Sabtu, 20 Februari 2016

Kulkas Sederhana Kami






            KALIMANTAN. Kepualauan terluas dan salah satu pulau yang tepat di garis khatulistiwa. Romannya hangat, iklimnya bikin gerah, terik menyengat. Bahkan jika kita berada di posisi tertinggi di Kalimantan misal perbukitan seperti daerahku.. bukan hawa sejuk yang kita temui.. melainkan rasa engap alias ngos-ngosan, plus panas makin menyengat. Karena.. ya itu.. berada tepat di garis khatulistiwa.. whehe.
            Berada di wilayah kerja pada posisi kepulauan-pedesaan-perbatasan negara. Membuat kami harus survive dan cari cara agar iklim tidak menghalangi langkah kami bekerja. Ah ya.. ditambah sulitnya mendapatkan akses air bersih membuat kami cukup kualahan saat pertama disini. Pulau Sebatik, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan Kalimantan Tengah.. merupakan wilayah kerjaku untuk dua tahun kedepan. Kontur disini perbukitan.. wilayahnya juga sebagian masih tak mendapat listrik.. air kami membeli di desa sebelah.. satu profil seharga 70 ribu rupiah dan habis sebelum satu minggu (untuk 5 orang).
            Beberapa hari yang lalu, kami mendapat transfer uang dari pendamping di Kemenkes. Katanya itu adalah uang hak kami, uang saku perjalanan yang belum ia bagikan. Dikirimlah sejumlah uang. Tadinya uang itu mau langsung kami bagi lima. Karena uang gaji pertama mulai menipis... hehe. Lalu kami rapat kecil setelah makan. Memikirkan dan menimbang.. bahwa bahan makanan kami selalu apa adanya.. selalu tak awet.. sering ada kejadian busuk.. ikan.. ayam kami jarang makan.. makan hal tersebut kalau diluar.. itupun dengan harga yang ndak murah.. disini gerah.. mau minuman dingin harus beli di warung air kemasan. Dan hawa minum kami pasti sesuatu yang manis= GAK SEHAT.
            Yap! Akhirnya kami sepakat agar uang itu dibelikan kulkas. Kulkas sederhana saja.. ndak perlulah ada freezernya.. cukup pendingin saja.. untuk bahan makanan. Ndak perlulah yang bagus-bagus.. Cuma untuk 2 tahun kok.. ndak perlu yang besar-besar.. karena muatan listrik rumah kami hanya 2 Ampere.. ndak perlulah yang bermerk. Rencananya begitu.
            Sejak awal juga memang banyak pegawai puskesmas yang menyarankan kami beli kulkas. Dan sebagian mereka malah berjanji akan membeli kulkas kami jika masa tugas kami berakhir. Ah iya.. benar juga. Selama ini kami selalu menebeng rumah tetangga untuk menitipkan bahan makanan, tapi lama-lama kan gak enak juga kalau kami sering menitip barang, tanpa memberikan sesuatu.. misal hasil masakannya atau apapun. Lalu.... sore ini kami berangkat kepasar. Konvoi dengan 3 motor. Tak seperti biasanya.. bisanya kami di antar oleh mobil jenazah untuk kesana, tapi sore ini engga.. karena drivernya sedang ada pekerjaan luar, dan satunya sedang pergi. Jadilah kami berangkat dengan tiga motor.
            Kami bersyukur.. kepala puskesmas kami sangat memiliki jiwa muda.. mau mengayomi kami juga.. beliau yang mengantar kami ke beberapa toko elektronik penjual barang-barang elektronik rumah tangga. Ia carikan tempat yang murah dan bagus. Maka kami berangkat ke Desa Sungai Nyamuk. Disana cukup ramai pasar dan penjual. Dan uang belanjaan masih pakai rupiah kok.. hehe.
            Kami datang ke beberapa tempat.. walaupun sebelumnya kami harus menunggu beberapa lama.. karena ban motor dokter Astri (kepala Puskesmas) kami mengalami pecah ban. Setelah ban beres diganti.. kami bergerilya mencari dan mensurvei toko yang pas untuk di beli kulkasnya tentu dengan harga yang enteng di kantong. Tawar sana sini, survei harga dll. Akhirnya kami kembali pada tempat yang pertama.. tempat penjual kulkas yang memberi kami potongan harga sebesar seratusribu. Oke akhirnya kami beli kulkas itu.. kulkas bermerk Sharp.. memiliki freezer.. pendingin.. serta banyak biliknya. Waah diluar ekspetasi dan segala kesederhanaan yang kami inginkan yah.. haha. Tapi apa boleh buat.. yaa adanya yang begini. Ndak ada kulkas sesederhana yang kami bayangkan.
            Kulkas satu pintu, ukuran sedang, memiliki banyak bilik, ada freezernya. Itu yang kami beli.. tentu dengan kapasitas Watt yang bisa memadai untuk listrik sebesar 2 ampere yah. Dan yang kami cari adalah merk produksi Indonesia, yang tak terlalu menarik listrik. Karena kalau merk negara tetangga, cukup menarik banyak listrik dalam pemakaiannya. Kulkas. Semoga bermanfaat dan buat kami bersemangat dalam bertugas. Aamiin : )
 
dok.pribadi. kulkas sederhana kami, pemasok bahan makanan sehari-hari
dok.pribadi. kulkas kami yang sangaat sederhana :)

14 januari 2015
Salam dari Pulau Sebatik, Kalimantan Utara-Indonesia.

2 komentar:

  1. Nanti kalau bahan makanannya banyak,dan kulkasnya penuh..#tips: taro 1 carik teh celup ya di dalamnya..biar kulkasnya ga berbau tak sedap hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe siaap. pantees tiap buka Kulkas Yuk Nora ada teh nya. kirain untuk ngeteh tiap pagi.. hehe :D makasih tips peratauannya yuk :)

      Hapus

Terimakasih sudah menbaca tulisan saya, silakan tinggalkan komentar mari bersilaturahim :)