh hiburan? Bisa nyanyi bareng pake gitar yang Dang Edo mainkan. Hehe, iya loh Dang. Pasti seru.
            Sarana apalagi sebagai tempat cerita? Yaa menulis aja. Tiba-tiba tenang sendiri, laporan sama Allah juga lebih nyaman. Kalo punya kakak lebih dari satu itu katanya enak ya? Iyaa enak kok. Kalo kakak yang satunya sibuk. Bisa curhat ke kakak yang satunya lagi. Apalagi kalo kakaknya cewe dan cowo. Pas banget. Tapi kalo kakaknya tinggal satu? Yaudah satu aja. Punya kakak cowo, tapi gak ada di pandangan. Cuma diingatan. Gak bisa bersandar di pundaknya Dang Edo. Hehe. Tapi jadi jelas sandarannya sekarang, kalo inget sama Dang Edo.... sandarin aja ke Allah. Karena Dang Edo udah di sisi Allah.
            Gakpapa Dang.. Cuma mau cerita itu aja. Wulan udah jauh dari mama-papa dan keluarga di Lampung. Mau belajar mandiri ceritanya. Tapi kalo masa-masa begini nih.. pingin banget cerita ke siapaaa gitu yang bisa nenangin. Ga Cuma respon “Sabar yaa..” “dijalanin aja”. Dan seterusnya tanpa kalimat bermakna nenangin apapun.
            Aku tu berkali-kali minta Dang Edo biar ada di mimpi aku. Hehe, tapi jarang Dang Edo masuk ke dalam mimpiku. Sekedar bayar kangen aja gitu. Jadi inget suara besarnya Dang Edo. Padahal Dang Edo baru umur 9tahunan. Tapi suaranya sudah besar hehe. Suara marah-marahnya Dang Edo pas ngadu ke Mama.. karena remote TV aku bawa lari... hehe :D Dang Edo sekarang ga sekedar duduk di kursi santai biru yang dirumah aja.. tapi juga bisa kemana-mana setelah ada di sisi Allah.
            Dang, kayaknya Wulan udah butuh pendamping. HAHAHA biar bisa bersandar wkwk. Udah ah, ada Al-Fatihah spesial untuk Dang Edo. Tiap abis sholat InsyaAllah.
            Setiap ada orang yang bertanya.. “Rin.. kamu berapa bersaudara?”
            Aku gak pernah jawab hanya 4 loh Dang. Aku selalu bilang berlima. Tapi sekarang tinggal 4. Kenapa? Karena aku gak akan hapus ingatan, hapus pertalian darah kita hanya karena Dang Edo udah ga di dunia, terus gak dihitung lagi dalam silsilah keluarga kita?hehe enggak. Enggak akan. Khususnya untuk aku. Aku selalu bilang kalau kita 5 bersaudara. Ada Dang Edo, Wodang Nia, Aku, Ikal, sama Ninda. Iyaa kita berlima.
            Kedepannya, insyaAllah kuat. Dengan segala tantangan di perantauan. Serta tantangan di hati. Masih berusaha lawan diri sendiri nih, biar bisa stabil, supaya bisa kuat dan ga gampang ngeluh. Salam Rindu.. dari dunia yang Fana..

Wulan
Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah
Kalimantan Utara

Sabtu, 24 September 2016

KATA PENGANTAR LAPORAN KWARTAL NUSANTARA SEHAT 2




            Puji Syukur kehadirat Allah SWT atas kehadiratnya.. diberikan kesehatan jasmani dan rohani. Sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Kwartal ini. Laporan Kwartal ini adalah bukti dari sebagian kecil kegiatan kami di Puskesmas, sebagai tempat kami di tugaskan. Puskesmas Aji Kuning adalah pemempatan tugas kami untuk menjalankan tugas negara. Mengabdi di DTPK  (Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan) demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat mulai dari perbatasan negeri.
            Kami sadar, akan banyak sekali kata-kata atau penulisan yang tidak sesuai. Namun maklumilah.. karena kami hanya manusia biasa. Di Puskesmas penempatan kami.. kami tidak hanya menjalankan kegiatan ke masyarakatan.. tapi juga kegiatan lainnya.. kegiatan rutin yang tiap hari kami halankan di puskesmas. Sesuai profesi yang kami miliki. 

Bagi yang berprofesi sebagai bidan.. ia harus bertugas rutin tiap pagi di puskesmas untuk berjaga di Poli KIA dan KB, kemudian sewaktu-waktu harus on call dan datang kembali ke VK jika ada masyarakat yang akan melahirkan. Sewaktu-waktu juga harus merujuk ke rumah sakit di kabupaten yang cukup jauh.. tak memandang waktu, karena ibu melahirkan tak kenal waktu. Disini ketangkasan, daya tahan tubuhm di uji oleh udara darat dan laut di Sebatik.
Bagi yang berprofesi sebagai perawat, ia harus standby 24 jam. Berjaga shift-shift-an. Jaga pagi-sore-atau malam. Sering kali ia tetap datang ke Puskesmas walaupun bukan jadwal jaga nya bila ada pasien yang emergency berat, ada rapat, atau ada program penyuluhan lain di pagi harinya. Sewaktu-waktu juga harus siap merujuk pasien perawatan yang sudah dalam kondisi terminal. Melakukan perjalanan darat satu jam, perjalanan laut setengah jam menuju RSUD Nunukan di Kabupaten. Terkadang ia juga harus keluar negeri (Malaysia) jika ada pasien yang minta di rujuk ke Tawau Hospital. Belum lagi kendala kurangnya alat yang harus di maklumi dan di akali. Resiko lelah berlebih menjadi resiko bagi kami yang berprofesi perawat.

Bagi yang berprofesi sebagai Kesehatan Lingkungan.. ia harus siap terus melakukan perjalanan. Untuk mendata, membagikan Abate, memantau jentik nyamuk, penyuluhan kesehatan lingkungan dan lain sebagainya. Di Puskesmas juga berjaga jika ada masyarakat yang ingin kosnultasi tentang masalah kesehatan lingkungan di rumahnya. Sesekali ia juga diajak untuk merujuk ke Rumah Sakit.
Bagi yang berprofesi sebagai Analis Kesehatan ini juga karena terbatasnya sumber daya manusia serta sumber daya alat, menjadi kesulitan tersendiri jika ada pasien emergency yang membutuhkan pemeriksaan cepat. Ia juga harus On Call 24 jam. Mundar-mandir puskesmas jika ada pasien emergency dan membutuhkan pemeriksaan lab. Selain itu sering juga mendapat tugas lain diluar profesinya.. seperti menggunting kertas resep (?)
Bagi yang berprofesi kesehatan masyarakat. Harus siap menyusun kegiatan dan agenda untuk bergerilya dalam promosi kesehatan. Tidak hanya melakukan management dalam puskesmas, ia juga harus memiliki ide yang ligat dalam memajukan puskesmas dan dalam upaya preventifnya. Sesekali juga atau biasanya juga ia menjadi profesi lain jika petugas apotek engga ada (?)
            Di Puskesmas ini, satu team berjumlah 5 orang. Dengan berbagai profesi, latar belakang, sikap, suku dan kebiasaan. Kami mencoba menyesuaikan segala kekurangan dan mencoba terus stabil untuk tidak ada sesuatu hal yang menyebabkan keresahan hati dan pikiran. Karena kami sadar, bahwa kami di penempatan tidak hanya sekedar satu atau dua bulan. Melainkan satu hingga dua tahun kedepan. Kami tidak mungkin berada dalam ketidaknyamanan. Oleh karenanya, masing-masing dari kami terus belajar mengenal dan beradaptasi dengan teman-teman penugasan kami.


            Namun kami bersyukur, kini kami bisa paham bagaimana perbatasan Indonesia dari dekat. Terimakasih Kemenkes. Masa muda kami jadi ternilai. Berbekas. Membekas.  Melalui Nusantara Sehat, saya pribadi merasa bisa belajar mandiri, belajar masak, bisa setia nyuci baju kalo sempat, bisa mengatur diri sendiri. Karena memang ga ada orangtua dan gak ada yang bisa diharapakan untuk mengatur diri ini selain diri sendiri. Terimakasih atas kesempatan ini. Terimakasih atas kesempatan ke Jakarta dalam waktu dekat, sehingga kami dapat bertemu kembali teman-teman di Nusantara sehat dari pelosok nusantara. Walaupun sebenarnya berat karena medan menuju sana cukup melelahkan. Belum lagi laporan Kwartal 1, 2 dan 3 yang merupakan syarat wajibnya untuk menghadiri undangan tersebut. Kami memang lembur. Lembur bangeet. Tidur ga jelas jam nya. Belum lagi laporan akreditasi puskesmas yang udah deadline. Namun kami ikhlas menjalaninya, karena laporan Kwartal tersebut telah selesai kami kerjakan. Alhamdulillah. Salam sehat! 

Rabu, 31 Agustus 2016

Hati-hati! Fatal telat Check in Pesawat



Rabu, 31 Agustus 2016
Dari Jalan Ngaglik Lama, Gajah Mungkur, Semarang, Jawa Tengah



            Wuuuh sore ini adalah sore yang amazing buat aku. Gimana enggak? Harusnya aku malam ini sudah berada di Jakarta dan menunggu transit menuju Lampung, tapi apa daya, kita hanya bisa berenca Allah yang kasih keputusan kan yaa. Jadi sore ini ada jadwal keberangkatan aku ke Lampung. Sejak pagi aku dan cudo winda sudah melalang buwana ke tempat penjualan oleh-oleh Bandeng Juwana, samapi mengawal dik Zinky yang mau imunisasi hepatitis B. Makan bakso Sompok. Sekitar pukul 2 siang kamis ampai dirumah. Rencana mau rehat sebentar. Sebelum keluar lagi untuk Jengukin Mama Aceh yang lagi sakit di RS Kariadi, terus Chek in Bandara di Achmad Yani Semarang.
            Well akhirnya ternyata.. aku dan Cudo kelelahan. Dan rencana istirahat tidur sejenak itu di kagetkan dengan kami yang ketiduran dan baru sadar kalo hari udah soree banget yak. Dan kami buru-buru menuju bandara untuk Check In. Bandara Achmad Yani memang dekat di Rumah. Namun tidak di sangka bahwa sore ini Semarang Maceeeet banget. Ya  Allah. Aku deg-degan. Begitu juga Cudo Winda, Kakak Sepupu ku ini.
            Lalu saat dijalan aku baru lihat bahwa ternyata penerbangan aku adalah pukul 16.35 WIB. Padahal tadi pagi aku bilang ke Cudo Winda kalau aku berangkat pukul 16.50 WIB. Akus alah lihat! Kami makin panik. Sesampainya kami di Bndara dan melihat banyak sekali mobil yang masuk dan jeluarg Bandara Achmad Yani. Kami gak bisa menunggu. Akhirnya Cudo Winda menyarankan aku agar aku turun duluan ke Bandara, dan langsung Check in. Cudo Winda menghentikan mobil di pinggir. Aku segera bergegas kebelakang dan mengambil koper yang besar. Aku lari sekuat mungkin. ternyata di sisi ini adalah sisi kepulangan. Banyak orang disana, dan baru sampai di Semarang. Aku lari-lari.. persis sinetron orang yang ketiggalan pesawat. Wuuuh.

            Lanjut sampai di tempat masuk aku menunjukkan hape ku. aku masuk, secepat mungkin meletakkan pakaian dan tas kedalam alat detektor. Aku minta untuk menitipkan barang kecil kepada petugas. Setengah lari aku menuju tempat maskapai penerbangan. Aku berada di antrian nomor 3. Dengan segala keberanian, atau karena kepepet.. akhirnya aku bertanya pada orang yang ada di depanku.. Pak? Bapak penerbangan jam berapa?” smabil menebar senyum panik. “Oh saya jam setengah 6 berangkatnya mbak..”
            “Pak boleh gak ya pak.. aku duluan yang  check in? Karena aku keberangkatan jam 16.35 ini pak.. boleh ya Pak?” ujar ku bersungguh.
            “Oh boleh.. silakan-silakan...” langsung aku maju. Dan seiring aku maju........................ aku mendengar suara pengeras disana, yang bilang bahwa penumpang pesawat **** Air kode **** silakan memasuki pesawat... aku mengeja dan melihat PDF tiket di Hape ku.. yah.. betuul itu pesawat yang harusnya aku naikiiiiiiii. Lalu aku segera menunjukkan di hp itu tentang pesawat.. lalu ibu petugas itu dengan handyTalky nya menghubungi temannya mungkin dan bilang masih bisa satu penumpang atau engga, terus kendala bagasi yang ga bisa masuk lagi. Terus ternyata... “Wah maaf mbah.. udah close...”
            “Waduuh gimana ya mbak??”
            “Silakan ke Costumer service maskapai kami ya mbak.. disana...” sambil menunjuk ke arah tempatnya.  Aku segera menuju tempat yang ditunjuukan mbak-mbak itu. “Saya titip kopernya disini yaa?”
            “Oh oke mbak.. ucapnya. Akhinya aku segera bergegas menuju arah yang ditunjukkan tadi. Ada costumer carenya. Banyak orang yang mau pesan pesawat juga. Ada Cudo Winda yang sudah sampai di depan loket setelah parkir mobil yang super sulit. Cudo Winda bawain oleh-oleh aku, dan 1 tas ransel besar yang lumayan berat. Dear Cudo Winda... I love you soo much.. pengertian dan penyabar banget Cudooooo :*
            Jadi dari hasil bertanya-tanya sama abang-abang maskapai, ternyataaaaa tiketku sudah hangus. Ada beberapa pilihan, karen akau sampai di Jakarta pukul 20.05 WIB.. jadi kudu cari maskapai yang mau sampai Jakarta di jam itu. mereka menyarankan beberapa Maskapai. Setelah kami datangi, ternyata waktunya mepet saat mendarat, belum lagi lokasi terminal yang jauuh-jauhh.  Jadi mereka mendarat hanya jeda 1 jam, mendarat pukul 7 malam. Dan pegawai maskapai sendiri bilang bawha mereka gak berani memastikan sampainya pas waktu atau tidak. Karena barang otomatis harus di amabil dari bagasi dulu, baru Check In lagi. Dan itu memakan waktu yang cukup lama. Pihak maskapai gak mau ambil resiko penumpangnya akan terlambat. Apalagi sekarang terminal baru di berlakukan. Dan lokasinya jauh-jauh, haru pakai Shutle Bus segala dan bawa barang dari Bagas. Kan berat pisan dan repot tuuh huhu.
            Wal hasil, kami ga menemukan jalan keluar untuk ini. dan waktu selalu menabrak. Kalau harga yang di jam sekarang naik, mending kepulangan di tunda aja. Akhirnya aku bilang,  “Gakpapa deh cudo, aku tunda aja.. besok aja pulangnya cudo..”
            “Terus tanya penerbangan paling awal disana.. ternyata masih maskapai yang sama dnegan harga yang lumayan dari harga sebelumnya. Beda 200 ribu braay. Lalu aku reflek mengeluarkan dompet walau di dompetku hanya ada uang 500 ribu. Terus tiket yang hangus hanya bisa berlaku 10% untuk tiket yang dipesan baru. Huhu :”3 Lalu Cudo Winda secara duluan mengeluarkan uangnya dan menahan tanganku untuk mengeluarkan uang. “Cudo?” 

            “Udaah engga apa-apa.. namanya juga halangan kan. Musibah.. biar Cudo..” Aku diam, dalam hati ya Allah terharu... wkwk disaat genting gini loh, ternyata Allah selalu baik, dan kasih keluarga baik ke aku. Padahal kejadian ini gak dierencanakan, tanpa settingan. Aku tadinya mau pasrah ajadah, naik kereta sok gakpapa.. tapi cudo tetap maunya aku naik pesawat biar ga repot bawa barangnya. “Wasting time Lan. Capek lagi naik kereta terus bus..” tutur Cudo Winda dengan suara lembutnya.
            Lalu Cudo telpon papaku di Lampung. “Cudo telpon Om ya.. biar ga nunggu di Bandara Lampung...” Cudo mengeluarkan HP nya dan bicara pelan-pelan ke papa. Dengan tenang.  “Pasti aku dimarahin nih sampai Lampung.. “ ucapku.
            “Ah engga kok.. Cudo gak bilang Wulan terlambat naik pesawat, Cudo bilang Wulan masih mau jalan-jalan di Semarang.. hehe..” haaa Alhamdulillah hehe. Terus Papa telpon aku doong secara pribadi.. Waduh! Papa telpon.. dengan hati-hati aku angkat telpon dan aku jelaskan bahwa.. “Aku mau jengukin Mama Aceh yang masih di rawat di RS Kariadi.. “ (bukan cerita yang sebenarnya, tapi emang besok aku mau nengok mama Aceh kok di Kariadi hehe). Papa hanya jawab.. “Oh iya.. besok berangkat jam berapa? Sampai jam berapa di Lampung? Oh oke hati-hati ya...”  gitu aja sebenarnya. Ayah aku emang pengertian banget daaah. Lalu mas-mas registrasi tiket bilang.. “Mbak besok jam 11 pagi harus udah check in ya.. paling lambat jam 12 siang loh mbak..” dengan logat Jawa yang khas. “Siaap Mas..” hehe
            Terakhir sebelum pulang lagi kerumah Semarang.. aku bilang ke Cudo.. “Cudo.. Maafin Wulan yaa. Wulan ngerepotin banget...” nyaris nangis beneran. Terus aku Cuma nunduk. Cudo Winda dengan santai menjawab.. “Wulan.. engga apa-apa.. namanya kan kita berhalangan, masih diizinin jalan-jalan di Semarang berarti kaan.. Cudo sama Bang Iflan juga beberapa kali terlambat kok naik pesawat.. santai aja Lan..” ucap Cudo. Lalu sepanjang jalan Cudo dan aku mengobrol banyak hal tentang keberangkatan tadi, kami yang tidur siang lupa waktu karen kelelahan.. cudo juga cerita saat beliau sekeluarga terlambat naik pesawat, saat ke Kuala Lumpur, saat bang Iflan mau mendatangi seminar kedokteran di Jerman, dengan kondisi dari jakarta yang super macet sampai basah kuyup karena hujan dan anik ojek karena ga gerak sama sekali di jalan.

            “Terus nanti dek Putroe tanya gini ke Wulan cudo.. “Tante Wulan kok gak jadi pulang ke Lampung?’ pasti deh gitu deh Putroe...” ucapku. Cudo Winda tertawa terbahak, yaa namanya juga anak-anak Lan.. hehe, hiburan... ucap Cudo sambil tetap pada kendali. Lalu sampai rumah, Ahamdulillah.. “Harusnya Wuan udah di Jakarta nih jam segini.. hehe..” ucap Cudo Winda.
            Jelang  Magrib tak lama Bang Iflan pulang masih dengan sneli yang dipakai. Beliau adalah salah satu dokter residen Gizi Klinis di RSUP Kariadi Semarang. “Nah.. tante Wulan masih di Semarang malam ini yaa.. mau sama adik Zinky lagi yaa...” rupanya Bang Iflan sudah tahu tentang kejadian ini. hiks :3. “Gakpapa Lan.. masih belum boleh tinggalin semarang nih.. Rejeki juga buat kami, Wulan masih ada di sini..” Ucap Bang Iflan.
            Ah aku selalu terinspirasi dengan ke so sweet-an keluarga ini. keluarga kakak-kakak sepupuku dari keluarga Ayah. Mereka lembut sekali orangnya, simple dan penyabar. Sama juga saat aku berada dua minggu di Aceh bersama Cengah Maya, aku selalu merasakan kasih sayang keluarga itu, hingga kini Cengah Maya dan keluarganya harus sementara tinggal di Prancis, karena suami Cengah Maya yang di terima beasiswa untuk jurusan ekonomi. Aku doakan sehat selalu Cengah Mayaa dan keluarga.
            Untuk keluarga berbahagia ini. Cudo Winda adalah Kakak Sepupuku. Dia dan suami kebetulan sedang melanjutkan sekolah di jurusan kedokterannya. Bang Iflan sedang mengambil Residen Gizi Klinis di RUSP Kariadi, sedangkan Cudo Winda sedang ambil beasiswa S3 di Undip untuk bagian pengajaran kedokteran. Suami istri ini lengkap, karena sudah memiliki 3 orang anak. 2 putra dan 1 perempuan. Paling kecil itu Zinky.. ganteng e pool hehe.. usia 6 bulan..  Cudo Winda yang memang dasarnya keibuan dan penyabar, bang Iflan juga sosok imam yang baik dan bisa menyesuaikan antara kesibukannya di Rumah Sakit serta untuk keluarganya. Aku doakan semoga sekolah yang sedang dilanjutkan ini mendapat Ridho Allah, banyak ilmu yang didapatkan dan senantiasa menjadi dokter spesialis dan dosen jurusan kedokteran yang bermanfaat aamiin disayangi pasien dan mahasiswa nya. Semoga Cudo Winda juga di permudah buat proposalnya ya.. penelitian lancar.. serta dapat promotor yang baik untuk penelitian. Adik Rayyan, Dik Putroe serta dik Zinky Sehat selalu. aamiin. Terakhir semoga Uak Bandung juga sembuh dan kembali pulih. Aamiin.. <3
_Salam sayang dari adik sepupu mu yang Musafir ini :")
           

Kamis, 28 Juli 2016

Tips dan Trik Lolos Test Tahap 2 Nusantara Sehat




 
dok. pribadi. lokasi ujian nusantarasehat tahap dua ku.
Di rumah Dinas Nusantara Sehat Puskesmas Aji Kuning
Pulau Sebatik Kalimantan Utara
Kamis, 28 Juli 2016 
Salam dari anak LAMPUNG, Bandarlampung tercinta yang aku rindukan! :)

            Oke, malam ini aku akan meluangkan waktu untuk mengutarakan berbagai hal tentang seleksi tahap 2 Nusantara Sehat secara lebih fokus yah. Karena banyaaaak sekali pertanyaan-pertanyaan menjelang test tahap 2 Nusantara Sehat. Karena memang baru jemarin pengumuman kelulusan test tahap 1 Nusantara Sehat. Aku merasa angkatan ke 4 kali ini lebih banyak yang lolos yah.. dalam seleksi tahap 1. Karena memang rata-rata semua pemuda yang bertanya kepadaku tentang Nusantara Sehat.. mereka semua lolos seleksi tahap 1 atau seleksi berkas. Alhamdulillah selamat yaa. Yang belum lolos, masih ada rekruitmen nusantarasehat lagi kok tahun depan. Tetap semangaaat.
dok. pribadi. suasana sebelum mulai test

            Oke. Berbeda dengan tahun kemarin. Mungkin belajar juga dari pengalaman. Jadi tahun kemarin kan nama yang lolos semua di lampirkan di sebuah dokumen PDF. Nah sekarang mereka yang lolos hanya diberitahu bahwa mereka lolos tahap 1. Tanpatahu teman-teman yang lain sudah lolos atau belum. Intinya seperti penerimaan kelulusan SNMPTN yah hanya di tulis “Selamat atas nama bla-bla.. lolos ujian tahap 1.. kamu akan melanjutkan ke tahap berikutnya”. Seperti itulah kira-kira. Gak heran kalau aku selalu membatasi obrolan jika ada yang tanya banyak tentang test tahap selanjutnya, padahal orang itu belum diketahui lulus apa engga di tahap 1. Takutnya obrolan jadi sia-sia jika kamu ternyata belum lolos di tahap 1. Jadi buat kamu yang udah lolos tahap 1 Nusantara Sehat. Silahkan baca artikel ini sampai habis yaa.
**
Oke, jadi setelah kamu dinyatakan lulus tahap 1. Segeralah! Segeralah urus berbagai dokumen yang diperlukan untuk dibawa ke test tahap 2. Jangan tunda-tunda. Buat kamu yang sudah kerja di sebuah rumah sakit-puskesmas-klinik-atau instansi lainnya dan mau lanjut tahap 2. Silahkan izin dari sekarang. Aku saranin sih izinnya bilang aja ada urusan keluarga atau ada keperluan lain. Jangan bilang kamu lagi daftar kerja di tempat lain ya. Wkwk *Saran doang hehe. Lengkapi berkasmu. Biasanya banyak yang harus dikirim di email nusantarasehat untuk konfirmasi kehadiran dan lain-lain. Karena setelah ujian tahap 2.. semua akan berlalu begitu cepat... semua akan langsung diminta persiapan secepat mungkin. tahap 2 akan  berjalan pada awal agustus yah? Nah persiapannya ini dia nih..

1.      LOKASI
Selediki dulu lokasi ujianmu. Jangan sampai dihari H kamu jadi malah kebingungan karena nyasar. Tau dulu dengan jelas lokasi penempatanmu yah.kalau bisa H-1 sebelum ujian kamu sudah di lokasi. Menginap sehari di penginapan sana, atau tinggal dirumah saudara, atau di rumah teman. Untuk lokasi di kota yang rawan kemacetan kamu harus siaga yaaa atur waktu. Karena dari pengalamanku.. dulu aku test di Jakarta,, di PPSDM Hang Jebat. Nah disana.. pukul 07.00 tepat kami sudah berkumpul untuk memberikan berkas yang kami bawa. Bawa SKCK asli yaah.. surat kesehatan juga.. ada legalisirnya. Pokoknya sesuai persyaratan deh yaa. Ohya, sarapan dulu bro-sist. Jangan sampe engga. Aku kemarin gak sarapan pas test. Karena tinggal di kostan temen di Jakarta. Naik Go-Jek ke lokasi, untung dapet hari sabtu, jadijakarta gak terlalu macet. Dan untung juga ketemu si Uswah temanku seperjuangan yang sekarang penempatan di Maluku Barat Daya. Si Gadis Bandung itu kasih aku roti bergizi tinggi untuk aku sarapan. Hehe *intermezzo*



2.      PSIKOTEST
BIASA. Sebelum kegiatan ada sambutan-sambutan gitu dulu. Sambutan dari ketua panitia nusantara sehat, tim kementrian kesehatan dan lainnya. Dan yang lebih seru, bikin kita bersemangat adalah penayangan vidio alam indonesia yang disana ada tim nusantara sehatnya. Itu alam indonesia beneran di pamerin dan membuat kami yang melihatnya mau kesana. “kereeen! Aku mau kesana! Mauuuu!” hehe ya begitulah.
 
dok. pribadi. bersama berjuang di penempatan
Saat itu tim psikotest adalah dari pihak psukilog UI. Dan mereka cukup senior. Persiapan soal-soal. Alat menggambar. Kertas berbagai bentuk. Kotak. Angka tulisan. Soal tentnag kepribadian dan lainnya. Berbaur. Dan ini akan terjadi hingga sore menjelang. Wish! Semangaaat. Pelajari psikotestnya yaah. Soal-soal kepriabadianajan lebih banyak dari biasanya. Pahami soalnya. Jawab dengan bijak. Karena soal kepribadian tidak menilai benar salahnya seseorang. Tapi seberapa baik dan konsostennya orang tersebut. Jawab jujur sesuai yang kamu banget dalam menyikapinya yaah. Kemudian soal hitungan. Pelajari berbagai hitungan cepat. Kamu akan menemukan hitungan dari atas kebawah yang mudah namun butuh ketelitian dan waktu.
            Ohya, sebelumnya psikolog akan memandu pengerjaan soal. Please banget buat kamu. Patuhi dulu apa yang diucapkan psikolog. Kalo kata beliau stop. Ya stop. Kalo katanya mulai. Ya mulai. Kalo udah dibilang stop jangan ungkit soal yang belakang lagi. Kita belajar move on niih. Hehe. Gambar. Soal gambar memang ga terlalu banyak di soal-soal pilihan. Seperti menyambung gambar. Gambar terbalik. Kotak jika dibalik begini-jadi gimana? Dan yang terpenting adalah pelajari gambar bebas. Kamu akan diminta menggambar sesuatu nanti. Gambar benda hidup pokoknya hehe. Gambar di kotak dan lain sebegainya. Intinya yaa menggambar. Saran ku gambarmu gak harus bagus, sumpah ga penting bagusnya gambar. Yang penting: ga,bar jelas, bentuk jelas, latar belakang gambar jelas, dan bermakna. Itu aja oke?sip. ohya,, nanti gambar ini kamu akan disuruh bawa. Saat test wawancara di ruangan lain. Jadi pastikan gambarmu bisa dipetanggungjawabkan makna nya yaah.

            Psikotest ini soalnya banyak. Dan akan berjalan hingga sore, jadi gak heran nanti kalau ditengah pengerjaan soal kamu diminta keluar beberapa orang atau kelompok untuk mengerjakan test yang lain. Gatau yang saat ini yah. Kalau saat aku dulu begitu. Kami diminta kebelakang. Untuk pembagian kelompok dan ruangan untuk test FGD (Foccus Grup Discussion).


3.      FGD (Foccus Grup Discussion)
Kalau kamu udah sering daftar pekerjaan biasanya tahu deh apa itu FGD. Jadi FGD itu adalah Fokus Grup diskusi. Yang kita nanti dibagi menjadi 6-8 orang secara acak. Laki-laki dan perempuan untuk dikumpulkan disebuah ruangan bermeja bundar. Dan disana da psikolog yang stay merhatiin kamu. Jadi nanti kamu kan di beri kertas yang berisi masalah. Masalah itu harus dipecahkan dalam kelompok FGD itu. apa jenis masalahnya? Yaa karena dikumpulkan secara acak. Dengan berbagai profesi. Biasanya masalah yang dibahas adalah mengenai kesehatan di masyarakat. apa yang harus dilakukan dan lain sebagainya.
 
dok. pribadi. ketika buku soal disandingkan dengan makan siang nasi padaaang :")
Kita harus ngapain di FGD?
YA jalanin aja. Hehe. Kamu harus membuat dirimu sesuai dengan porsi. Kamu di dalam kelompok. Dengan banyak kepala. Banyak kemauan. Kalo perlu kamu yang langsung memulai diskusi atau sebagai moderator deh. Jadi nanti psikolog dan tim penilai gak akan kasih rambu-rambu kapan kamu mulai dan kapan kamu boleh diskusi. Semuanya pyur inisiatip kelompo yang baru dibentuk itu. waktu juga terbatas loh.
            Jadi di dalam kelompok saat diskusi itu. kamu harus jadi ornag yang bisa toleran. Solutif dalam pemecahan. Tidak mengkombinasi. Jangan terlalu banyak bicara. Mau mendengarkan oranglain. Harus bisa menerima pendapat oranglain. Tak harus pendapatmu yang dipakai toh? Intinya kamu harus stabil yah. Jangan terlalu diam. Jangan terlalu disuruh bicara baru bicara. Jawabanmu harus real jangan sekedar angan-angan yah. Kalau bisa begini.. “Menurut saya........ nah, bagaimana menurut teman-teman? Adakah pendapat lain?”
            Jadi kamu disana memburu waktu yah. Jangan terlalu lama. Gesitlah dalam pemilihan soal dalam kelompk itu. Segera dimatangkan. Dan terakhir dalam FGD kelompok mu akan diminta kesimpulan dari obrolan kelompok yang sudah dibahas itu. Kamu keluar ruangan.. kalian keluar ruangan.. Tapi kalian pasti sudah tau kelas mana yang harus di tunggu untuk mengantri test wawancara. Biasanya test wawancara akan bergilir. Tiap orang yang sudah test wawancara kembali ke aula tempat mengerjakan soal psikotest. Sambil menmanggil teman urutan dibelakangnya, untuk datang ke ruangan wawancara. Kamu? Ya kerjain psikotes lagi laaah. Hehe. Ohya.. makan siang insyaAllah sudah ada dari tempat testnya. Kalian ga perlu bawa bekal dan lainnya. Bawa air putih okelah. Tapi dapet juga kok air mineral dari tempat test nya.
 
dok. pribadi menuju wilayah penugasaaan
4.      TEST WAWANCARA
Test wawancara ini sebenarnya yang sering bikin aku ketar-ketir. Grogi cooy. Ini perdananya aku test wawancara di depan sikolog senior Universitas Indonesia duuh.hehe. di test ini sebaikna kamu ikuti norma-norma yang ada kalau test wawancara yah. Googling di internet juga banyak kok. Yaa as usual kalo ada orang yang datang kerumah orang kita ngapain aja pertama. Ketok pintu-ucap salam- masuk jika disuruh masuk- salaman-duduk jika diminta duduk (kalo ga diminta duduk jangan duduk dulu ya hehe. Saat sesi wawancata biasanya yang dibahas di awal adala tentang kamu sendiri. Mungkin kamu diminta perkenalan diri. Atau lagsung diajak ngobrol tentang essay yang kamu tulis saat seleksi tahap 1 ini. Ohya psikolognya ada dua atau tiga yah. Aku agak lupa. Yang jelas sekitar itu. nah disana mungkin ga semuanya psikolog, mungkin ada salah satu tim penilaian dari kesehatan yang mengerti banyak tentang medis. Jadi kalau kamu asal jawab yang ga sesuai.. nahlo ketahuan deh pengetahuan medismu sampai mana...

Tata cara duduk, cara mendengarkan oranglain harus di kuasai yah. Kalau duduk yang rapi tegap tapi santai. Kalo psikolog lagi bicara beri ekspresi kalau  kamu benar tertarik pada yang beliau bicarakan. Usahakan ketika menjawab pertanyaan bilang terimakasih atas pertanyaannya. Ngobrol aja kok. Santai. Tapi usahakan juga kamu jangan memancing psikolog bertanya dengan kata-kata mu yang ilmiah itu yah. Nanti akan merembet kemana-mana itu pertanyaannya. Jangan menyusahkan dirimu sendiri. Kecuali kalau kamu benar-benar paham apa yang kamu bicarakan yah. Jangan sungkan tertawa jika ada yang lucu, karena itu adalah sikap relaksasimu. berikan jawaban yang gak biasa, yang membuat penguji ter wah-wah padamu. utarakan apa keinginanmu di Nusatara Sehat dengan hari berbinar dan semangat tinggi. jangan lebay. jadilah dirimu snediri oke. Enjoy it!
 
dok. pribadi. haloo borneoo im coming!!
Setelah test wawancara.. legaaaaa.... apalagi? Yaa kmenali ke aula. Kamu kerjain lagi ujian tulis psikotestnya yaaah. Kemarin aku test wawancara dapat urutan kedua. Dan itu aku diberondong pertanyaan dari para peserta yang belum maju test wawancara huwaaah. Haha tapi gakpapa.. seru.. ini pun aku sudah banyak punya teman.

5.      SAVE CONTACT
YAP. Save kontak teman-teman yang kamu kenal disana. beberapa saja. save bbm, id line atau nomor hape nya yah. Supaya kalian bisa saling beri info tentang pengumuman kelulusan nanti. Siapa tahu kalian akan menjadi satu wilayah pelatihan semi militernya kan. Siapa tahu teman yang kalian temui disana akan menjadi teman seperjuangan di tim nusantarasehat. Eh tjakep!
 
dok. pribadi. jalan jalaaan haha
6.      TERUS APALAGI?
Test tahap dua mu sudah selesai. Kamu sudah berusaha keras hari ini. selesai jam 4 sore waktu aku dulu. Beri hadiah gih untuk dirimu karena sudah berjuang hari ini. setangkup magnum ice cream mungkin bisa buat kamu rileks kembali : ) pulang kerumah.. istirahat.. santai lah.. bersiap kembali pulang kedaerah masing-masing karena pengumuman via email lagi beberapa minggu dari saat test. Gak sampe sebulan nunggu kok. Setelah pengumuman semua akan dipersiapkan cepat. Kurang dari 2 minggu kamu sudah harus menyiapkan berkas. Resign bagi yang bekerja di instansi.. beli barang-barang yang diperlukan untuk pendidikan semi militer... kemudian bersiapan barang untuk dua tahun di penempatan. Waaah. Makanya time so fast loh setelah pengumuman test tahap 2.
 
dok. pribadi. saat pelatihan semi militer nusantarasehat
7.      LOLOS? GAK LOLOS?
            Lolos? Alhamdulillah. Bersiaplah utnuk tantangan selanjutnya, di tempat ketentaraan. Siapkan dirimu pribadi. Belum Lulus? Coba lagi di rekrutment selanjutnya. Program ini akan ada hingga tahun 2019 mendatang. Dan buat kamu yang berpengalaman, atau belum lolos. Namun tetap ikut di rekrutment selanjutnya. Tenang. Akan ada point plus untuk kamu. Karena kamu sangat berminat di Nusantara Sehat. Sambil perbaikan diri yaah. Perbanyak kegiatan kemasyarakatan, seperti di organisasai dan lainnya : )
dok. pribadi. selama 40 hari ga boleh pegang hape. H-3 penutupan baru dikasih hape, duuh, mantaap haha
 
dok. pribadi. kudu stroong
dok. pribadi. ada pertemuan pasti ada perpisahan. melepas teman ke tempat penugasan masing masing di batas negeri
 
dok. pribadi. sebelum keberangkatan ke pelosok negeri
            Selamat datang menjadi  Nusantara Sehat yang sudah lolos tahap 2. Eh nusantara sehat yang sebenarnya adalah mereka yang bertahan sampai akhir saat pelatihan militer, dan mengikuti penutupan pelatihan militer kelak. Kamu akan dapat banyak teman dari Sabang sampai Merauke loh! Keren yah! Dan mereka yang The Real Nusantara Sehat adalah mereka yang berangkat ke penempatan dengan semangat menggebu di dada untuk menyehatkan masyarakat di DTPK (Daerah Terpencil, Pelosok, dan Kepulauan) Indonesia.
 
dok. pribadi. menaiki berbagai alat transportasi menuju wilayah penempatan
            Jadi begitulah teman-teman secara ringkas dan agan mendetail aku jelaskan tentang tahap test nusantara sehat, semoga bermanfaat yaah. Bagi para penanya yang banyaaak sekali  bertanya via sosmed, instagram, facebook, Line, BBM dan lain-lain. Semoga menjawab pertanyaan teman-teman semua. Terus semangat! Salam dari aku dan team based di Nusatara Sehat angkatan II penempatan Puskesmas Aji Kuning, Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Perbatasan Indonesia-Malaysia  : )
dok. pribadi. My Team dan pendamping dari Kemenkes di Bandara sebelum keberangkatan menuju Balikpapan (transit)

dok. pribadi
 
dok. pribadi. aku di batas negeri