Selasa, 04 September 2018

Idul Adha di Perantauan (lagi)


Tulang Bawang Baru, 22 Agustus 2018
10 Dzulhijah 1439 Hijriah
 
dok. pribadi. Foto bersama keluarga baru di perantauan
            Alhamdulillah bertemu kembali di idul Adha. Hari Raya nya umat muslim setelah Idul Fitri. Kali ini aku lagi-lagi memilih untuk berlebaran di tanah rantau, padahal sudah hampir sebulanan ini ga pulang ke rumah di Bandarlampung. Dengan segala pertimbangan. Yang sebelumnya agak galau antara memilih untuk pulang atau stay di rumah dinas. Akhirnya, aku memilih untuk stay saja dulu di rumah dinas menikmati lebaran di tanah rantau lagi. Alhamdulillah nya lagi kini teman serumah memangga ada yang mudik, hanya dua orang dari anak Nusantara sehat yang laki-lakinya memilih berlebaran di kampung halaman masing-masing. Palembang dan Jogjakarta...
            Namun tetap berasa lengkap karena serumah dinas, aku, Ka Fatma, dan Ka Rina memilih untuk berlebaran di rumah dinas. Yeeey. Pagi hari kami bangun pukul 5 jelang setengah . mulai antri mandi walau awalnya air tidak nyala.. kami menunggu dan pukul 6 pagi air baru nyala. Barulah kami bersiap-siap untuk shoat Ied hari ini. Berangkat ke masjid terdekat bersama Teh Ayit dan Neng, anaknya Teh Ayit. Kami berjalan kaki menuju masjid terdekat. Alhamdulillah sholat berlangsung khusyu, walau jumlah jamaah yang sholat dihari ini lebih sedikit daripada sholat iedul fitri waktu lalu, ntahlah. Yang jelas jamaah lelaki ga full penuh, begitupun jamaah perempuan.. hanya sebatas teras masjid nya saja.. tidak meluber seperti saat idul fitri.
dok. pribadi. setelah sholat ied adha

            Setelah sholat Ied, Alhamdulillah kami tidak langsung pecah makan, hanya minum saja. Karena akami sudah berencana untuk berkeliling silatuhrahmi ke para pegawai puskesmas lainnya. Sudah banyak yang mengundang untuk datang ke rumah para pegawai puskesmas lain. Pertama kami mendatangi rumah dokter Yanti di sebelah rumah kami, karena dia juga akan pergi. Jadi kami langsung ke rumah dokter Yanti bersama Teteh, Babe Horas, dan Mbak Las tentu aku dan dua teman NS ku di rumah. Menyerbu rumah Doter Yanti kami di sajikan pempek, segubal (makanan khas lampung) yang dimakan bersama tape putih yang di bungkus dengan daun jambu. Kemudian kami menikmati camilan yang tersedia di rumahnya. 
dok. pribadi. di rumah babe Bambang

            Jeda sebentar.. ohya Alhamdulillahnya hari ini aku libur jaga UGD nya jadi bisa full keliling rumah para petugas puskesmas yang lainnya.  Jeda.. kami menunggu yang lain datang karena kami mau beramai-ramai menuju rumah ke rumah. Menunggu kak Sari dan Kak Mala beserta rombongan. Setelah semuanya berkumpul.. kami menghubungi Babe Horas untuk membawa mobil menuju rumah ke rumah. Rumah pertama yang kami datangi adalah rumahnya Babe Bambang yang sudah jauh hari mengajak ke rumahnya untuk menikmati segubal, dan sajian nikmat yang sudah di buat oleh istrinya. Kebetulan kami belum makan berat alias belum makan ketupat atau nasi dan semacamnya jadi kebetulan perut memang masih kosong. Sehingga.. ketika di sajikan menu lebaran kami serombongan langsung serbu menu yang ada... ketupat atau nasi..  beserta menu khas lebaran banget. Karena Babe Bambang orang Lampung asli banget, makanaya idul adha nya seperti idul fitri jadi masak besar juga. Ada menu rendang ayam kampung yang pas banget rasanya, dagingnya pun lembut banget, kemudian ada sambal annas yang disukai semua orang bahkan anak-anak, lalu ada ayam dengan menu lain, sebelah sana lagi ada menu sop ayam berserta kuahnya yang gurih. Di santap bersama, dan itu nikmat. Bahkan Babe Horas sampai nambah dua kali. Ternyata istrinya Babe Bambang sangat jago masak, dan buat kue. Jadilah semua suka dengan masakan yang beliau buat. Lalu kami berfoto bersama sebelum akhirnya berpamitan dan menuju rumah selanjutnya..
            Rumah selanjutnya sesuai rute kami akan menuju kediaman dokter Dyah. Kami melewati perkebunan tebu yang memang sudah agak kering dan di selimuti oleh tanah merah akibat tanah yang menghempas, dan mengering. Seharusnya kami bisa melewati gerbang perusahaan gula, namun di tutup tidak muat untuk di lalui mobil. Akhirnya kami memutar.. sekalian jalan-jalan daah. Si Gina anaknya Kak Mala yang super lincah dan aktif banget. Sepanjang perjalanan si Gina tahan banget untuk cerita macem-macem.. sampe dia pernah nyanyi tentang lagu putus cinta yang buat kami semua nengok ke dia. Pas diliatin dia malah terkikik maluuuu sambil ketawa. Hehe.
dok. pribadi. foto bersama di rumah dokter Dyah

            Sampai di rumah dokter Dyah yang berada di komplek perumahan PTPN 7 Gula tebu Bunga Mayang, kami masuk dan semua orang sudah pada start untuk menikmati pempek di rumah dokter Dyah. Kami menikmati pempek dokter Dyah yang asli dari Palembang (karena kami yang bawain itu pempek dari Palembang) hehe. Kemudian kami mengobrol kecil, setelah agak kenyang kami kembali pamit menuju rumah selanjutnya. Rumah Bu Dewi. Duh sebenernya kami sudah merasa full banget perutnya, tapi ya kudu perjalanan lagi nih silatuhrahminya.. mungkin kudu di atur nih penyimpanan makanan di Lambung ini hehe. Sampai di rumah Bu Dewi kami langsung di hidangkan berbagai kue, kemduian jelang pukul 12 siang kami dipersilahkan untuk menikmati sajian lebarannya. Yang spesial ada rendang jengkol yang buat sebagian orang jadi pingin makan jengkol. Alhamdulillah tadi ga kegoda. Ambil nasi seperempat sendok, lalu ambil menu telor bulat di sambel sama kuah sayur lodeh. Terus makan deh, ga kegoda dulu sama jengkol wkwk.
dok. pribadi. kebersamaan di rumah bu Dewi sebelum pulang

dok. pribadi. nah ini lagi nunggu makan siang (lagi) wkwk

            Perut kami terasa sangat full. Sebelum pamit pulang kami berfoto bersama di teras dumah bu Dewi. Alhamdulillah sudah cukup untuk hari ini mendatangi rumah tiap rumah. Perut kami sudah kenyang, hati senang. Menambah keakraban dan kesyahduan di Idul Qurban kali ini. Alhamdulillah. Ternyata berlebaran di Penempatan ini masih asik untuk dilakoni, tapi jangan lupa untuk ingat keluarga di kampung halaman yaa. Ada waktunya untuk berlebaran di Rumah atau di penempatan, sesuai kebutuhan dan keinginan. Memupuk Rindu itu penting, apalagi mupuk rindu sama keluarg, nikmaat.

            Rinta Wulandari
            Rumah Dinas Puskesmas Tulang Bawang Baru
23.27 WIB
            Lampung Utara

Senin, 04 Juni 2018

si AL: Teman Main ku!

dpk. pribadi. Berlari, menggapai mimpi ya AL


            AL aku mengenalnya. Adalah anak kecil berusia 3,5 tahun. Dia merupakan anak salah satu perawat di tempat kerjaku. Pertama kali bertemu, ya seperti anak lain pada umumnya. Diam saja menunjukkan ekspresi belum kenal. Kemudian menjadi kenal karena aku menunjukkan vidio upin ipin kepadanya. Sesederhana itu lah yang membuat dia kenal dan mau bermain bersama. Setelah menonton Vidio Upin dan Ipin membuat dia selalu ingin meminjam hp ku. Untuk nonton vidionya. Awalnya memang bukan karena aku dia ingin dekat, namun karena vidio upin-ipin yang ada di HP ku. Well, sederhana.
dok. pribadi. Nyari capung hehe

            But, selanjutnya dia mencari aku terus dan mulai akrab. Mulai mengenal nama.. “Ini tante Rinta”, kemudian aku ajak kerumah untuk sekedar makan siang bersama ibunya saat itu, karena kebetulan kantin puskesmas di depan rumah dinas yang ku tempat. Ketika dibawa lagi oleh ibunya ia dengan sendirinya datang kerumah dan mengajak main, walaupun awalnya minta nonton Upin-Ipin aja. Hehe, selanjutnya seiring bertambahnya waktu dan hari, trend permainan anak sekarang berubah, mungkin megikuti trend yang terjadi di teman sepermainan di rumahnya.

Memahami Tipe Kepribadian diri sendiri, Untuk Memahami Kamu


            Hari itu agendaku berburu stiker di toko stiker dan berburu kotak untuk produk air yang akan di produksi. Toko yang berada di pinggiran jalan bypass tepat bersebelahan dengan kampus swasta itu ternyata memiliki berbagai hal untuk perlengkapan mesin airku. Mesin air dari Jepang yang baru saka di instalasikan di rumah. InsyaAllah proses nya akan di segerakan dan bisa preorder yaa. Hehe. Pukul satu lewat sepuluh siang. Aku sempat berpikir apakah aku harus pulang dulu untuk kemudian datang lagi ke Perut Bulat Caffe untuk mengikuti pertemuan yang sudah di rencanakan. Acara mulai jam setengah dua. Hmm lebih baik aku langsung saja ke lokasi pertemuan, mengingat jalanan tidak bisa di prediksi, akan lancar atau macet. Mengingat kembali ada underpass yang sedang dalam pembangunan di sebelah caffe. Jadi aku ga  mau ambil resiko untuk terlambat. Tanpa malu menyincing perbelanjaan ku tadi yang isinya serba serbi stiker dan para kotak untuk beauty water dll.
dok. pribadi

            Sampai perut bulat caffe sekitar pukul setengah dua lewat. Aku melihat mba Farah yang baru saja sampai di caffe dengan berbagai barang bawaannya. Laptop, air minum kangen water, karton, spidol serta peralatan lainnya. Di waktu yang sama ada mba Hafiza dan Kiki juga yang baru saja datang. Kebetulan. Lalu kami membantu Mba Farah mengangkut semua perlengkapan mengajarnya ke lantai atas. Ya, lantai atas menjadi lantai favorite kami untuk bertemu sharing. Dan meeting. Bukan hanya karena sangat nyaman tapi juga faktor kenal.. pemilik caffe ini juga peilik tekhnologi Jepang yang sama dengan kami. Jadi selama pemilik ada seperti instingh untuk saling membantu hehe.
            Judul besar dari slide pertama power point pemateri kami. Yakni Mba Farah Novoastri adalah “HOW TO UNDERSTAND OTHERS  BY UNDERSTANDING YOUR SELF”. Bagaimana cara memahami oranglain dengan memahami diri sendiri. Mba Farah mulai menggiring materi dengan pertanyaan-pertanyaan santai yang biasanya sangat sering terjadi pada audiens yang datang. Berbagai sifat manusia yang ada. Dan kadang suka menyebalkan itu benar terjadi, adalah kadang kita di buat kesal sendiri. Setelah memancing materi dengan pertanyaan, mba Farah juga memberikan kami semacam kertas ujian test. Disana terdapat berbagai pertanyaan tentang diri pribadi. 20 soal pertama menyangkut kelemahan. Sedangkan 20 soal selanjutnya tentang point kekuatan. Tidak ada yang benar dan salah. Yang ada hanyalah pilih yang sesuai dengan kita banget. Tidak boleh untuk tidak memilih. Semua soal harus terjawab, tutur mba Farah. Kami mengerjakamya dengan serius. Walau beberapa ada yang membingungkan, beberapa soal keseluruhan enggak gue banget tapi mau gak mau harus dipilih salah satu, yang agak ke kita banget hehe.
dok. pribadi. lagi serius niih :D

Minggu, 03 Juni 2018

Ramadhan Perdana di Tanah Orang (lagi)



            Setahun lalu aku masih merasakan nikmatnya menjalankan ibadah puasa tanpa orangtua, di tanah rantau; Kalimantan Utara (Pulau Sebatik) sebagai Nusantara sehat team. Dan sekarang lagi, aku merasakan ramadhan di Tanah Rantau…sebagai nusantarasehat individu ke 4, bedanya masih di tanah kelahiran, Provinsi Lampung. dan you know bahwa Kementrian kesehatan tidak pernah menaruh petugasnya di tempat yang nyaman ex: kota! disinilah aku, walaupun berada di Provinsi Lampung, aku mendapatkan penempatan Lampung Utara, Kecamatan Bungamayang, di Puskesmas Tulang Bawang Baru.
dok. pribadi. foto sebelum bulan puasa. makan siang bersamaa hehe

            Kali ini rasanya makin beda, tentu.. berbeda tempat kita pula mengalami adaptasi yang berulang. Adaptasi dari lingkungan, dari perorang, sekitar, tempat kerja dll. Namun tetap dinikmati. Ramadhan hari pertama adalah ketika aku jaga malam di UGD Puskesmas. Saat itu yang jaga aku, Istiqomah dan Kak Yuli. Kalo tahun lalu tuh tiap sahur pas jaga malam UGD, aku Cuma numpang makan aja sama kakak-kakak yang bawa lauk. haha, gatau malu banget yak wkwk gak papa mereka juga seneng kok kalo lauknya dimakan bareng-bareng. inget waktu lalu jaganya bertiga sama Kak Lina, Kak Tika pas Romadhon di Kalimantan. Jadi kalo Kak Lina bawa menu dan Kak Tika bawa lauk, pasti bawaannya ga pernah sedikit. Banyakk, dan padahal mereka sendiri ga pasti bisa ngabisin makanan yang mereka bawa itu, akhirnya kami makan bareng-bareng, saling nyicipin, semangat ga semangat bareng saurnya dll, seru daaah.