Kamis, 25 Februari 2016

Merujuk Pasien ke RSUD Nunukan II



dok.pribadi. jelang Mmagrib kami baru menaiki perahu di dermaga Sei Pancang ini.


            Sore ini ba’da ashar, rumah dinas kami didatangi salah satu perawat UGD 24 jam puskesmas Aji Kuning. Memang jarak UGD dengan rumah kami cukup dekat. Tak sampai 3 menit, sudah sampai. Perawat itu datang, dan bilang akan mengajakku untuk kembali merujuk pasien. Saat itu aku tidak bertemu langsung dengan perawat tersebut karena akau sedang shlat Ashar. Yang jelas saat itu aku segera bergegas mengenakan pakaian bebas yang rapi untuk mengantar pasien.
            Sampai di UGD Puskesmas, aku melihat keramiana keluarga pasien.. melihat pasien yang tertidur lemah dengan kondisi wajah yang terluka dan mata yang terlua seperti baru saja dihantam aspal. Di bagian kepala ada sedikit luka. Namun sepertinya terjadi benturan yang cukup kuat hingga si pasien muntah mengeluarkan darah segar lalu muntah yang kedua memuntahkan isi lambungnya.
            Akhirnya dokter  jaga menetapkan diagnosa CKR (Cedera Kepala Ringan) pada pasien. Dan harus di rujuk secepatnya ke Rumah Sakit Daerah Nunukan, yang lebih memadai peralatan dan tenaga medisnya. Kecelakaan ini terjadi antara motor dengan motor. Keduanya tak memakai helm. Tabrakan terjadi. Anak ini juga usianya masih dibawah umur. Jalan di pulau Sebatik Tengah yang cukup mulus namun sepi terkadang membuat pengguna jalan terlena dan berkendara dengan kelajuan yang cepat. Sehingga saat terjadi tabrakan, menjadi sulit terhindar dan beresiko besar jika terjadi tabrakan, akan membuat pengendara terhempas bahkan terlempar akibat rem yang mendadak.
dok.pribadi. ketika si ibu mabuk laut, ada ayah yang setia menjaga. hehe :")

dok.pribadi. lumayan, ombaknya besaar jugaa :"

            Ambulance Puskesmas telah siap, kami menaiki mobil tersebut dan mengantarkan kami ke dermaga Sei Pancang, tempat adanya speedboat dan perahu antar pulau. Perjalanan darat cukup panjang sekitar 40 menit, walaupun tak aku pungkiri keadaan sekitar pepuhonan yang indah-indah itu membuat mataku tak bosan menikmati perjalanan. Namun kami harus bergegas.
            Keluarga pasien tak memesan speedboat melainkan perahu. Karena kondisi pasien yang tak boleh terhempas dan terbanting laju speedboat. Sementara pasien masih dalam kondisi composmentis. Perjalanan jelang magrib itu di lakukan dengan kondisi laut yang cukup bergelombang. Kami sambil berdoa agar segera selamat sampai ke Nunukan dengan selamat. Perjalanan perahu selama 20 menit itu usai. Alhamdulillah. Namun langit mulai gelap, dan petugas keamanan sudah tak ada disana. Tak ada yang membantu kami menaikan pasien yang ada di atas tandu itu.
            Lalu tak lama ada speedboat membawa penumpang lelaki. Warga membantu kami mengangkut psien tersebut sampai ke Ambulance RSUD Nunukan yang sudah menunggu. Segera meluncur ke rumah sakit.. sampai di IGD, dan akhirnya pasien ditangani oleh medis RSUD Nunukan. Alhamdulillah.
dok.pribadi. Alhamdulillah, sampai di Nunukan :)

            Pukul 7 malam kami meninggalkan IGD RSUD Nunukan, dan kembali ke pulau Sebatik. Kami ke dermaga yang tadi idantar mobil ambulace Rumah sakit. Malam.. perahu yang tadi masih menunggu kami. kami naik perahu yang tadi. Perahu ukuran sedang yang berisi 4 penumpang termasuk nahkoda. Ada aku dan kak Fitri (perawat UGD Puskesmas), nahkoda kapal serta anaknya yang masih skitar usia 7 tahunan.
dok.pribadi. Dermaga batu merah, Nunukan. saatnya kembali pulang.. ke Pulau Sebatik :)

            Dalam perjalanan malamku diatas perahu tak ada lampu.. hanya lampu rumah penduduk dan kapal di tengah laut.. tak ada bulan.. hanya ada ribuan bintang yang berhamburan di langit malam itu. Di sisi lain, aku bersyukur bisa menikmati malam indah dengan taburan bintang sejuk banget rasanya, dengar suara laut, sesekali kena percikan ombak, lalu natap bintang, hehe kesyukuran banget rasanya. Semoga aku bisa bermanfaat dimanapun aku berada. Aamiin.
dok.pribadi. perahuuu tenang, dan nyiprat nyiprat air laut :"

dok.pribadi. lihat dengan mata kepala langsung, lebih okeee pemandangannya :)

            “Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kita dustakan??” :’)
Pulau Sebatik, Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Ditulis tanggal 8 Februari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah menbaca tulisan saya, silakan tinggalkan komentar mari bersilaturahim :)