Rabu, 13 Juli 2016

ADA APA DENGAN LAMPUNG?




 
dok. pribadi. Pantai Sari Ringgung. Lampung.
            Ada beberapa hal yang belakangan ini santer terdengar... tentang Lampung. Provinsi dimana aku dilahirkan. Orang-orang di daerah perantauan ku ini sering membicarakan berbagai kasus membicarakan tentang Lampung. Karena adanya pemerkosaan dengan anak di bawah umur, adanya perkosaan guru kepada murid, pembunuhan setelah memerkosa, Seorang Baby sitter sadis di wilayah bekasi ternyata berasal dari Lampung, lalu ada lagi seorang tentara yang membunuh seorang dosen karena masalah perempuan dan lain sebagainya. Semua tentang Lampung. Seakan menandakan “Wah Lampung, Provinsi yang penuh catatan kriminal...”
            Teman ku si Roi, bilang.. “Ta.. ada lagi kasus pembunuhan ta, kali ini sama dosen kampus kesehatan.. “
            “Dimana Roi?” Tanya ku.. “Lampung lagi?” tebakku
            “Iya Ta.. Lampung lagi..”
            “Allahuakbar... Lampuuung mulu ya, yang kriminil-kriminil :”) “ tukasku.
dok. pribadi. saat mahasiswa. aku dan muli mekhanai Lappung :)

            Aku khawatir, semua orang di Indonesia jadi menyangka hal yang aneh tentang Lampung. Hal yang negatif. Aku jadi ingat saat guru SMA ku, di SMAN 2 Bandarlampung. Pak Kholid namanya, guru mata ajar fisika yang di mutasi PNS ke Lampung. Ia sudah membayangkan. “Lampung ya... wahh, bayangan saya.. Lampung tu banyak gajaaah dimana-mana.. saya sempat khawatir nanti akan terinjak gajah..” ujar si Bapak. “Eh tapi pas datang ke tempatnya, gak ada gajah sama sekali yah.. adanya di Way Kambas aja.. hehe” Ucap si Pak Guru.
            YA. HIPOTESA. Bagaimana dugaanmu? Perkiraan mu? Tentang apapun? Termasuk tentang wilayah yang tercermin dari pemberitaan. Karena kebetulan kalau berita jelek, berita kriminal itu gaungnya akan lebih cepat daripada cahaya.. lebih banyak di share, lebih banyak di hujat, dan lebih banyak memusatkan perhatian khalayak. Cobaaa gimana dengan prestasi? Heboh hanya sekilas, jarang orang mau membahasnya berulang-ulang. Yakan? Hebohnya detik itu juga. Jarang ada orang yang share, seakan malas melihat prestasi orang lain. Hmm.
dok. pribadi. Lampung tempat nyaman berorganisasi. organisasi kepenulisanku. Forum Lingkar Pena Lampung :)

            JADI GINI. Lampung sama dengan Provinsi lainnya. Begitupula orang-orangnya. Tak ada yang aneh dengan orang Lampung. Semua berjalan normal. Jangan pula jadi takut dengan orang Lampung karena banyaknya berita kriminil tentang Lampung. Biarlah Hipotesamu di pendam, lalu kamu buktikan. Benar gak HIPOTESA yang kamu buat itu. buktikan sajalah. Datanglah ke Lampung, Bandarlampung, Lampung Selatan, atau kabupaten lainnya di Provinsi Lampung, rasakan sendiri bagaimana ramahnya orang Lampung (sejujurnya). Walau Lampung sendiri, jika tidak di pedalaman akan jarang bertemu dengan orang Lampung asli. Kecuali seperti aku nih, orang Lampung asli yang merantau di Kalimantan Utara. Bersyukurlah orang Kalimantan bertemu orang Lampung asli seperti aku.wkwk :D
 
dok.pribadi. Lampung. tempat aku bertumbuh :)
            Bagaimanapun kisahnya, bagaimanapun dugaan orang tentang Lampung. Lampung, Kota Bandarlampung adalah tempatku lahir dan dibesarkan. Disana ada dua orang yang sangat aku sayangi.. Papa dan Mama. Dua orang yang senantiasa menjaga, merawat, melindungi aku. Terutama Papa, orang yang sangat aku rasakan kasih sayangnya pada diriku sendiri.. aku merasa memang.. rasa sayang Papa lebih besar kepadaku, anak ketiganya ini, entahlah. Mungkin karena saat kecil aku paling sering sakit-sakitan jadi lebih jadi perhatiannya, atau mungkin karena kelincahanku? Sampai dulu pernah di serempet motor karena menyeberang sendiri pas kelas 1 SD hingga berdarah-darah? Hehe. Hingga ke jenjang pendidikan berikutnya. Sampaaai aku kuliah. jadi kalau aku berangkat sendiri Papa selalu pesan.. “Kalau Nyeberang jalan lihat kanan-kiri ya, Nak...” hiks, aku sudah sebesar ini Pa :”) Lalu Papa harus menerima kenyataan, keinginan anaknya ini terlalu besar untuk merantau. Ia harus menerima dan ikhlas untuk membebaskann anaknya memilih. Aku memilih ikut dalam penugasan Nusantara Sehat ini di Kalimantan Utara. Akhirnya Papa melepas anaknya ini dengan senyum dan setitik air di sudut matanya.
dok.pribadi. guru kehidupanku, kesayangan-kesayanganku. Ma, Pa! :)

            Di Lampung, ada nyonya yang sangaaat aku rindukan omelannya. Beliau sering aku panggil “Mama”. Wanita paling cantik di masanya (setelah lihat foto masa mudanya). Wanita paling sedap masakannya. Dan paling telaten mengurus anak (ialah, anaknya ada 5 orang) hehe. Terakhir aku ketemu Mama di Rindam Jaya, dia menangis melepas anaknya tugas. Untuk bertemu lagi berbulan-bulan selanjutnya. Orang yang paling intens menghubungiku, dan tujuan pertama aku menelpon setelah pasang TM ON Telkomsel. Hehe. IYAA, semua di Lampung.. Di Bandarlampung tepatnya.. oh ya di Bandarlampung juga ada kakak, dan adik bungsuku yang masih SMA. Ada juga keponakanku yang selalu aku harapkan video perkembangan dan aktivitasnya. Nah iya, di Bandarlampung juga ada kakak pertamaku yang paling tampan. Ia sudah meninggal, di makamkan di pemakaman dekat rumah. Iya, di Bandarlampung : ) ah, Kangen Dang Edo! Baik-baik Dang, di Syurganya Allah.. Semoga senantiasa terang dan bahagia Dang, di sisi Allah... : )
dok. pribadi. with love

            Di Bandarlampung, ada rumah kecil. Gubuk keluargaku. Tempat kami berkumpul. Saat rumah lengkap personil. Semua pada pulang, ramaaai rasanya. Rumah, saksi perkembanganku, saksi perkembangan kami, anak-anak yang tumbuh. Dari bermain, jatuh, main gobak sodor, kasti dan lain-lain. Rumah menjadi tempat paling aman yang aku punya. Tempat paling nyenyak saat istirahat. Tempat paling segar jika setelah mandi. Tempat paling menyenangkan untuk baca buku dan rehat. Rumah, Ya.. Rumah tempat kembali raga ketika lelah dengan duniawi. Di Bandarlampung juga loh, masih di Lampung.
dok. pribadi. seperjuangan masa Kuliah :)
 
dok.pribadi. teman-teman selama menjalani pendidikan perawat di Poltekkes Tanjung Karang :)
            Sebagian orang mungkin menjadikan kota Bandarlampung sebagai tanah rantaunya, tempat berjuang dan mencari ilmu. Tapi bagiku Bandarlampung adalah kampung halaman tempat mengerahkan segala rasa. Perasaan aman di rumah, walau ada desas-desus pembegalan. Tempat aman membaca buku- walau sering mati lampu. Tempat berorganisasi yang baik. Tempat berkumpul dengan teman dan sahabat.
dok.pribadi. seperjuangan dari krucil-krucil bnget. sejak SMP hehe :)

            LAMPUNG, tidak menyeramkan. Tidak menakutkan. Berbagai kasus kriminal.. mari kita kembalikan dengan pelakunya dan diri masing-masing. Tak ada hubungan dengan lokasi mempengaruhi tingginya angka kriminal disuatu daerah kaan. LAMPUNG bagiku tempat berpulang, kampung halaman yang akan sangat dirindukan.. wangi masakannya, wangi kripik pisangnya, wangi kripik singkongnya, wangi sambal seruit, wangi tempoyak-nya, wangi aroma pantainya dan wangi masakan Ibu Mardiana (mamaku, hehe). Bandarlampung, kota tapis berseri tempatku bertumbuh. Kota yang selalu aku rindukan.. : )
 
dok. pribadi. sempat bekerja sebagai perawat di ruang Alamanda RS Abdul Moeleok Lampung. dan disebelah2 jilbab merah ini senior nya niih hehe
Ditulis di UGD Puskesmas Aji Kuning
01 Juni 2016 Pukul 23.40
Saat jaga malam UGD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah menbaca tulisan saya, silakan tinggalkan komentar mari bersilaturahim :)