Senin, 22 Februari 2016

Hari Peduli Sampah Nasional



dok.pribadi

            Bayangkan jika sampah menumpuk di bumi.. lalu menutupi persimpangan, jalan, bahkan sebagian besar bumi. Lalu orang-orang mulai sesak. Biru. Dan meninggal, karena keracunan aroma sampah. Bayangkan jika Sampah di kali tersumbat. Air laut tak lagi mengalir saking penuh oleh sampah. Lalu sampah ribuan tahun lagi baru bisa melebur. Bayangkan jika sampah itu semakin menumpuk. Tiba-tiba memiliki mata, telinga dan mulut.. lalu tumpukan sampah itu  tumbuh menyerupai kaki, tubuh dan tangan. Menjadi monster sampah, kemudian menyerang manusia di muka bumi. Bayangkan!--- udah ah stop, tambah ngeri ntar fantasinya-^^
           
            Jadi gini, hari ini ada undangan dari Puskesmas Sungai Nyamuk tepatnya di Sebatik Timur. Untuk perayaan hari peduli sampah nasional. Dengan melakukan acara mengumpulkan sampah dipinggir pantao. Acara dimulai sejak jam 7 pagi diawali dengan senam pagi bersama. Dari Aji Kuning sendiri, yang datang hanya tim Nusantara Sehatnya. Anggaplah kami perwakilan dari Puskesmas Aji Kuning yah. Walaupun dengan berat hati meninggalkan rumah dinas, yang sedap jika dipakai tidur untuk seharian. Semalam Roy, satu-satunya pria di kelompok kami nonton pertandingan bola Barcelona sampai larut malam. Pagi ini dia mengaku tepar dan gak sanggp kemana-mana saking ngantuknya. Mungkin? padahal seharusnya dia ibadah di hari minggu. Haha
            Oke akhirnya kami berempat turun. Pakai seragam combat ala Rindam Jaya. Haha sebenarnya malas pakai baju loreng-loreng ini.. sering jadi pusat perhatian warga.. “Combat wanita! Combat wanita!” (Tentara perempuan) haha. Aku juga hari ini dua kali salin baju karena bingung kudu kompakan pakai baju apa. mau pakai pakaian combat. Atau kaos panjang plus jaket nusantara sehat. Akhirnya pakai baju combat juga daaah.
dok.pribadi

dok.pribadi, kami nyasar di koramil. di tamannya selalu banyak tanaman yang bisa dimanfaatkan

            Kami berangkat.. agak nyasar. Nyasar di dermaga indah tempat marinir. Disana banyak tana,an. Emmang tentara di perbatasan tu sukanya bertanam segala hal yang bida dimakan atau uyang berbuah. Semua harus yang bermanfaat. Kemudian kami bertanya pada tentanra yang berjaga di Post Pamtas. Akhirnya para tentara itu memberikan arah pada kami. bahwa kami sudah telalu jauh melangkah. Eh sudah telalu panjang melewati lokasi yang semstinya.
            Kami sampai di lokasi. Sebagai penghubung, kami menelpon Mbak Tatik salah satu tim Nusantara sehat di puskesmas Sungai Nyamuk profesi bidan. Ia satu tim dengan nusantarasehat yang mendapatkan pelatihan di pusdikes. Padahal kami semua kebanyakan berlatih di Rindam Jaya. Mbak Tatik menghampiri kami. Kami masuk ke area pantai. Area pantai yang biasa.. indah.. tapi gak seindah pantai di kampung halaman.. LAMPUNG. Hehe *efek kangen*
dok.pribadi

dok.pribadi
            Disana sudah banyak warga yang mengumpulkan sampah. Memilah plastik, membakar sampah kayu dan daun. Gak heran kalau jadi banyak api dipinggir pantai. Sebenernya gak baik sih berasap sana-sini. Tapi tak apalah. Sampah-sampah plastik kemudian akan di angkut oleh truk pengangkut sampah. Dan akan di tempatkan di tempat yang semestinya. Walaupun di Desa ku sendiri, belum ada petugas kebersihan atau truk pengangkut sampah. Karena daerah yang masih curam. Dan tim petugas kebersihan itu sedang ontheway, sudah di wacanakan oleh Pak Camat Sebatik Tengah. Hehe.
dok.pribadi

dok.pribadi
            Disana juga banyak tentara. Tentara di lokasi perbatasan bukanlah hal aneh. Karena lokasi di perbatasan inilah tentara di persiapkan untuk berjaga. Coba lihat jika di jawa atau kota besar daerah lain? Mana ada tentara banyak-banyak?hehe. Namun dengan banyaknya Tentara cukup membantu masyarakat dan pemeliharaan daerah. Selain TNI cukup bersahabat dengan amasyarakat, mereka juga sering membantu warga dalam tiap acara.
dok.pribadi
            Termasuk dalam acara ini.. bisa kita lihat banyaknya tentara yang berdatangan ikut mnmbantu menjaga keamanan acara. Ikut membantu memungut sampah dipinggir laut. Sehingga acara berlangsung lancar dan tanpa ada halangan. Acara berakhir pada pukul 09.00 setelah peserta menikmati makanan ringan dan minuman yang disediakan panitia. Dalam acara ini kita jadi belajar, bahwa Sampah adalah suatu hal yang dibuang oleh manusia seeetiap hari, bahkan setiap waktu.. karena manusia juga mengeluarkan Ekskresinya. Sampah jika disikapi dengan bijak bisa saja menjadi bermanfaat bahkan menguntungkan. Permasalahannya adalah pada kesadaran masyarakat sendiri, bagaimana cara mengolah sampah dengan baik. Bagaimana cara menyikapi sampah agar sampah tak menjadi sampah selamanya. Setidaknya sampah daun akan kembali menyuburkan tanaman setelah beberapa lama kan.
            Yasudah begitu saja tentang sampahnya, hehe : ) salam dari jauuuh di perbatasan negara.. Indonesia- Malaysia  :)
dok.pribadi. pungutin keong (bukan sampah) sambil bersyukur sepanjang hembusan :)

ditulis di: Sebatik Tengah, 21 Februari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah menbaca tulisan saya, silakan tinggalkan komentar mari bersilaturahim :)