KALIMANTAN. Kepualauan terluas dan
salah satu pulau yang tepat di garis khatulistiwa. Romannya hangat, iklimnya
bikin gerah, terik menyengat. Bahkan jika kita berada di posisi tertinggi di
Kalimantan misal perbukitan seperti daerahku.. bukan hawa sejuk yang kita
temui.. melainkan rasa engap alias ngos-ngosan, plus panas makin menyengat.
Karena.. ya itu.. berada tepat di garis khatulistiwa.. whehe.
Berada di wilayah kerja pada posisi
kepulauan-pedesaan-perbatasan negara. Membuat kami harus survive dan cari cara
agar iklim tidak menghalangi langkah kami bekerja. Ah ya.. ditambah sulitnya
mendapatkan akses air bersih membuat kami cukup kualahan saat pertama disini.
Pulau Sebatik, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan Kalimantan Tengah..
merupakan wilayah kerjaku untuk dua tahun kedepan. Kontur disini perbukitan..
wilayahnya juga sebagian masih tak mendapat listrik.. air kami membeli di desa
sebelah.. satu profil seharga 70 ribu rupiah dan habis sebelum satu minggu (untuk
5 orang).
Beberapa hari yang lalu, kami
mendapat transfer uang dari pendamping di Kemenkes. Katanya itu adalah uang hak
kami, uang saku perjalanan yang belum ia bagikan. Dikirimlah sejumlah uang.
Tadinya uang itu mau langsung kami bagi lima. Karena uang gaji pertama mulai
menipis... hehe. Lalu kami rapat kecil setelah makan. Memikirkan dan
menimbang.. bahwa bahan makanan kami selalu apa adanya.. selalu tak awet..
sering ada kejadian busuk.. ikan.. ayam kami jarang makan.. makan hal tersebut
kalau diluar.. itupun dengan harga yang ndak murah.. disini gerah.. mau minuman
dingin harus beli di warung air kemasan. Dan hawa minum kami pasti sesuatu yang
manis= GAK SEHAT.
Yap! Akhirnya kami sepakat agar uang
itu dibelikan kulkas. Kulkas sederhana saja.. ndak perlulah ada freezernya..
cukup pendingin saja.. untuk bahan makanan. Ndak perlulah yang bagus-bagus..
Cuma untuk 2 tahun kok.. ndak perlu yang besar-besar.. karena muatan listrik
rumah kami hanya 2 Ampere.. ndak perlulah yang bermerk. Rencananya begitu.
Sejak awal juga memang banyak pegawai
puskesmas yang menyarankan kami beli kulkas. Dan sebagian mereka malah berjanji
akan membeli kulkas kami jika masa tugas kami berakhir. Ah iya.. benar juga.
Selama ini kami selalu menebeng rumah tetangga untuk menitipkan bahan makanan,
tapi lama-lama kan gak enak juga kalau kami sering menitip barang, tanpa
memberikan sesuatu.. misal hasil masakannya atau apapun. Lalu.... sore ini kami
berangkat kepasar. Konvoi dengan 3 motor. Tak seperti biasanya.. bisanya kami
di antar oleh mobil jenazah untuk kesana, tapi sore ini engga.. karena drivernya sedang ada pekerjaan luar, dan
satunya sedang pergi. Jadilah kami berangkat dengan tiga motor.
Kami bersyukur.. kepala puskesmas
kami sangat memiliki jiwa muda.. mau mengayomi kami juga.. beliau yang
mengantar kami ke beberapa toko elektronik penjual barang-barang elektronik
rumah tangga. Ia carikan tempat yang murah dan bagus. Maka kami berangkat ke
Desa Sungai Nyamuk. Disana cukup ramai pasar dan penjual. Dan uang belanjaan
masih pakai rupiah kok.. hehe.
Kami datang ke beberapa tempat..
walaupun sebelumnya kami harus menunggu beberapa lama.. karena ban motor dokter
Astri (kepala Puskesmas) kami mengalami pecah ban. Setelah ban beres diganti..
kami bergerilya mencari dan mensurvei toko yang pas untuk di beli kulkasnya
tentu dengan harga yang enteng di kantong. Tawar sana sini, survei harga dll.
Akhirnya kami kembali pada tempat yang pertama.. tempat penjual kulkas yang
memberi kami potongan harga sebesar seratusribu. Oke akhirnya kami beli kulkas
itu.. kulkas bermerk Sharp.. memiliki freezer.. pendingin.. serta banyak
biliknya. Waah diluar ekspetasi dan segala kesederhanaan yang kami inginkan
yah.. haha. Tapi apa boleh buat.. yaa adanya yang begini. Ndak ada kulkas
sesederhana yang kami bayangkan.
Kulkas satu pintu, ukuran sedang,
memiliki banyak bilik, ada freezernya.
Itu yang kami beli.. tentu dengan kapasitas Watt yang bisa memadai untuk
listrik sebesar 2 ampere yah. Dan yang kami cari adalah merk produksi
Indonesia, yang tak terlalu menarik listrik. Karena kalau merk negara tetangga,
cukup menarik banyak listrik dalam pemakaiannya. Kulkas. Semoga bermanfaat dan
buat kami bersemangat dalam bertugas. Aamiin : )
| dok.pribadi. kulkas kami yang sangaat sederhana :) |
14
januari 2015
Salam
dari Pulau Sebatik, Kalimantan Utara-Indonesia.
Nanti kalau bahan makanannya banyak,dan kulkasnya penuh..#tips: taro 1 carik teh celup ya di dalamnya..biar kulkasnya ga berbau tak sedap hehe
BalasHapushehe siaap. pantees tiap buka Kulkas Yuk Nora ada teh nya. kirain untuk ngeteh tiap pagi.. hehe :D makasih tips peratauannya yuk :)
Hapus